Sunday, September 20, 2026
Home Blog Page 32

Bupati Panen Bawang Merah Bersama KWT Subur Makmur Desa Kadilangu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat panen bawang merah di KWT Subur Makmur Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Kamis (5/10/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan panen bawang merah yang ditanam oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Kamis (5/10/2023). Bupati berharap KWT Subur Makmur Desa Kadilangu menginspirasi KWT desa lainnya untuk bisa produktif sehingga mampu menambah pendapatan anggota.

“KWT Desa Kadilangu ini menggunakan lahan 1.500 untuk bercocok tanam sayuran dan memelihara ikan. Bawang merahnya super jadi bagus sekali,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, di lahan tersebut selain ditanami bawang merah, juga dikembangkan tanaman sayuran lain seperti tomat, terong, cabai, sawi, dan lainnya. Sedangkan di lahan yang sama juga terdapat kolam ikan yang ditebari dengan benih ikan nila.

Bupati berharap KWT desa lainnya juga melakukan hal sama agar dapat berkembang. Menurutnya, ketika KWT berkembang dan memiliki produk unggulan, otomatis akan menambah pendapatan anggota KWT.

Sementara itu, Kepala Desa Kadilangu, Budi Christiawan, mengucapkan terima kasih pada Bupati Sukoharjo yang menyempatkan hadir di KWT Desa Kadilangu.

Budi berharap dengan kedatangan bupati akan memotivasi anggota KWT untuk lebih berkembang dan terus produktif sehingga mampu mengangkat perekonomian masyarakat khususnya anggota KWT Subur Makmur.

“Selain ditanami bawang merah, ada juga tanaman sayur yang ditanam di lahan ini termasuk budidaya ikan,” kara Budi. (*)

Masuk Oktober, Bupati Kembali Sidak Sejumlah Proyek Strategis

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat sidak proyek Taman Budaya dan GOR di Kelurahan Gayam, Selasa (3/10/2023).

SUKOHARJO – Memasuki bulan Oktober, sejumlah proyek strategis kembali jadi perhatian Buati Sukoharjo, Etik Suryani. Inspeksi mendadak (sidak) pun kembali dilakukan. Seperti pada hari ini, Selasa (3/10/2023), Bupati melakukan sidak ke proyek GOR Tipe B dan Taman Budaya di Kelurahan Gayam.

“Pokoknya sering-sering dicek agar bisa selesai. Ingin tahu sampai mana progresnya. Saya ingin lihat sampai mana progresnya setelah terakhir kali sidak,” kata Bupati.

Dalam sidak tersebut, terlihat Sekda Widodo ikut mendampingi Bupati. Sejumlah Kepala OPD juga terlihat seperti Kepala DPUPR, Bowo Sutopo Dwi Atmojo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Heru Indarjo, Kepala Disporapar, Setyo Aji Nugroho, Kepala Dinsos, Suparmin, dan lainnya.

Bupati mengatakan, dirinya ingin melihat apakah ada kendala yang terjadi atau tidak dan ingin memberikan support pada pelaksana proyek agar pengerjaannya lancar dan selesai sesuai kontrak. “Intinya mensupport, kalau barang sudah ada segera dikerjakan, jangan ditumpuk saja. Apalagi ini sudah masuk Oktober,” tegasnya.

Menurutnya, dari dua proyek yang berdekatan tersebut sudah mulai kelihatan bangunannya. Baik itu Taman Budaya maupun GOR Tipe B. Untuk Taman Budaya, Etik mengaku progres sudah bagus meski jumlah pekerja dinilai belum maksimal.

“Tadi pemimpin proyeknya sudah saya telpon dan siap untuk mengerahkan tenaga kerja agar cepat selesai. Kalau perlu lembur,” tandasnya.

Tidak hanya dua proyek tersebut, Bupati juga ingin proyek lainnya juga dikerjakan dengan baik dan tepat waktu. Baik itu proyek Gedung Parkir dan Taman Plaza II maupun proyek Factory Sharing di Kecamatan Gatak. (*)

Sebanyak 11 Warga Terima Bantuan Rehab RTLH dari Baznas, Diserahkan Langsung oleh Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat "blusukan" menyalurkan bantuan rhab RTLH, Selasa (26/9/2023)

SUKOHARJO – Sebanyak 11 warga kurang mampu menerima bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo. Penerima bantuan berasal dari tiga kecamatan yang diderahkan langsung oleh Bupati Sukoharjom Etik Suryani bersama Baznas, Selasa (26/9/2023).

Untuk penerima bantuan sendiri tersebar di Kecamatan Weru (9 penerima), Kecamatan Bulu (1 penerima), dan Kecamatan Tawangsari (1 penerima). Untuk bantuan di Weru, sebanyak lima warga menerima bantuan Rp20 juta, dua warga menerima masing-masing Rp10 juta, satu warga Rp6 juta, dan satu warga lainnya Rp5 juta.

Selain itu, untuk satu warga di Kecamatan Bulu dan Tawangsari masing-masing menerima bantuan rehab RTLH Rp20 juta. Total bantuan yang disalurkan oleh Baznas kali ini mencapai Rp171 juta.

Bupati berharap bantuan rehab tersebut dimanfaatkan betul untuk membangun rumah atau merenonasi rumah agar menjadi rumah layak huni. Untuk penerima bantuan juga diminta untuk melaporkan hasil rehab melalui desa masing-masing.

“Selama ini ada permohonan bantuan yang masuk ke Bupati melalui desa dan kecamatan dan diteruskan ke Baznas. Sebelum bantuan diberikan, terlebih dahulu Baznas melakukan survei ke lokasi untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran,” ujarnya.

“Dengan datang langsung ke lokasi sekaligus untuk melihat langsung kondisi rumah yang mendapat bantuan. Dari pantauan ini diketahui memang penerima bantuan layak untuk mendapat bantuan karena kondisi rumahnya belum layak huni,” sambung Bupati.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, membenarkan sebelumnya Baznas telah melakukan survei sebelum bantuan diberikan. Menurutnya, survei dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan rehab RTLH.

“Soal nilai bantuan yang berbeda, memang hal itu ditentukan berdasarkan survei di lapangan. Tergantung kondisi rumah masing-masing,” ujarnya.

Sejumlah warga penerima bantuan memberikan apreiasi pada Bupati dan Baznas Sukoharjo yang telah memberikan bantuan untuk rehab rumah. “Terima kasih pada Bupati dan Baznas yang telah menberikan bantuan pada saya,” ujar Ponidi, warga Nuricik, Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari. (*)

Resmikan Gedung Ikatan Bidan Indonesia Sukoharjo, Bupati: Anggota Agar Berperan Aktif dan Berinovasi

0

SUKOHARJO – Gedung Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sukoharjo diresmikan oleh Bupati Sukoharjo, Minggu (24/9/2023). Dalam kesempatan itu, Bupati meminta agar anggota IBI Sukoharjo untuk berperan aktif dan melakukan berbagai inovasi.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa profesi bidan diakui sebagai tenaga profesional di dalam bidang kesehatan yang bertanggung jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir,” papar Bupati.

Menurutnya, IBI sebagai wadah para bidan harus siap mengoptimalkan peran dan kiprahnya untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan kesehatan, khususnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, menciptakan lingkungan dan keluarga yang bersih, sehat serta sejahtera lahir-batin. Untuk itu saya sangat berharap agar IBI dapat berkomitmen akan hal ini.

Selain itu, IBI juga berperan dalam meningkatkan kualitas SDM dalam hal ini bidan, karena bidan adalah ujung tombak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kepada ibu dan anak.

Peran dan fungsi bidan sangat penting untuk mencetak generasi muda yang unggul di masa mendatang dengan memberikan layanan pada ibu dan anak dengan sepenuh hati, ikhlas dan tulus, pelayanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat. Karena bidan itu komunikasinya bagus, jaringannya sangat luas dan luwes.

“Saya memberikan apresiasi atas dibangunnya Gedung IBI Kabupaten Sukoharjo ini, semoga dengan adanya Gedung IBI ini dapat dijadikan sebagai tempat untuk kegiatan pertemuan dan koordinasi antar anggota IBI serta bisa dipakai untuk kegiatan masyarakat,” pesan Bupati.

Disisi lain, selain Peresmian Gedung IBI, sekaligus juga dilaksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) IBI Cabang Sukoharjo. Bupati berharap melalui rakercab dijadikan sebagai sarana untuk evaluasi program-program kerja IBI Cabang Sukoharjo terdahulu. Harapannya, dapat dijadikan sebagai masukan bagi penyusunan program-program kedepan dalam mendukung kontribusi percepatan keberhasilan pembangunan kesehatan ibu dan anak serta kesejahteraan keluarga.

“Saya berharap kepada seluruh anggota IBI Sukoharjo untuk dapat berperan secara aktif dan melakukan berbagai inovasi sehingga mampu mengubah paradigma masyarakat untuk lebih mengutamakan upaya pencegahan dengan senantiasa menerapkan gerakan masyarakat untuk hidup sehat (GERMAS), khususnya dibidang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana yang menjadi program unggulan IBI,” tambah Bupati. (*)

Bupati Luncurkan Desa Wisata Jangglengan, Seru Ada Lomba Kanonya

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat peluncuran Desa Wisata Jangglengan, Kecamatan Nguter, Sabtu (23/9/2023).

SUKOHARJO – Desa Wisata Jangglengan di Kecamatan Nguter resmi diluncurkan oleh Bupati Sukoharjo, Sabtu (23/9/2023). Dalam momen peluncuran tersebut sekaligus juga digelar Lomba Kano. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo juga terlihat hadir.

“Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku,” ujar Bupati.

Menurutnya, desa wisata merupakan sebuah desa yang hidup mandiri dengan potensi yang dimilikinya dan dapat menjual berbagai atraksi-atraksinya sebagai daya tarik wisata tanpa melibatkan investor.

Kriteria dalam menentukan desa yang akan dijadikan desa wisata adalah memiliki potensi wisata yang dapat dimanfaatkan sebagai atraksi wisata, memiliki aksesibilitas, dan sudah memiliki aktivitas wisata atau berada dekat dengan aktivitas wisata yang sudah ada dan terkenal.

“Oleh karena itu saya sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan desa wisata ini,” Bupati.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat diharapkan, masyarakat sebagai pelaku utama dan pemerintah serta swasta sebagai fasilitator dalam mewujudkan keberhasilan pariwisata di Kabupaten Sukoharjo.

“Saya berharap, dengan adanya desa wisata ini dapat membantu meningkatkan pendapatan bagi masyarakat Desa Jangglengan dan sekitarnya dan kedepannya bisa menjadi destinasi wisata yang menjanjikan sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah bagi Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebur juga digelar Lomba Kano Piala Bupati Sukoharjo Tahun 2023 dan Kirab Budaya. Lomba Kano dan Kirab Budaya selain sebagai sarana untuk berolahraga dan melestarikan seni dan budaya. Selain itu, juga sebagai sarana untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara elemen masyarakat yang ada, juga sebagai hiburan dan tontonan bagi masyarakat di Kecamatan Nguter dan sekitarnya. (*)

Proyek Pembangunan Taman Budaya dan GOR Kembali Disidak Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat sidak proyek Taman Budaya dan GOR di kelurahan Gayam, Jumat (22/9/2023).

SUKOHARJOD – Dua proyek di Kelurahan Gayam, yakni proyek pembangunan Taman Budaya dan GOR Tipe B kembali disidak Bupati Sukoharjo, Jumat (22/9/2023). Bupati ingin melihat progres pengerjaan proyek setelah sidak serupa juga dilakukan beberapa hari sebelumnya.

“Ingin ngecek sampai mana progresnya. Ibarat orang bangun rumah, pasti dilihat setiap hari, sampai mana pembangunannya. Ya seperti itu, saya ingin lihat sampai mana progresnya,” kata Bupati.

Dalam sidak tersebut, terlihat Sekda Widodo ikut mendampingi Bupati.Sejumlah Kepala OPD juga terlihat seperti Kepala DPUPR, Bowo Sutopo Dwi Atmojo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Heru Indarjo, Kepala Disporapar, Setyo Aji Nugroho, Kepala Dinsos, Suparmin, dan lainnya.

Bupati mengatakan, dirinya ingin melihat apakah ada kendala yang terjadi atau tidak dan ingin memberikan support pada pelaksana proyek agar pengerjaannya lancar dan selesai sesuai kontrak. “Intinya mensupport, kalau barang sudah ada segera dikerjakan, jangan ditumpuk saja,” tegasnya.

Menurutnya, dari dua proyek yang berdekatan tersebut sudah mulai kelihatan bangunannya. Baik itu Taman Budaya maupun GOR Tipe B. Untuk Taman Budaya, Etik mengaku progres sudah bagus meski jumlah pekerja dinilai belum maksimal.

“Tadi pemimpin proyeknya sudah saya telpon dan siap untuk mengerahkan tenaga kerja agar cepat selesai. Ingin saya, setiap lahan proyek ada yang mengerjakan sehingga selesainya bisa berbarengan. Conton yang pasang paving ada, yang mengerjakan taman ada, dan lainnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk GOR Tipe B sendiri Bupati mengaku juga mengalami progres yang signifikan. Seperti pemasangan atap sudah selesai, lantai sudah dicor, dan sekarang finishing untuk penghalusan dinding. (*)

Bupati Buka Bintek UMKM Naik Kelas dan Launching “Kompas UMKM”

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Bimbingan Teknis UMKM Naik Kelas dan Peluncuran Kompas UMKM, Jumat (22/9/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Bimbingan Teknis Pemberdayaan UMKM Naik Kelas dan Launching “Kompas UMKM”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Jumat (22/9/2023).

Bupati mengatakan, UMKM merupakan bagian dari perekonomian Indonesia yang mandiri dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilihat dari tiga peranan UMKM terhadap perekonomian indonesia meliputi sarana pemerataan tingkat ekonomi rakyat kecil, sarana mengentaskan kemiskinan dan sarana pemasukan devisa bagi negara.

“Tantangan UMKM ke depan yang harus diatasi antara lain berkaitan dengan inovasi dan teknologi, literasi digital, produktivitas, legalitas atau perizinan, pembiayaan, branding dan pemasaran, sumber daya manusia, standardisasi dan sertifikasi, pemerataan pembinaan, pelatihan, dan fasilitasi, serta basis data tunggal,” terang Bupati.

Menurutnya, salah satu upaya Pemkab Sukoharjo dalam pengembangan UMKM adalah dengan penyelenggaraan Kegiatan Bimbingan Teknis Pemberdayaan UMKM. Kegiatan tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk membekali para pelaku UMKM dalam mengembangkan produk usahanya dengan mendorong UMKM Go Digital. Selain Bimbingan Teknis Pemberdayaan UMKM pada siang ini juga diluncurkan Aplikasi “Kompas UMKM”.

“Saya memberikan apresiasi dan mendukung penuh atas diluncurkannya aplikasi “Kompas UMKM” (Kemudahan Online Mengangkat Produk Asli Sukoharjo),” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, Kompas UMKM adalah salah satu sarana yang cukup strategis untuk mempromosikan produk unggulan daerah, produk UMKM dan sekaligus untuk membudayakan bagaimana mencintai produk dalam negeri yang berkualitas khususnya Produk Asli Sukoharjo.

Saat ini, ujarnya, Kabupaten Sukoharjo juga mendapat kepercayaan dari Kementerian Koperasi UKM Republik Indonesia untuk membangun rumah produksi bersama Factory Sharing di Trangsan, Gatak. Diharapkan dengan pembangunan rumah produksi Factory Sharing ini bisa berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga dapat bermanfaat bagi para pengrajin rotan di Trangsan. (*)

Gowes Jumat Pagi, Bupati Sapa Warga Kecamatan Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyapa warga saat gowes di Kecamatan Sukoharjo, Jumat (22/9/2023) pagi.

SUKOHARJO – Agenda Gowes Jumat Pagi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani kembali dilaksanakan. Kali ini, gowes dilaksanakan di Kecamatan Sukoharjo. Gowes mengambil start dari halaman Kantor Kelurahan Begajah dan finish di Kantor Kelurahan Bulakan.

Bupati mengatakan, kegiatan gowes sudah menjadi agenda rutin setiap dua minggu sekali jika tida ada agenda. Menurutnya, Gowes dilaksanakan setiap hari Jumat pagi. Tidak hanya sekadar gowes saja, Bupati mengaku sekaligus melihat kiri kanan, memantau kondisi seperti jalan rusak, dan lainnya.

“Melihat-lihat kondisi sekitar dan sekaligus memberikan solusi jiga memang membutuhkan solusi dari pemerintah. Menyapa warga,” kata Bupati.

Terkait agenda gowes tersebut, Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santoso menyampaikan bahwa agenda tersebut dibuat rutin setiap dua minggu sekali jika tidak ada agenda lain yang lebih penting.

“Dulu berawal dari agenda gowes di kompleks Kantor Setda Sukoharjo yang kemudian dibuat keliling di semua kecamatan,” ujarnya.

Budi mengatakan, lokasi gowes selalu berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan yang lain. “Jadi, nanti gowes dilaksanakan di 12 kecamatan. Kalau sudah semua, dimulai lagi dari awal,” ujarnya. (*)

Bupati Melepas Kontingen Jambore Daerah SD/MI Kwarda Jateng 2023

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati Agus Santosa saat melepas Kontingen Jambore Daerah SD/MI Kwarda Jateng di Pendopo GSP, Kamis (22/9/2023).

SUKOHARJO – Sebanyak 32 peserta dari Kabupaten Sukoharjo akan mengikuti Jambore Daerah SD/MI Kwarda Jawa Tengah (Jateng) 2023. Kontingen Kabupaten Sukoharjo dilepas oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (21/9/2023). Hadir dalam acara tersebut Ketua Kwarcab Sukoharjo, Agus Santosa yang juga Wakil Bupati.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, Jambore Pramuka Penggalang merupakan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang sebagai sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada kegiatan persaudaraan demi kerukunan dan perdamaian.

“Jambore ini merupakan sebagai sarana pendidikan dan pertemuan besar bagi Pramuka Penggalang yang bertujuan untuk membentuk watak, meningkatkan sikap kemadirian, keterampilan serta meningkatkan rasa kebangsaan yang ber “Bhineka” sebagai manusia ber- “IMTAQ”, ber- “IPTEK” dan berjiwa Pancasila,” ujarnya.

Menurutnya, Jambore Daerah SD/ MI Kwarda Jawa Tengah Tahun 2023 dilaksanakan bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku, meningkatkan kemandirian, keterampilan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang serta komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka yaitu Satya dan Darma Pramuka.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Harapan saya, semoga dengan kegiatan ini dapat memberikan semangat dan motivasi kepada Penggalang Kwartir Cabang Sukoharjo,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Kontingen Sukoharjo, Sriyono, mengatakan Jambore SD/MI Kwarda Jateng akan digelar di Pusat Kegiatan Pramuka Candra Birawa Karanggeneng, Gunungpati, Semarang. Jambore akan digelar pada 24-29 September 2023.

“Kegiatan yang akan diikuti adalah kegiatan umum, wawasan dan teknologi, giat adventure dan ketangkasan, giat inspirasi dan apresiasi, giat bindamping, gelang ajar, dan wisata,” ujarnya.

Sriyono berharap kontingen pramuka Sukoharjo yang terdiri 16 putra dan 16 putri yang dikirim bisa tampil menjadi yang terbaik sehingga mengharumkan nama Kabupaten Sukoharjo. (*)

Sebanyak 89 Warga Kurang Mampu Terima Bantuan Baznas, Simbolis Diserahkan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan dari Baznas secara simbolis di Lobi Kantor Bupati, Kamis (21/9/2023).

SUKOHARJO – Secara simbolis, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo. Penyerahan dilakukan Lobi Kantor Bupati, Kamis (21/9/2023). Warga yang menerima bantuan sebanyak 89 orang dari beberapa kecamatan dengan total nilai mencapai Rp206,7 juta.

Kali ini, bantuan yang disalurkan antara lain bantuan biaya pengobatan, bantuan biaya pendidikan, bantuan modal usaha, bantuan biaya hidup, bantuan pembayaran utang, dan bantuan pelunasan BPJS. Selain itu, juga ada bantuan gerobak hik, bantuan kompresor, gerobak bubur ayam, bantuan mesin jahit, dan lainnya.

“Jadi, bantuan untuk masyarakat kurang mampu ini rutin diberikan oleh Baznas Sukoharjo. Dalam minggu ini sudah dua kali. Jadi, warga yang menerima bantuan ini sebelumnya mengajukan permohonan kepada Bupati dan diteruskan ke Baznas agar bisa cepat cair,” ujar Bupati.

“Kalau harus dianggarkan dulu di APBD bisa lama, padahal masyarakat butuh bantuannya sekarang,” lanjutnya.

Bupati juga mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo yang tengah membutuhkan. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Prinsipnya saya pasti menindaklanjuti setiap permohonan yang masuk. Jadi, jika masyarakat kurang mampu dan sangat membutuhkan bantuan, bisa mengajukan pada Bupati,” ujarnya.

Sejumlah warga yang menerima bantuan menyatakan bersyukur atas bantuan dari Bupati Sukoharjo melalui Baznas. Seperti yang disampaikan Mardi Wiyoto, warga Menuran Baki. Mardi mengaku mendapat bantuan biaya pengobatan senilai Rp3 juta.

“Terimakasih pada Bu Bupati yang telah peduli pada warganya yang tengah kesusahan,” ujarnya. (*)

PT BPR Bank Sukoharjo Undi Hadiah Tabungan Simanis, Hadiah Utama Diundi Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengundi hadiah utama Tabungan Simanis PT BPR Bank Sukoharjo, Kamis (21/9/2023).

SUKOHARJO – Undian hadiah Tabungan Simanis PT BPR Bank Sukoharjo (Perseroda) tahun 2023 dilakukan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (21/9/2023). Bank Sukoharjo menyediakan 34 unit hadiah yang bernilai Rp172 juta dengan hadiah utama satu unit Honda PCX. Undian hadiah utama dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, PT BPR Bank Sukoharjo merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sebagai lembaga bisnis bergerak pada industri jasa keuangan (perbankan) yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Keberadaan BUMD diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang sangat besar dalam menggerakkan sektor-sektor ekonomi produktif, serta menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Sebagai institusi perbankan, PT BPR Bank Sukoharjo memiliki peran yang strategis dalam pembangunan daerah, termasuk dalam merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai layanan perbankan yang ditawarkan,” ujar Bupati.

Menurutnya, salah satu jenis layanannya adalah layanan pemberian kredit kepada UMKM, dapat mendukung geliat ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat hantaman Pandemi Covid-19. Bupati berpesan kepada PT BPR Bank Sukoharjo harus terus meningkatkan inovasi pelayanan, terlebih mengingat perkembangan teknologi yang sangat cepat, dimana harus meningkatkan daya saing agar tidak tertinggal oleh inovasi lembaga keuangan lainnya.

Oleh karena itu, saya berharap inovasi yang nantinya diterapkan, dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan perbankan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan. Sehingga dapat mendorong dan mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya dalam menggerakkan sektor UMKM di Kabupaten Sukoharjo,” tambah Bupati.

Sedangkan Direktur Utama PT BPR Bank Sukoharjo Sukoharjo, Maryanto, menyampaikan undian hadiah setiap tahun berdampak positif pada perhimpunan dana pihak ketiga yang terus naik. “Dari tahun ke tahun Tabungan Simanis mengalami peningkatan, baik dari sisi nasabah maupun jumlah saldonya,” ujarnya.

Maryanto melanjutkan, di tahun 2023 ini Bank Sukoharjo juga sudah melakukan digitalisasi. Seperti PPOB layanan pembayaran online seperti listrik, token PDAM, dan lainnya. Selain itu, juga “virtual account” layanan transaksi tabungan melalui bank umum, dan QRIS, dan SMS banking.

Maryanto juga menambahkan, PT BPR Bank Sukoharjo telah meluncurkan kredit pembiayaan proyek dengan agunan SPK. Dengan layaan itu, rekanan pelaksana proyek yang kekurangan modal bisa mengajukan kredit di Bank Sukoharjo.

Selain memberikan hadiah pada para nasabahnya berupa motor PCX, Honda Beat, Kulkas dan sejumlah hadiah lain, dalam kesempatan itu juga diserahkan dana CSR. Di antaranya bantuan pendidikan 11 siswa berprestasi masing-masing Rp750 ribu, bantuan untuk 12 sanggar inklusi masing-masing Rp3 juta, dan bantuan rehab dua unit RTLH masing-masing Rp15 juta. (*)

Bupati Dampingi Mensesneg Serahkan Bantuan Beras dari Presiden Jokowi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mendampingi Mensesneg Pratikno yang mewakili Presiden Jokowi menyerahkan bantuan beras Tahap II di Gudang Bulog Telukan, Rabu (20/9/2023).

SUKOHARJO – Menteri Sekretaris Negara (Mensegneg), Pratikno menggantikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang batal hadir di Gudang Bulog Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Rabu (20/9/2023). Sedianya, Presiden Jokowi hendak menyerahkan bantuan beras untuk 500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendampingi Mensesneg Pratikno saat penyerahan bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Tahap II.

Mensesneg menyampaikan, bantuan CBP Tahap II kembali diberikan oleh pemerintah untuk tiga bulan. Masing-masing bulan September, Oktober, dan November.

“Bantuan pangan tahap II tahun 2023 berupa beras 10 kg/bulan yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia,” jelas Pratikno.

Menurutnya, total ada 21.353 juta KPM di seluruh Indonesia yang menerima bantuan Tahap II ini. Bantuan kembali digulirkan karena pemerintah menyadari adanya kemarau panjang yang dikhawatirkan produksi beras menurun.

“Bapak Presiden menyiapkan total beras itu 640 ribu ton untuk diserahkan kepada 21.353 juta KPM. Bentuk bantuannya, setiap bulan 10 kg selama tiga bulan,” jelasnya sembari menyampaikan permohonan maaf karena Presiden Jokowi batal hadir.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan, penyaluran bantuan beras Tahap II di Sukoharjo sudah berjalan beberapa hari. Penyaluran dilakukan secara bertahap di setiap kecamatan. Menurut Bupati, untuk tahap II ini ada 68.678 KPM di Sukoharjo yang merima bantuan.

“Saya harap bantuan pangan berupa penyaluran cadangan beras pemerintah tersebut akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, bantuan pangan ini juga diharapkan dapat membantu mengendalikan harga beras di pasaran,” kata Bupati. (*)

Bupati Buka TMMD Sengkuyung III di Desa Celep Kecamatan Nguter

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forkopimda saar pembukaan TMMD Sengkuyung III di Desa Celep, Kecamatan Nguter, Rabu (20/9/2023).

SUKOHARJO – TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0726 Sukoharjo resmi dimulai dan dilaksanakan di Desa Celep, Kecamatan Nguter. TMMD Sengkuyung Tahap III resmi dibuka di Lapangan Desa Celep, Rabu (20/9/2023) dan dipimpin oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Bupati Etik Suryani, mengatakan, TMMD sebagai wujud Operasi Bhakti TNI merupakan program kerjasama lintas sektoral TNI, POLRI, Pemerintah Daerah serta komponen masyarakat lainnya, yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan, dalam upaya membantu meningkatkan akselerasi pembangungan di daerah.

“Kegiatan TMMD diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana kebutuhan dasar masyarakat untuk mendukung peningkatan perekonomian serta derajat kesehatan,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga, betapa penting dan luar biasanya program TMMD dalam menciptakan dinamika kegotongroyongan membangun bangsa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, sehingga senantiasa ikut serta dalam pembangunan nasional.

Semua elemen bangsa bahu membahu, memberikan sumbangan pikiran, ide, gagasan, tenaga dan ketrampilan, serta sumbangan materi. “Selain membangun sarana fisik bagi masyarakat desa, TMMD juga dapat membangun semangat dan percaya diri masyarakat sehingga masyarakat diharapkan akan mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapan menghadapi setiap ancaman dan tantangan dimasa mendatang,” tambahnya.

Sedangkan Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Czi Slamet Riyadi menyampaikan, pelaksanaan TMMD Senkuyung III dimulai pada 20 September sampai 19 Oktober 2023. Sebelumnya diawali dengan pra TMMD yang dilakukan pada 10-19 September 2023.

Dalam TMMD Sengkuyung III ini, lanjut Hartono, sejumlah sasaran fisik yang akan dilaksanakan antara lain pembangunan jembatan penghubung Dukuh Muning-Dukuh Brahu dengan panjang 6 meter, lebar 3,5 meter, tinggi 5,5 meter. Kemudian pembangunan talud jalan jembatan penghubung dengan panjang 36 m.

“TMMD juga akan diisi dengan sasaran non fisik diantaranya wasbang dan bela negara, penyuluhan hukum dan kamtibmas, serta penyuluhan KB kesehatan dan stunting,” ujar Hartono.

Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0726 Sukoharjo menggunakan dana APBD Provinsi Jateng sebesar Rp251 juta, APBD Kabupaten Rp400 juta sehingga total anggaran mencapai Rp651 juta.

TMMD Sengkuyung III tahun 2023 ini diharapkan mampu mewujudkan peningkatan pembangunan pedesaan dan kesehataan rakyat, terwujudnya sarana transportasi bagi petani dan masyarakat, dan terwujudnya peningkatakan cinta tanah air dan bela negara.

“Juga diharapjan mampu mewujudkan kesadaran hukum dan keamanan, ketertiban masyarakat dan terwujudnya kesehatan masyarakat dan administrasi kependudukan,” kata Dandim. (*)

Bupati Resmikan Kantor Bank Jateng Cabang Pembantu Nguter

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meninjau Kantor Bank Jateng Cabang Pembantu Nguter usai diresmikan, Selasa (19/9/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meresmikan Kantor Bank Jateng Cabang Pembantu (Capem) Nguter, Selasa (19/9/2023). Kantor baru ini berada di sisi timur Jalan Raya Nguter-Wonogiri, tepatnya selatan Kantor Kecamatan Nguter.

Dalam kesempatan itu, Bupati berharap pelayanan terhadap nasabah lebih maksimal dan memberikan yang terbaik.

“Dengan kantor cabang pembantu yang baru ini mudah-mudahan, pelayanan terhadap nasabah menjadi lebih maksimal, lebih baik dan tentunya lebih dekat. Karena nasabah tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota Sukoharjo,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, selama ini kolaborasi antara Bank Jateng khususnya Cabang Sukoharjo dengan Pemkab Sukoharjo sudah terjalin dengan baik. Salah satunya adalah dana CSR.

“Khusus CSR dari Bank Jateng ini, untuk sementara ini memang kami fokuskan pada pengentasan kemiskinan ekstrim. Ada RTLH serta persoalan stunting,” kata Bupati.

Selain itu, juga akan digunakan untuk pembuatan sumur dalam untuk daerah yang belum ada pamsimas. Yakni di dukuh Pendem Desa Kedungjambal serta di Desa Watubonang Kecamatan Tawangsari.

Sedangkan Plt Dirut Bank Jateng, Irianto Harko Saputro mengatakan, sebenarnya Kantor Capem di Nguter sudah ada, tetapi saat ini bergeser ke tempat baru yang lebih representatif.

Harapannya dengan kantor yang lebih baik tersebut, pertumbuhan ekonomi di Sukoharjo khususnya di Nguter juga menjadi lebih baik. “Di Kabupaten Sukoharjo ini sudah ada lima Kantor Capem. Yakni di Tawangsari, Kartasura, Mojolaban, Solo Baru dan Nguter,” ujarnya.

Giliran Warga Kecamatan Mojolaban Terima Bantuan Cadangan Beras Pemerintah Tahap II

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan CPP Tahap II di Kecamatan Mojolaban, Selasa (19/9/2023).

SUKOHARJO – Bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap II masih disalurkan di wilayah Sukoharjo. Kali ini, penyaluran bantuan beras dilakukan di Kecamatan Mojolaban dan dipantau langsung Bupati Etik Suryani, Selasa (19/9/2023).

Bupati mengatakan, permasalahan gejolak harga pangan hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Harga pangan yang berfluktuasi akan mempengaruhi masyarakat luas selaku konsumen akhir. Oleh karena itu, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi salah satu prioritas yang harus diwujudkan.

Selama ini, berbagai upaya dan kebijakan telah dilakukan oleh Pemerintah, baik bersifat jangka pendek maupun jangka panjang mengacu pada permasalahan utama yang terjadi selama ini yaitu tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen yang mengakibatkan keuntungan tidak proporsional antara pelaku usaha.

Dalam rangka menjamin ketersediaan bahan pokok dan menjaga stabilisasi harga pangan pokok berbagai upaya terus digencarkan, antara lain dengan penyaluran beras bantuan pangan pemerintah, termasuk yang dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo kepada penerima manfaat yang dilakukan dengan bertahap, yaitu, pada tahap I yang diberikan kepada 71.913 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sebanyak 10 kilogram setiap keluarga, yang sudah dilaksanakan pada bulan Mei, Juni dan Juli.

Untuk tahap II yang diberikan kepada 68.678 Keluarga Penerima Manfaat, sebanyak 10 kilogram setiap keluarga, yang akan diberikan pada bulan September, Oktober dan Nopember.

“Saya harap bantuan pangan berupa penyaluran cadangan beras pemerintah tersebut akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, bantuan pangan ini juga diharapkan dapat membantu mengendalikan harga beras di pasaran,” kata Bupati.(*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts