Sunday, September 20, 2026
Home Blog Page 33

Terdampak Kemarau Panjang, Bupati Kirim Bantuan Air Bersih Untuk Warga Kedungjambal

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyalurkan bantuan air bersih di Desa Kedungjambal, Tawangsari, Senin (18/9/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyalurkan bantuan air bersih di Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, Senin (18/9/2023). Bantuan air bersih dilakukan du Dukuh Pendem dan Dukuh Jarum. Bupati bersama PMI dan PDAM mengirim lima truk tangki dimana setiap tangki berisi 4.000 liter.

“Sejak warga mulai kesulitan air bersih, Pemkab Sukoharjo melalui BPBD langsung memberikan bantuan air bersih. Setiap desa yang mengajukan air langsung kami kirim,” jelas Bupati.

Menurutnya, bantuan air bersih tidak hanya di Desa Kedungjambal, tapi juga dilakukan di wilayah lain seperti Kecamatan Weru dan Bulu. Bantuan akan terus diberikan selama warga masih mengalami kekurangan air bersih sebagai dampak musim kemarau.

Bupati meminta kepada warga apabila masih mengalami kekurangan air bersih bisa melapor ke kepala desa dan diteruskan ke camat. Selanjutnya dilaporkan ke bupati dan dilakukan pengiriman bantuan air bersih.

“Sekarang dikirim lima tangki air. Baru dua tangki air dulu dan tiga setelah ini karena armada gantian. Apabila warga masih kurang maka akan kami kirim lagi air bersih sampai kebutuhan terpenuhi,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan di Desa Kedungjambal sudah disiapkan program sumur dalam. Bantuan diberikan sebagai bentuk penanganan kekeringan secara jangka panjang. Keberadaan sumur dalam tersebut diharapkan dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Untuk Desa Kedungjambal sendiri diketahui ada 85 Kepala Keluarga (KK) atau 320 jiwa yang terdampak kekeringan sehingga kesulitan air bersih. Bantuan air bersih juga disalurkan ke tempat fasilitas umum masyarakat seperti sekolah dan masjid.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo menambahkan, ada 85 KK atau 320 jiwa warga di Desa Kedungjambal yang kekurangan air bersih terdampak musim kemarau. Kondisi sumur warga mengering mengingat cuaca sangat panas.

Warga kekurangan air bersih tersebut kemudian melapor kepada pihak desa diteruskan ke kecamatan dan dilaporkan ke Pemkab Sukoharjo. Selanjutnya bantuan air bersih dikirim dengan diantar langsung Bupati Sukoharjo Etik Suryani. (*)

Bantuan Cadangan Beras Pemerintah Tahap II Kecamatan Polokarto Disalurkan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan CPP Tahap II di Kecamatan Polokarto, Senin (18/9/2023).

SUKOHARJO – Secara bertahap, Pemkab Sukoharjo menyalurkan bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap II. Kali ini, penyaluran bantuan beras dilakukan di Kecamatan Polokarto dan dipantau langsung Bupati Etik Suryani, Senin (18/9/2023).

Bupati mengatakan, permasalahan gejolak harga pangan hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Harga pangan yang berfluktuasi akan mempengaruhi masyarakat luas selaku konsumen akhir. Oleh karena itu, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi salah satu prioritas yang harus diwujudkan.

Selama ini, berbagai upaya dan kebijakan telah dilakukan oleh Pemerintah, baik bersifat jangka pendek maupun jangka panjang mengacu pada permasalahan utama yang terjadi selama ini yaitu tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen yang mengakibatkan keuntungan tidak proporsional antara pelaku usaha.

Dalam rangka menjamin ketersediaan bahan pokok dan menjaga stabilisasi harga pangan pokok berbagai upaya terus digencarkan, antara lain dengan penyaluran beras bantuan pangan pemerintah, termasuk yang dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo kepada penerima manfaat yang dilakukan dengan bertahap, yaitu, pada tahap I yang diberikan kepada 71.913 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sebanyak 10 kilogram setiap keluarga, yang sudah dilaksanakan pada bulan Mei, Juni dan Juli.

Untuk tahap II yang diberikan kepada 68.678 Keluarga Penerima Manfaat, sebanyak 10 kilogram setiap keluarga, yang akan diberikan pada bulan September, Oktober dan Nopember.

“Saya harap bantuan pangan berupa penyaluran cadangan beras pemerintah tersebut akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, bantuan pangan ini juga diharapkan dapat membantu mengendalikan harga beras di pasaran,” kata Bupati.(*)

Turnamen “Putra Bulakan Cup” Selesai, Ditutup Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat penutupan turnamen sepak bola "Putra Bulakan Cup", Minggu (17/9/2023).

SUKOHARJO – Turnamen sepak bola antar Kelurahan “Putra Bulakan Cup” Kecamatan Sukoharjo Tahun 2023 selesai, Penutupan turnamen digelar Minggu (17/9/2023) sore dan ditutup oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

“Mengawali sambutan ini, saya atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada panitia dan semua pihak atas terselenggaranya Laga Pertandingan Antar Kelurahan “Puta Bulakan Cup” Tahun 2023 ini dengan sukses dan lancar,” ujar Bupati.

Bupati berharap, kegiatan laga pertandingan tersebut dapat di jadikan sebagai agenda rutin, dan bisa kembali diselenggarakan ditahun-tahun yang akan datang. Harapannya, dengan kegiatan pertandingan rutin, selain sebagai ajang kejuaraan atau kompetisi, dapat juga sebagai sarana pembinaan bagi klub dan para pemain, sehingga melalui turnamen seperti ini akan dapat melahirkan atlet-atlet sepak bola yang berprestasi, khususnya di Kabupaten Sukoharjo.

Dalam sebuah pertandingan atau kejuaraan, tentunya ada yang menang dan ada yang kalah. Untuk itu, bagi tim sepak bola kelurahan yang telah berhasil mengukir prestasi dan keluar sebagai juara pada pertandingan kali ini, saya ucapkan “selamat” atas keberhasilannya, pertahankan dan terus berprestasi untuk masa-masa mendatang.

“Bagi tim-tim yang belum berhasil saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya, tingkatkan lagi semangat untuk tetap terus berlatih, semoga pada kesempatan lainnya dapat meraih prestasi yang diinginkan, dan yang lebih penting adalah kebersamaan dan keakraban peserta yang mengikuti pertandingan sepak bola ini bisa terjalin lebih erat lagi,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, sebuah prestasi pada umumnya dan prestasi olahraga khususnya tidaklah mungkin dapat diraih dengan cara instan, tetapi memerlukan adanya keuletan dan ketekunan dalam berlatih. Untuk itu ditekankan agar pembinaan dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan, tidak hanya menjelang adanya kejuaraan atau pertandingan seperti ini saja, namun harus dilakukan secara rutin dan terprogram. (*)

Bupati Hadiri Maulid Muhammad SAW PAC Muslimat NU Mojolaban

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW Muslimat PAC NU Mojolaban, Minggu (17/9/2023)

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara Safari Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1445 H JAMURI Surakarta PAC Muslimat NU Kecamatan Mojolaban, Minggu (17/9/2023). Selain Bupati, acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat di Lingkungan Pemkab Sukoharjo.

“Atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo mengucapkan “Selamat Memperingati Maulid Nabi SAW 1445 H”, tak lupa saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pengurus Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Mojolaban beserta panitia dan semua pihak, atas terselenggaranya pengajian ini,” ujar Bupati mengawali sambutan.

Dikatakan Bupati, bulan Rabi’ul Awal merupakan salah satu bulan yang istimewa bagi umat Islam diseluruh dunia, karena pada bulan ini ada sebuah peristiwa penting, yaitu lahirnya Nabi kita Muhammad SAW. Setiap kali kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sesungguhnya terkandung makna yang sangat mendalam.

Misi mulia dari Nabi Muhammad SAW untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin) hendaknya menjadi semangat yang senantiasa mewarnai setiap gerak langkah kaum muslim diseluruh dunia, termasuk kita semua yang hadir disini.

Nabi Muhammad bukan saja seorang Nabi dan seorang Rasul Allah, tetapi juga adalah pemimpin umat manusia. Ajaran Islam yang beliau sampaikan telah mengubah wajah dunia dan peradaban ke arah yang lebih maju, lebih manusiawi dan lebih beradab dibandingkan dengan jaman jahiliyah sebelumnya.

Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini saya mengajak kepada hadirin dan seluruh masyarakat Sukoharjo untuk dapat memperdalam rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. dengan memperbanyak bacaan sholawat, insyaa Allah dengan banyak bersholawat kepada beliau kita semua akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. baik di dunia maupun di akhirat kelak.

“Selain itu, dengan momentum peringatan Maulid Nabi ini saya mengajak kepada hadirin dan seluruh umat Islam di Sukoharjo, untuk selalu introspeksi diri, terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan tidak lupa tetap terus membina ukhuwah islamiyah, sehingga harapannya agar terwujud masyarakat Sukoharjo yang aman, damai, sejahtera dan kondusif,” tambah Bupati. (*)

Bupati Luncurkan CFD dan Destinasi Wisata Kuliber Bebek di Kartasura

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meluncurkan CFD Kartasura, Minggu (17/9/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meluncurkan “Car Free Day” (CFD) dan juga Destinasi Wisata Kuliner Bebek di Kecamatan Kartasura, Minggu (17/9/2023). Untuk CFD sendiri menempati Jalan Slamet Riyadi mulai dari simpang tiga Ngadirejo sampai simpang tiga gapura Keraton Kartasura.

“CFD Kartasura ini sangat positif karena bisa memberdayakaan pelaku UMKM masyarakat sekitar sehingga menggerakkan roda perekonomian,” ujar Etik.

Untuk selanjutnya, Etik berharap pelaksanaan kegiatan CFD Kartasura dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga kegiatan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, Etik juga berpesan agar masyarakat menjaga lingkungan. CFD bisa dijadikan sebagai sarana tempat olah raga, hiburan, refreshing dan dapat menghadirkan UMKM daerah agar perputaran ekonomi bisa bergerak maju di area Kecamatan Kartasura dan sekitarnya.

“Jadi, CFD ini tidak sekadar bebas asap kendaraan bermotor saja, namun juga sebagai upaya Pemkab Sukoharjo memberi wadah masyarakat berolahraga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukoharjo dan khususnya di Kecamatan Kartasura,” katanya.

Disisi lain, Bupati juga meluncurkan Kecamatan Kartasura sebagai pusat kuliner bebek dalam balutan acara Festival Internasional Bebek Kartasura. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Jadi Kartasura Ke-343 Tahun 2023. Pada kesempatan ini juga dilakukan deklarasi Kartasura sebagai destinasi wisata kuliner bebek.

Terkait hal itu, Bupati mengatakan Kecamatan Kartasura memiliki beragam wisata kuliner yang menjadi ciri khas wilayah setempat. Salah satunya yakni menu bebek yang tersebar disejumlah tempat di wilayah Kecamatan Kartasura.

Kuliner bebek salah satunya banyak ditemukan tersebar disepanjang Jalan Slamet Riyadi Kartasura. Bebek menjadi menu makanan yang mudah dijumpai masyarakat di warung sampai rumah makan.

“Kuliner bebek ini juga dapat memajukan perekonomian masyarakat setempat dan daerah karena perputaran uang dengan cepat terjadi seiring banyaknya pembeli,” ujarnya.

Dalam deklarasi tersebut juga dihadiri sejumlah perwakilan orang dari beberapa negara asing seperti Filipina, Laos, Thailand dan lainnya. Perwakilan dari negara asing tersebut juga ikut menikmati olahan makanan menu bebek.

Sedangkan Camat Kartasura, Ikhwan Sapto Darmono, mengatakan, Pemerintah Kecamatan Kartasura sudah lama mendambakan ada CFD di wilayah Kecamatan Kartasura. Sejumlah tahapan telah dilaksanakan dengan melibatkan pihak terkait lainnya seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Satlantas Polres Sukoharjo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo, dan lainnya.

Disinggung tentang kuliner bebek, Ikhwan mengaku di Kecamatan Kartasura sudah sejak lama banyak berdiri tempat usaha kuliner bebek. Hal ini juga membuat Kecamatan Kartasura sudah dikenal masyarakat sebagai tempat kuliner bebek.

“Bebek menjadi menu andalan kuliner pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Kartasura. Mulai dari usaha kaki lima, warung makan dan rumah makan besar menyediakan kuliner bebek,” ujarnya. (*)

Proyek GOR dan Taman Budaya Kembali Disidak Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan sidak di Proyek GOR Tipe B dan Taman Budaya di Kelurahan Gayam, Sabtu (16/9/2023).

SUKOHARJO – Proyek GOR Tipe B dan Taman Budaya di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo kembali disidak oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Sabtu (16/9/2023). Rutinitas sidak tersebut dalam upaya menjaga pembangunan berjalan sesuai jadwal sehingga bisa selesai tepat waktu.

Saat ini, dua proyek tersebut masuk dalam kategori proyek strategis yang dikerjakan tahun ini. Bupati memberikan perhatian khusus atas dua proyek fisik tersebut agar tidak mengalami kendala dan masalah selama pengerjaan.

“Proyek GOR ini kan masuk dalam proyek strategis tahun ini, ingin mengecek sampai mana, tadi dilaporkan ada defiasi dari jadwal. Kalau secara keseluruhan sudah diatas 65%,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, semua proyek yang dikerjakan tahun ini harus selesai tepat waktu dan tepat mutu. Untuk itu, dirinya ingin memastikan proyek berjalan dengan baik.

“Harapannya ya berjalan lancar, kalau ada kendala dicari solusinya sehingga proyek berjalan sesuai jadwal, sesuai kontrak. Kalau tidak selesai nanti saya kabarkan di Jawa Tengah agar kontraktornya tidak dipakai,” ujarnya.

Setelah GOR, bupati mendatangi proyek Taman Budaya yang lokasinya bersebelahan dengan proyek GOR. Proyek Taman Budaya dikerjakan dengan nilai kontrak Rp11,918 miliar.

Proyek tersebut sempat disorot Bupati karena jumlah pekerja yang dinilai minim. Bupati pun sudah meminta pelaksana proyek untuk mengerahkan banyak tenaga kerja agar proyek cepat selesai dan tidak membuang-buang waktu. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Baznas untuk 60 Warga Kurang Mampu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara penyerahan bantuan dari Baznas, Jumat (15/9/2023).

SUKOHARJO – Secara simbolis, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Penyerahan bantuk dilakukan di Lobi Kantor Bupati, Jumat (15/9/2023). Sebanyak 60 warga dari sejumlah kecamatan menerima bantuan dari baznas.

Dalam kesempatan terebut, bantuan yang disalurkan bervariasi mulai dari bantuan biaya pendidikan, gerobak hik, gerobak bubur ayam, bantuan bantuan modal usaha, gerobak bakso bakar, mesin jahit, dan bantuan mesin obras. Selain itu, ada juga bantuan biaya hidup, bantuan pembayaran utang, bantuan pemasangan listrik, biaya pengobatan, pelunasan BPJS, dan lainnya.

Untuk nilai bantuan juga bervariasi, mulai paling kecil Rp1 juta dan paling besar Rp5 juta dengan total bantuan mencapai Rp148,9 juta.

“Bantuan untuk masyarakat kurang mampu rutin diberikan oleh Baznas Sukoharjo. Sebelumnya, warga tersebut mengajukan permohonan bantuan kepada Bupati dan ditindaklanjuti oleh Baznas yang bisa mencairkan bantuan dengan cepat,” jelas Bupati.

Bupati Etik mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo yang tengah membutuhkan. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Prinsipnya saya pasti menindaklanjuti setiap permohonan yang masuk. Jadi, jika masyarakat kurang mampu dan sangat membutuhkan bantuan, bisa mengajukan pada Bupati,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan sumber bantuan tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah dari berbagai pihak utamanya PNS Kabupaten Sukoharjo. Selama ini, berbagai pengajuan permohonan bantuan datang dari masyarakat kepada Bupati. Pengajuan tersebut kemudian diteruskan ke Baznas. (*)

Sungai Dengkeng Akhirnya Dinormalisasi, Bupati Ucapkan Terimakasih Pada Puan Maharani

0

SUKOHARJO – Sungai Dengkeng yang melintas di Kabupaten Sukoharjo akhirnya dinormalisasi. Saat ini, alat berat sudah dilokasi untuk memulai pembersihan dan pengerukan sedimentasi. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyempatkan diri mengecek ke lokasi, tepatnya di Desa Ponowaren, Tawangsari, Jumat (15/9/2023).

Terkait kondisi sungai sendiri, Bupati mengatakan tidak ada langkah lain kecuali normalisasi.

“Yang pertama kami mengucapkan terimakasih pada ibu Puan Maharani yang sudah merespon aspirasi kami sehingga Sungai Dengkeng ini sudah mulai dilakukan pengerukan dan nantinya dinormalisasi,” ujarnya.

Menurut Bupati, secara khusus Puan selaku Ketua DPR RI berpesan padanya agar proses ini dikawal sampai selesai. Pasalnya, tahun depan (2024) pemerintah pusat akan menggelontorkan dana untuk normalisasi, yang nilainya sekitar Rp25 miliar.

Dengan normalisasi tersebut, lanjut bupati, masyarakat yang ada ada di sekitar sungai, khususnya di Desa Grajegan, Lorog, Ponowaren, Majasto, Kedungjambal tidak akan terdampak lagi jika musim hujan tiba.

“Selama ini kan masyarakat itu terdampak banjir, lahan pertanian juga. Jadi dengan pengerukan dan di tahun 2024 nanti normalisasi diharapkan tidak ada lagi banjir. Sekali lagi terimakasih pada Ketua DPR RI yang sudah memperhatikan aspirasi dari Sukoharjo,” ujar Bupato.

Kepala Desa, Ponowaren Didik Dwi Raharjo mengatakan, sungai itu untuk pembuangan dari 7 desa. Dampaknya terjadi penyempitan dan airnya meluber yang mengakibatkan banjir saat musim hujan.

“Persoalan ini sudah bertahun tahun terjadi dan lahan-lahan pertanian terdampak ketika sungai meluap. Hal itu terjadi karena penyempitan sungai,” ujar Didik.

Kepala DPUPR Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, tahap awal ini memang pengerukan dan tahun depan akan dilakukan normalisasi.

“Target dari bawah bendung Lembu putih sampai hilir sungai Kedungjambal (pertemuan dengan sungai buntung), kurang lebih 1 kilometer. Waktu pengerjaan sampai dengan tanggal 15 Oktober mendatang,” ujarnya. (*)

Bupati Hadiri Pencanangan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Jawa Tengah di Desa Weru

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam acara Pencanangan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan di Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Kamis (14/9/2023)

SUKOHARJO – Pencanangan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 digelar di Lapangan Desa Ngreco Kecamatan Weru, Kamis (14/9/2023). Pencanangan dilakukan oleh Irdam IV/Diponegoro, Brigjen Yudi Pranoto dan juga Deputi Bidang Advokasi Pergerekan Informasi BKKBN, Sukaryo, Teguh Santoso.

Selain itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan segenap pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turut hadir dalam pencanangan tersebut.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, Program Bangga Kencana berkontribusi bukan hanya membatasi jumlah kelahiran namun meningkatkan kualitas manusia, diantaranya peningkatan gizi ibu dan anak, mutu tenaga kerja, produktivitas, tingkat pendidikan, kesehatan dan penurunan kemiskinan.

“Keberhasilan dalam Program Bangga Kencana tersebut bukan hanya merupakan keberhasilan pemerintah saja, akan tetapi merupakan keberhasilan seluruh komponen serta Kader KB yang ada, melalui program-program yang lintas instansi, bersifat koordinatif dan sinergitas. Termasuk didalamnya memerlukan peran dari Institusi TNI dan jajarannya,” ujarnya.

Menurutnya, selama TNI menjadi salah satu komponen serta mitra strategis dalam upaya masyarakat untuk ber-KB, dengan berbagai kegiatannya diantaranya: Penyuluhan masyarakat, konseling dan pendampingan calon akseptor, serta diwujudkan melalui kegiatan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan.

“Untuk itu marilah kita sukseskan kegiatan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Tahun 2023. Melalui bakti sosial TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan, mari kita sukseskan Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan masyarakat yang sehat,” kata Bupati.

Sedangkan Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Czi Slamet Riyadi, mengatakan TNI telah mengambil peran penting dalam penguatan program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting diantaranya melalui penggerakan yang dilakukan jajaran TNI hingga lini lapangan, sosialisasi langsung pada masyarakat, hingga penyiapan tenaga dan fasilitas kesehatan yang memadai untuk pelayanan keluarga berencana. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan generasi bangsa yang berkualitas, menyongsong Indonesia emas 2045.

“Tujuan kegiatan secara umum, meningkatkan komitmen dan partisipasi dari jajaran TNI dalam mendukung Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Sedangkan tujuan khusus, lanjutnya, meningkatkan komitmen pimpinan jajaran TNI di setiap tingkatan terhadap Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, meningkatkan capaian Bangga Kencana dan Penurunan Stunting melalui peran aktif jajaran TNI terutama yang ada di lini lapangan, memperkuat kerja sama antara jajaran TNI dengan OPD Pengelola Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting.

Selain itu, juga memperluas cakupan dukungan tenaga dan fasilitas kesehatan TNI dalam rangka mengakomodasi rujukan penanganan stunting di setiap tingkatan dan meningkatkan intervensi pada keluarga risiko stunting yang kurang mampu melalui Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting dari jajaran TNI. (*)

Pembinaan Pelaku Usaha Perikanan di Nguter, Ini Pesan Bupati Sukoharjo

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara pembinaan Pelaku Usaha Perikanan di de Bengawan Cafee & Resto di Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter, Selasa (12/9/2023). Untuk Sukoharjo sendiri, potensi meliputi kegiatan budidaya ikan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan serta penangkapan ikan di perairan umum, dengan jumlah pelaku usaha perikanan sebanyak 2.624 Rumah Tangga Perikanan (RTP).

Bupati mengatakan, produksi perikanan di Kabupaten Sukoharjo berasal dari produksi hasil budidaya ikan sebesar 14.660,62 Ton, Hasil usaha penangkapan ikan di perairan umum sebesar 396,34 Ton, dan hasil olahan perikanan sebesar 2.868 ton.

“Pelaku usaha perikanan hendaknya tidak hanya mengejar produksi ikan saja, tetapi harus mempunyai kesadaran dan tanggung jawab moral dalam menghasilkan produk-produk perikanan yang bermutu dan aman dikonsumsi,” ujar Bupati.

Menurutnya, untuk menghasilkan produk perikanan yang bermutu dan aman dikonsumsi, syarat yang harus dipenuhi adalah:

1. Pembudidaya ikan harus menerapkan standar cara budidaya ikan yang baik. Gunakan pakan ikan yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan, gunakan obat ikan yang teregistrasi dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan, lokasi budidaya ikan harus aman dari kontaminan yang dapat mencemari produk ikan, serta lengkapi kegiatan dengan pencatatan agar semua output dari kegiatan dapat tertelusur.

2. Pengolah hasil perikanan hendaknya menerapkan standar kelayakan pengolahan dengan memperhatikan sanitasi dan higienitas baik bahan baku, peralatan, pekerja maupun lingkungan produksi. Pengolah ikan harus berinovasi mengikuti perkembangan pasar agar memiliki daya saing yang kuat dan menghasilkan produk yang berkualitas dan aman dikonsumsi.

Selain pembinaan pelaku usaha perikanan, pada kesempatan tersebut juga diserahkan berbagai macam bantuan bagi pelaku usaha perikanan di Kabupaten Sukoharjo. Bupati berharap bantuan dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, agar kegiatan usaha perikanan yang sudah dilaksanakan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian di Kabupaten Sukoharjo.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya mengimbau pelaku usaha perikanan yang belum memiliki izin usaha, silahkan berkoordinasi dengan instansi terkait, agar diberikan pendampingan dalam penerbitan izin usaha, atau bisa langsung mendaftarkan usahanya di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.

Selain itu, ujar Bupati, bagi penangkap ikan, mohon untuk melakukan penangkapan ikan menggunakan alat, bahan dan cara yang aman serta ramah lingkungan, agar kelestarian lingkungan ekosistem air dapat terjaga demi keberlangsungan sumber daya alam.

“Kepada Camat dan Kepala Desa, saya harapkan memberikan dukungan bagi pembudidaya dan pengolah ikan di wilayah masing-masing, agar peningkatan kesejahteraan mereka dapat tercapai dan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo dapat terwujud,” tambahnya. (*)

Bupati-Wakil Bupati Kompak Sidak Proyek Taman Budaya dan Gor Tipe B

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa saat sidak proyek Taman Budaya di Kelurahan Gayam, Senin (11/9/2023).

SUKOHARJO – Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo, Etik Suryani-Agus Santosa kompak melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek Taman Budaya dan GOR Tipe B di Kelurahan Gayam, Senin (11/9/2023). Sidak ini merupakan lanjutan sidak sebelumnya yang dilakukan bupati pada Jumat (8/9/2023).

Saat mendatangi proyek Taman Budaya, bupati kembali menyoroti minimnya jumlah pekerja yang ada di lokasi. “Saat sidak hari Jumat (8/9) katanya pekerjanya ada 100 orang per hari, lha ini pekerjanya masih minim, hanya 37 orang,” tandas Bupati.

Bupati pun kemudian menelpon pimpinan kontraktor. Melalui sambungan telepon, bupati minta pada kontraktor untuk memenuhi jumlah pekerja sesuai janji. Harapannya, proyek segera selesai karena waktu pengerjaan tinggal sekitar dua bulan lagi.

“Tolong profesional-lah, jangan bikin khawatir seperti ini, kalau pekerjanya banyak pasti pekerjaan cepat selesai,” kata Bupati.

Sementara, saat mendatangi proyek GOR Tipe B, bupati mengaku sudah banyak perkembangan yang dilakukan pelaksana proyek. Bupati mencontohkan lantai GOR yang sudah dilakukan pengecoran dan diplester. Saat sidak hari Jumat lalu lantai baru proses pemadatan.

Selain itu, ujar Bupati, volume pengerjaan pemasangan atap juga sudah bertambah.

“Intinya kami bersama Pak Agus ini ingin proyek-proyek yang ada selesai tepat waktu. Jangan sampai terlambat apalagi tidak selesai sesuai kontrak,” tandasnya.

Selama ini, ujar Bupati, Wabup berperan memimpin evaluasi pengerjaan proyek-proyek di Sukoharjo. Rapat pun rutin digelar untuk mengetahui perkembangan dan hari ini melakukan peninjauan lapangan untuk monitoring. (*)

Sukoharjo Salurkan Cadangan Beras Pemerintah Tahap II Untuk 68.678 KPM

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyalurkan bantuan Cadangan Beras Pemerintah Tahap II di Lobi Kantor Bupati, Senin (11/9/2023).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharkjo mulai menyalurkan penyaluran bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap II. Penyaluran bantuan beras dibuka secara langsung oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Lobi Kantor Bupati, Senin (11/9).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga melepas sebanyak empat truk pengangkut beras bantuan dari halaman Setda Pemkab Sukoharjo menuju ke wilayah sasaran penerima. Penyaluran akan digelar selama enam hari kedepan, 11-16 September 2023.

“Pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi Bangsa Indonesia, mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh Pemerintah dan Masyarakat secara bersama-sama,” ujar Bupati.

Menurutnya, permasalahan gejolak harga pangan hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Harga pangan yang berfluktuasi akan mempengaruhi masyarakat luas selaku konsumen akhir. Oleh karena itu, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi salah satu prioritas yang harus diwujudkan.

Selama ini, berbagai upaya dan kebijakan telah dilakukan oleh Pemerintah, baik bersifat jangka pendek maupun jangka panjang mengacu pada permasalahan utama yang terjadi selama ini yaitu tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen yang mengakibatkan keuntungan tidak proporsional antara pelaku usaha.

Dalam rangka menjamin ketersediaan bahan pokok dan menjaga stabilisasi harga pangan pokok berbagai upaya terus digencarkan, antara lain dengan penyaluran beras bantuan pangan pemerintah, termasuk yang dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo kepada penerima manfaat yang dilakukan dengan bertahap, yaitu, Pada tahap I yang diberikan kepada 71.913 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sebanyak 10 kilogram setiap keluarga, yang sudah dilaksanakan pada bulan Mei, Juni dan Juli.

Untuk tahap II yang diberikan kepada 68.678 Keluarga Penerima Manfaat, sebanyak 10 kilogram setiap keluarga, yang akan diberikan pada bulan September, Oktober dan Nopember.

“Saya harap bantuan pangan berupa penyaluran cadangan beras pemerintah tersebut akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, bantuan pangan ini juga diharapkan dapat membantu mengendalikan harga beras di pasaran,” kata Bupati.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Cabang Bulog Surakarta, Andrew Ramadhan Shahab mengatakan, Kabupaten Sukoharjo melaksanakan launching penyaluran cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan tahun 2023. Setelah ini, Bulog Surakarta juga akan melaksanakan penyaluran cadangan beras pemerintah ke daerah lain di wilayah Solo Raya.

“Alokasi penerima bantuan cadangan beras pemerintah di masing-masing daerah di wilayah Solo Raya berbeda. Untuk Kabupaten Sukoharjo sekarang disalurkan kepada 68.678 KPM,” ujarnya. (*)

Hadiri Kirab dan Pentas Budaya Hari Jadi Kartasura, Ini yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Kirab dan Pentas Budaya hari Jadi Kartasura, Minggu (10/9/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Pentas Budaya Kartasura, Minggu (10/9/2023). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Memperingati Hari Jadi Kartasura Ke-343 Tahun 2023. Acara tersebut diisi dengan kirab dan juga pentas budaya.

Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan apresiasi kepada segemap panitia dan dan semua pihak atas terselenggaranya acara tersebut.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kirab dan Pentas Budaya Kartasura ini merupakan sebuah kirab dan pentas budaya dan kesenian tradisional, yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kartasura ke-343,” ujar Bupati.

Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan upaya untuk ikut melestarikan kesenian dan budaya tradisional di Sukoharjo, serta perwujudan persatuan dan kesatuan antara pemerintah dengan masyarakat di Kartasura.

Bupati juga mengatakan, Kirab dan Pentas Budaya seperti ini harus didukung bersama, karena kegiatan memiliki arti yang luar biasa. Selain sebagai sarana untuk menampilkan dan melestarikan seni dan budaya, sebagai sarana untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara elemen masyarakat yang ada, juga sebagai hiburan dan tontonan bagi masyarakat di Kecamatan Kartasura dan sekitarnya.

“Untuk itu saya berharap, agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, terus dapat dipertahankan dan ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang, sehingga kegiatan ini mampu dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sebuah potensi wisata daerah, yang mampu mendorong pertumbuhan, kemajuan serta nama baik Kecamatan Kartasura,” paparnya

Bupati juga menyampaikan, dengan momentum peringatan hari jadi tersebut dijadikan ajang untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri serta memantapkan kebersamaan dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sukoharjo, sehingga mampu mendorong pemulihan ekonomi masyarakat menuju Sukoharjo Lebih Makmur Lagi. (*)

Bupati-Wakil Bupati Hadiri Peringatan Haornas 2023 di Gelora Merdeka Jombor

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat kegiatan Peringatan Haornas 2023 di Gelora Merdeka Jombor, Sabtu (9/9/2023).

SUKOHARJO – Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo, Etik Suryani-Agus Santosa menghadiri kegiatan Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-40 2023 di Stadion Jombor, Sabtu (9/9/2023). Peringatan Haornas tersebut diisi dengan sejumlah kegiatan olahraga bersama, yakni jalan sehat dan olahraga lainnya.

Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan, dalam rangka mendukung bangkitnya keolahragaan Nasional dan juga tumbuhnya ekonomi serta produktivitas masyarakat momen peringatan Haornas dilakukan dengan melibatkan masyarakat banyak.

Dikatakan Bupati, dalam menjalankan amanat Undang-Undang Keolahragaan Nomor 11 Tahun 2022 dan juga amanat Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) perlu adanya kolaborasi dan komitmen yang kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Swasta dan Stakeholder Olahraga untuk bersama-sama semangat mencetak Para Juara.

“Hal ini sejalan dengan Logo dan Tema Haornas ke 40 Tahun 2023, Yakni “Gelanggang Semangat Pemenang”. Ya, untuk menjadi pemenang sejati yakni semangat mencetak bangsa yang bugar dan produktif, juga semangat mencetak para pemenang kompetisi pada ajang internasional demi keharuman bangsa dan negara,” ujar Bupati.

Untuk mencapai itu, lanjutnya, tahapan panjang harus dilalui diawali pembudayaan olahraga, pembinaan sejak usia dini secara berjenjang dan sistematis serta didukung dengan penerapan sport science. Hal ini tentunya perlu dilakukan secara serius, teroganisir, profesionalisme, dan pengerahan segenap sumber daya yang kita miliki.

“Gelanggang Semangat Pemenang” merupakan rangkaian dari berbagai macam bentuk apresiasi terhadap para olahragawan dan segenap lapisan masyarakat Indonesia dalam menyatukan semangat hidup aktif dan juang untuk mengharumkan nama bangsa dalam pentas olahraga dunia. Tidak hanya sebatas kekuatan semangat semata saja, namun juga peran aktif dari semua elemen.

“Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada semua insan olahraga dan masyarakat yang selama ini telah bekerja keras dan bekerjasama dalam upaya-upaya memajukan olahraga,” kata Bupati.

“Kepada pahlawan dan insan olahraga berprestasi sebagai penerima penghargaan pada Haornas tahun ini kami ucapkan selamat dan terima kasih atas jasa-jasanya, semoga tetap sukses dengan perjuangannya di dalam peningkatan prestasi dan minat masyarakat untuk berolahraga,” tambah Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan trophy dan juga hadiah kepada pemenang sejumlah lomba, seperti voly, basket, tenis, panahan, dan sepak bola. Bupati juga menyempatkan diri berolahraga tenis dan juga basket. (*)

Bupati Kembali Sidak Proyek, Kali Ini di Proyek GOR dan Taman Budaya

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan sidak di Proyek GOR Tipe B dan Taman Budaya di Kelurahan Gayam, Jumat (8/9/2023).

SUKOHARJO – Inspeksi mendadak (sidak) proyel kembali dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (8/9/2023). Setelah proyek Gedung Parkir dan Taman Plaza II, Bupati melakukan sidak ke proyek pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) Tipe B dan proyek Taman Budaya di Kelurahan Gayam.

Terlihat ikut dalam sidak adalah Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Sekda Widodo dan pejabat Pemkab lainnya. Sidak dilakukan selepas acara Gowes Jumat Pagi di Kecamatan Tawangsari. Bupati dan rombongan kali pertama menyasar proyek GOR Tipe B dengan nilai kontrak Rp51,160 miliar. Di lokasi tersebut, bupati mengecek pelaksanaan proyek.

Tidak hanya di bagian bawah, bupati juga menyempatkan diri naik bagian atas (tribun) dan melihat-lihat pelaksanaan proyek. “Proyek GOR ini kan masuk dalam proyek strategis tahun ini, ingin mengecek sampai mana, tadi dilaporkan ada defiasi 0,6 dari jadwal. Kalau secara keseluruhan sudah 62%,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, semua proyek yang dikerjakan tahun ini harus selesai tepat waktu dan tepat mutu. Untuk itu, dirinya ingin memastikan proyek berjalan dengan baik.

“Harapannya ya berjalan lancar, kalau ada kendala dicari solusinya sehingga proyek berjalan sesuai jadwal, sesuai kontrak. Kalau tidak selesai nanti saya kabarkan di Jawa Tengah agar kontraktornya tidak dipakai,” ujarnya.

Setelah GOR, bupati mendatangi proyek Taman Budaya yang lokasinya bersebelahan dengan proyek GOR. Proyek Taman Budaya dikerjakan dengan nilai kontrak Rp11,918 miliar. Di lokasi tersebut, bupati sempat menyoroti minimnya jumlah pekerja.

Bupati pun meminta pada pelaksana proyek agar serius dalam mengerjakan proyek dengan mengerahkan banyak tenaga kerja agar proyek cepat selesai dan tidak membuang-buang waktu. Hal itu disampaikan bupati karena di lokasi proyek terlihat tidak banyak pekerja yang ada di lokasi. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts