Wednesday, June 10, 2026
Home Blog Page 37

Panggung Hiburan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke-77 Meriah, Bupati Ikut Bernyanyi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat ikut menyanyi saat gelar panggung hiburan Harlah Sukoharjo ke-77, Sabtu (15/7/2023) malam.

SUKOHARJO – Malam resepsi Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke-77 di gelar di panggung simpang lima, Sabtu (15/7/2023) malam. Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diberi hiburan di tujuh titik yang berbeda dengan beragam jenis hiburan.

Panggung hiburan didirikan sejak kawasan buk bolong hingga batas kota. Hiburan yang diberikan pun beragam. Mulai tembang kenangan, campur sari, koes plus-an, musik tradidional, klenengan, pop-rock, keroncong, dan lainnya.

Dalam momen tersebut, Pemkab Sukoharjo memperoleh Anugerah Prakarsa Inklusi 2023 dari Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia.

Panggung hiburan yang ada di tujuh titik pun menjadi serbuan masyarakat. Bahkan, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forkopimda ikut bernyanyi disalah satu panggung. Tak hanya itu, Wakil Bupati, Agus Santosa juga tampil bersama band rocknya “Rockin Praja”.

Sekda Sukoharjo, Widodo menyampaikan bahwa tema dalam Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke-77 Tahun 2023 ini adalah “Aku Bangga Menjadi Bagian Sukoharjo”.

Masih dalam rangkaian peringatan hari lahir, rencananya Pemkab juga akan menggelar pagelaran wayang kulit di Alun-alun Satya Negara pada 29 Juli mendatang dengan dalang Ki Bayuaji. (*)

Bupati Ikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sukoharjo dengan Agenda Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke-77

0
Rapat Paripurna Istimewa Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke-77, Sabtu (15/7/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa dan pejabat Forkopimda mengikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD dengan agenda memperingati Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-77, Sabtu (15/7/2023). Dalam kesempatan itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan dokumen Petikan PP Nomor 16/SD/1946 yang merupakan dokumen lahirnya Kabupaten Sukoharjo kepada Ketua DPRD, Wawan Pribadi.

Selanjutnya, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan pidato. Seluruh prosesi rapat paripurna menggunakan Bahasa Jawa. Dalam pidatonya Bupati menyampaikan, bahwa Peringatan Hari Lahir ke-77 Kabupaten Sukoharjo merupakan cerminan masa lalu untuk menghadapi masa depan. Dengan harapan, masyarakat Sukoharjo tidak melupakan sejarah tentang lahirnya Kabupaten Sukoharjo.

Dikatakan Bupati, nama Sukoharjo berasal dari kata “Suko” dan “Raharjo” yang artinya daerah yang suka dengan kedamaian. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah Kabupaten Sukoharjo yaitu “Mewujudkan Masyarakat Sukoharjo Lebih Makmur” dan juga misi Kabupaten Sukoharjo adalah: mewujudkan “Good Governance” melalui percepatan reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi rakyat berdaya saing tinggi, penguatan pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan, dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan keagamaan.

Bupati melanjutkan, tahun ini yang terdapat sejumlah program pembangunan prioritas antara lain pembangunan Gor Tipe B, pembangunan Taman Budaya, pemeliharaan dan peningkatan jalan kabupaten, pembangunan Gedung Parkir dan Taman Plaza Tahap 2, pembangunan Jalan Desa, iuran Jaminan Kesehatan untuk PBI dan PBPU Kelas 3, subsidi bunga untuk UMKM, dan bantuan sosial santunan kematian.

Untuk kinerja penyelenggaraan pemerintahan, Bupati menyampaikan kinerja pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Sukoharjo sampai dengan tahun 2022 menunjukkan hasil yang signifikan. Sesuai data BPS, IPM Sukoharjo dari tahun ke tahun selalu naik. Pada tahun 2018, IPM sebesar 76,07 dan di tahun 2019 menjadi 76,84. Angka ini terus meningkat di tahun 2020 menjadi sebesar 76,98, tahun menjadi 77,13, dan tahun 2022 naik menjadi 77,94.

Hal tersebut menjadikan Kabupaten Sukoharjo sebagai Kabupaten di Indonesia dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi dan masuk kategori 10 kabupaten terbaik tingkat Nasional.

Selain itu, Angka Harapan Hidup (AHH) di Kabupaten Sukoharjo sejak lahir meningkat signifikan. Pada tahun 2018, Angka Harapan Hidup berada di angka 77,54, sedang Tahun 2019 mencapai 77,55 dan tahun 2020 menjadi 77,65. Pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi 77,73 tahun, dan tahun 2022 kembali naik menjadi 77,82.

Begitu juga dengan Harapan Lama Sekolah (HLS) dimana pada tahun 2018 berada di angka 13,81, tahun 2019 menjadi 13,82 dan tahun 2020 meningkat menjadi 13,83. Tahun 2021 meningkat menjadi 13,84, dan tahun 2022 kembali naik menjadi 13,90.

Selain itu, hingga tahun 2023 ini Kabupaten Sukoharjo juga telah meraih banyak penghargaan di tingkat regional maupun nasional. Antara lain opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan dari BPK selama 8 Tahun berturut-turut dari tahun 2015 sampai dengan Tahun 2022. Kemudian kabupaten dengan Penanaman Padi IP 400 terluas dari Museum Rekor Indonesia (MURI), Penghargaan Nirwasita Tantra untuk Kategori Kabupaten Sedang Tahun 2021, Kabupaten Layak Anak Tahun 2022. Anugerah Perkebunan Indonesia Kategori Pengawalan dan Pendampingan Kebijakan Pembangunan Perkebunan Tahun 2022.

Juga, Golden Certificate Award Tahun 2022 dari Kementerian Pertanian RI kepada Bupati atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam mengembangkan kelapa genjah, serta Satyalancana Wira Karya Tahun 2023 dari Presiden Republik Indonesia kepada Bupati atas peran aktif dalam Bidang Pertanian Melalui Program Gerakan Membangun Petani Milenial.

“Kami sangat memahami bahwa keberhasilan dan penghargaan yang diterima oleh Pemkab Sukoharjo merupakan kerja sama kita bersama. Sehubungan dengan itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD dan Anggota DPRD, Anggota Forkopimda dan seluruh Kepala Daerah, bapak ibu hadirin sekalian,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengatakan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke 77 merupakan atau peristiwa yang tepat refleksi diri. Bupati berharap, menjelang Pilkada 2024 agar memperkuat rasa persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat.

“Menjaga semangat membangun Sukoharjo tercinta, kita bangkitkan perekonomian masyarakat menuju Sukoharjo yang lebih makmur,” ujarnya. (*))

Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo kE-77, Bupati dan Wakil Menari “Tari Kebo Kinul”

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati, Agus Santiosa dan pejabat Forum Koodinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti kirab Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke-77, Sabtu (15/7/2023). Kirab sendiri dari halaman Setda hingga Kantor DPRD dan transit di simpang lima.

Di simpang lima Bupati Etik Suryani, Wakil Bupati, Agus Santosa dan para pejabat Forkopimda ikut menari “Tari Kebo Kinul”. Para pejabat pun tak ketinggalan ikut menari.

Untuk pentas “Tari kebo Kinul” sendiri tercatat diikuti secara massal. Peserta tari tersebut mencapai 3.000 orang dimana sebagian besar diikuti oleh siswa sekolah.

Sebelumnya, para penari membuat pagar betis di sepanjang rute kirab sebelum akhirnya bergerak ke simpang lima untuk ikut menari “Tari Kebo Kinul” yang merupakan tarian lokal Kabupaten Sukoharjo yang sudah diakuis ebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Kabupaten Sukoharjo.

Setelah menari bersama, rombongan bupati pun bergerak melanjutkan kirab menuju Kantor DPRD untuk mengikuti Rapat Paripurna Istimewa. Bupati sendiri terlihat mengenakan busana adat Palembang. Usai rapat paripurna, Bupati menyampaikan alasannya mengenakan busana adat tersebut.

“Kalau pakai busana adat Jawa tahun lalu sudah pernah, jadi tahun ini ingin yang berbeda dari sebelumnya,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan bahwa Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika. Hal itu menjadi salah satu pertimbangannya untuk mengenakan busana adat daerah lain dan yang dipilih adalah Palembang.

“Seperti Pak Jokowi itu yang selalu ganti-ganti mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya. (*)

Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke-77, Bupati Pimpin Upacara dan Kirab

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengikuti Kirab Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-77, Sabtu (15/7/2023).

SUKOHARJO – Puncak acara Peringatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo, Pemkab menggelar upacara di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Sabtu (15/7/2023) pagi. Dalam kesempatan tersebut, semua petugas, peserta, dan juga inspektur upacara mengenakan busana tradisional.

Terlihat para petugas dan peserta upacara mengenakan busana adat Jawa, sedangkan Bupati Etik Suryani yang menjadi inspektur upacara terlihat mengenakan busana adat dari Palembang. Yang menarik lainnya, selama prosesi upacara hingga penyerahan dokumen Petikan PP Nomor: 16/SD/1946 digelar dengan menggunakan Bahasa Jawa.

Dokumen PP sendiri diserahkan dari Bupati kepada Sekda untuk dikirabkan menuju Kantor DPRD yang ada di Kelurahan Mandan dan digelar Rapat Paripurna Istimewa.

Usai upacara, dilanjutkan dengan kirab dimana Bupati, pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan wakil bupati terlihat menaiki kereta kuda. Kirab diawali dengan marching band dan disepanjang rute kirab terlihat disambut para penari Kebo Kinul yang jumlahnya mencapai ribuan.

“Jadi, setelah upacara langsung kirab dan berhenti hingga panggung kehormatan di simpang lima. Transit sebentar untuk penampilan Tari Rampak kebo Kinul dan flashmob,” ujar Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Budi Santoso.

Setelah transit beberapas saat untuk penampilan Tari Kebo Kinul dan Flashmob di simpang lina, kirab dilanjutkan hingga Kantor DPRD untuk Rapat Paripurna Istimewa Harlah Sukoharjo Ke-77. (*)

Dua Raperda Non-APBD Disampaikan Bupati ke DPRD Untuk Dibahas

0
Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa menyampaikan Nota Pengantar Dua Raperda Non-APBD dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis (13/7/2023).

SUKOHARJO – Dua Rancangan Pperaturan Daerah (Raperda) non-APBD disampaikan Bupati Sukoharjo ke DPRD untuk dibahas. Nota pengantar dua raperda tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati, Agus Santosa dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis (13/7/2023).

“Dua raperda tersebut masing-masing Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Raperda tentang Penyelenggaraan Kearsipan. Pada kesempatan ini perkenankanlah saya menyampaikan penjelasan secara umum atas dua raperda tersebut,” ujar Wabup.

Untuk Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, lanjut Wabup, berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, pengaturan pajak daerah dan retribusi daerah perlu dilakukan secara komperhesif dan berdaya guna.

Pajak daerah dan retribusi daerah merupakan sumber pendapatan daerah yang mempunyai peran penting dalam pembiayaan kegiatan pemerintah daerah, pembangunan daerah dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 94 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah menyatakan Jenis Pajak dan Retribusi, Subjek Pajak dan Wajib Pajak, Subjek Retribusi dan Wajib Retribusi, Objek Pajak dan Retribusi, Dasar Pengenaan Pajak.

Selain itu, juga Tingkat Penggunaan Jasa Retribusi, Saat Terutang Pajak, Wilayah Pemungutan Pajak, serta Tarif Pajak dan Retribusi, untuk seluruh jenis Pajak dan Retribusi ditetapkan dalam 1 (satu) Peraturan Daerah dan menjadi dasar pemungutan Pajak dan Retribusi di Daerah.

“Untuk Raperda tentang Penyelenggaraan Kearsipan merupakan bentuk upaya Pemkab Sukoharjo dalam menjamin ketersediaan arsip yang autentik, utuh, dan terpercaya,” ujarnya.

Agus menyampaikan, hal itu untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, serta meningkatkan pelayanan publik. Dengan disusunnya Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kearsipan diharapkan mampu memberikan landasan hukum dalam penyelenggaraan kearsipan di Kabupaten Sukoharjo yang selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta dapat mewujudkan penciptaan, pengelolaan, dan pelaporan arsip sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (*)

Bupati Bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Senam Pagi di Lapangan Desa Polokarto

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo senam bersama di Lapangan Desa Polokarto, Rabu (12/7/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengikuti senam bersama di Lapangan Desa Polokarto, Rabu (12/7/2023). Senam tersebut merupakan rangkaian acara kunjungan kegiatan Gubernur Jateng di Kabupaten Sukoharjo.

Sebelumnya pada Selasa (11/7/2023), Bupati juga mendampingi Gubernur dalam acara “Ngopi Bareng” di Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto.

Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santoso, mengatakan bahwa sejumlah kegiatan dilakukan oleh Gubernur Jateng di Kabupaten Sukoharjo sejak Selasa. Mulai menghadiri acara vaksinasi antraks di Kecamatan Weru, penanganan stunting di Desa Mranggen, Polokarto, dan lainnya.

“Pak Gubernur diketahui juga menginap di rumah warga sebelum pagi harinya mengikuti senam di Lapangan Desa Polokarto,” ujarnya. (*)

Rangkaian Hari Lahir Sukoharjo Ke-77 Tahun 2023, Bupati dan Forkopimda Ziarah TMP Jurug

0
Rangkaian acara hari lahir Kabupaten Sukoharjo Ke-77 2023, Bupati Etik Suryani bersama pejabat Forkopimda ziarah ke TMP Kusuma Bhakti Jurug Solo, Selasa (11/7/2023)

SUKOHARJO – Dalam rangka peringaatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-77, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti Jurug, Solo, Selasa (12/7/2022). Seperti diketahui, di TMP Kusuma Bhakti disemayamkan mantan Bupati Sukoharjo pertama, KMRT Soewarno Honggopati Tjitrohoepojo.

Bupati mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Ke-77, Kabupaten Sukoharjo merupakan refleksi masa lalu untuk menumbuhkan semangat menghadapi masa depan dalam pembangunan yang berkesinambungan. Masyarakat dan seluruh elemen di Kabupaten Sukoharjo, tidak boleh melupakan masa-masa perjuangan dalam membentuk Pemerintahan Daerah ini. Semangat mengabdi itulah yang terus ditumbuhkan, dalam menghadapi masa depan.

“Saya atas nama Pemkab Sukoharjo mengapresiasi penyelenggaraan upacara ziarah dan tabur bunga ini. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengingat dan mengenang jasa para pahlawan sekaligus mendoakan semoga arwah para pahlawan dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Bupati berharap melalui kegiatan ziarah dan tabur bunga tersebut bisa menjadi inspirasi dan motivasi seluruh masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Bupati juga mengatakan, nilai kepahlawanan bisa menjadi sebuah pendorong energi dan spirit baru untuk melaksanakan pembangunan dengan sebaik-baiknya, dalam rangka mengisi kemerdekaan dan mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. (*)

Bupati Resmi Menutup Sukoharjo Expo 2023

0
Dalam penutupan Sukoharjo Expo 2023 sekaligus juga diserajkan trophy dan hadiah kepada pemenang lomba selama expo digelar oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Senin (10/7/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara resmi menutup Sukoharjo Expo 2023 di Gedung Pusat promosi Potensi Daerah (GP3D), Senin (10/7/2023). Hadir dalam peresmian tersebut Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga Wakil Bupat, Agus Santosa. Selama pelaksanaan dari 6-10 Juli 2023, tercatat jumlah pengunjung mencapai 4.829 orang dengan nilai transaksi Rp950,7 juta.

Bupati Etik Suryani, menyampaikan bahwa Sukoharjo Expo 2023 digelar dalam rangka Memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo ke-77 Tahun 2023. Kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Sukoharjo, yang diikuti mulai dari Kementerian, BUMN, BUMD dan Kabupaten/Kota lainnya.

“Kegiatan ini tidak saja meriah, namun telah menampilkan kreativitas dan inovasi dari UMKM, sehingga hal ini menjadi magnet bagi warga masyarakat untuk menyaksikan rangkaian kegiatan Sukoharjo Expo ini,” ujarnya.

Bupati berharap expo tersebut bisa memberikan kontribusi positif sesuai bidang tugasnya masing-masing dalam rangka mendorong pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Sukoharjo. Bupati juga berpesan kepada para pelaku usaha dan UMKM untuk lebih kreatif dan dapat menangkap peluang usaha.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Sukoharjo, Iwan Setiyono menyampaikan, Sukoharjo Expo 2023 dikuti 101 stan mulai dari perwakilan kementerian dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Hukum dan HAM, BUMN, BUMD, sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah, serta pelaku UMKM di Sukoharjo.

Selama expo juga akan digelar berbagai acara seperti hiburan, talkshow, lokakarya, dan juga lomba-lomba. “Expo ini dalam upaya mempromosikan Sukoharjo dengan berbagai potensi yang ada sehingga bisa meningkatkan daya saing. Selain itu, juga untuk membuka peluang investasi dan membuka jaringan pemasangan produk UMKM Sukoharjo,” ujarnya. (*)

Bersama DPRD, Bupati Teken Persetujuan Bersama Penetapan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022 Menjadi Perda

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menandatangani persetujuan bersama penetapan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2022 menjadi Perda, Senin (10/7/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa menghadiri Rapat Paripurna DPRD, Senin (10/7/2023). Rapat tersebut memiliki agenda Penandatanganan Persetujuan Bersama Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2022 menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Dalam pendapat akhirnya, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerjasama legislatif dan eksekutif. Mulai dari penganggaran, pelaksanaan sampai dengan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2022 yang dapat terlaksana dengan baik dan berjalan lancar.

“Setelah mendengarkan Laporan dari Badan Anggaran DPRD, seraya mengucap ”Bismillahirrohmannirohim dan senantiasa memohon petunjuk kepada Alloh subhanahuwa ta’ala, maka saya dapat menyetujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2022 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati.

Menurutnya, sebagaimana hasil audit BPK terhadap LKPD Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2022 bahwa Sisa Lebih Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2022 adalah sebesar Rp304.412.025.326, nilai tersebut yang akan dibahas pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023.

Selanjutnya, penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022 akan disampaikan kepada Gubernur paling lambat tiga hari terhitung sejak tanggal persetujuan. Sedangkan, pendapat, saran, serta imbauan yang disampaikan oleh para DPRD akan menjadi bahan pertimbangan perbaikan untuk peningkatan kinerja di tahun-tahun berikutnya.

Disisi lain, dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Wawan Pribadi tersebut, terungkap jika Realisasi Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022 untuk pendapatan sebesar Rp2.014.818.262.391. Untuk Belanja sebesar Rp2.042.027.814.977. Sedangkan untuk Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp361.683.602.117 dan Pengeluaran Rp30.062.024.205. Sedangkan untuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp304.412.025.326.

“Badan Anggaran memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Sukoharjo atas diraihnya kembali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Jawa Tengah atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2022 dan untuk bisa dipertahankan pada tahun-tahun yang akan datang,” ujar Sekretaris DPRD yang juga Sekretaris Banggar, Basuki Budi Santoso saat membacakan kesimpulan Banggar.

Untuk sejumlah rekomendasi sendiri antara lain Banggar mengharapkan agar kedepan sinergitas antar OPD lebih ditingkatkan sehingga penganggaran lebih tepat sasaran. Badan Anggaran juga merekomendasikan pada Bagian Perekonomian Setda selaku koordinator BUMD agar memberikan pembinaan pada BUMD dan Perbankan di wilayah Kabupaten Sukoharjo untuk lebih profesional serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga dapat meningkatkan pelayanan yang lebih terintergritas.

Selain itu, Banggar juga merekomendasikan pada BPKPAD berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kantor ATR/BPN Wilayah Sukoharjo untuk pertimbangan dalam menentukan besaran target BPHTB. Banggar merekomendasikan dilaksanakannya study potensi retribusi parkir tepi jalan umum, mengingat bertambahnya titik parkir seiring dengan semakin berkembangnya bisnis kuliner dan sektor ekonomi lainnya. (*)

Potensi Desa Wisata Digelar di Alun-alun, Agar Dikenal Luas oleh Masyarakat

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meninjau potensi desa wisata yang dipamerkan di Alun-alun Satya Negara, Minggu (9/7/2023).

SUKOHARJO – Sebanyak 19 Desa Wisata diboyong ke Alun-alun Satya Negara Sukoharjo untuk dipamerkan. Potensi desa wisata tersebut dipamerkan di alun-alun dalam upaya mengenalkan potensi desa wisata ke masyarakat. Gelar Potensi Desa Wisata tersebut dilakukan pada Minggu (9/7/2023) dan dihadiri oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Bupati berharap Pengelola Desa wisata mampu memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki desa wisata. Utamanya dalam menciptakan produk yang bernilai ekonomi tinggi, bersifat unik dengan menggali dan mengembangkan potensi desa atau wilayah sekitarnya yang memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif berbasis kearifan lokal dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap ke depan keberadaan Desa-Desa Wisata tersebut semakin banyak dan bermafaat bagi warga yang ada di sekitarnya,” kata Bupati.

Dikatakan Bupati, pengembangan pariwisata yang berbasis pada kemampuan masyarakat desa setempat merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan desa wisata seperti yang dilaksanakan saat ini, dengan menampilkan sebanyak 19 Desa Wisata yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

Tujuan dibentuknya Desa Wisata tentu sangatlah penting terutama di bidang pariwisata, karena dengan terbentuknya Desa Wisata tersebut, dapat memudahkan pemerintah desa dalam mengembangkan Desa sehingga diharapkan Pengelola Desa wisata mampu memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki desa wisata dalam menciptakan produk yang bernilai ekonomi tinggi.

Sedangkan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Sukoharjo, Setyo Aji Nurgoho, menyampaikan bahwa Gelar Desa Wisata dilaksanakan selama dua hari. Saat ini sudah ada 19 Desa Wisata di Sukoharjo dimana acara ini bertujuan untuk lebih mengenalkan potensi ini pada publik. Sehingga tingkat kunjungan ke desa wisata tersebut meningkat,” ujar

Aji juga mengatakan, pengembangan Desa Wisata yang baik akan berdampak pada ekonomi kerakyatan yang ada di desa tersebut. Karena itu pihaknya menodorng agar pengelola desa-desa wisata tersebut semakin kreatif. (*)

Bupati Buka Kontes Bonsai Nasional Kalpataru III Tahun 2023

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melihat-lihat bonsai peserta kontes di Gelora Merdeka Jombor, Sabtu (8/7/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Kontes Bonsai Nasional Kalpataru III Tahun 2023 di Kompleks Stadion Gelora Meedeka, Jombor, Kecamatan Bendosari, Sabtu (8/7/2023). Kontes bonsai tersebut diselenggarakan oleh PPBI Cabang Sukoharjo.

“Selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta pameran, yang sudah berkenan berpartisipasi untuk mengikuti kegiatan Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Tahun 2023 di Sukoharjo,” ujar Bupati mengawali sambutannya.

Menurutnya, bonsai merupakan miniatur tanaman yang mempunyai nilai seni yang indah, nilai ekonomis untuk diperjual belikan, serta memberikan manfaat edukatif atau pengetahuan tentang jenis pohon yang ada di dunia melalui pembuatan dan dibentuk miniatur.

Pameran bonsai seperti ini sangat diperlukan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap seni tanaman bonsai, dan juga sebagai ajang para pecinta bonsai untuk unjuk kreativitas.

Dalam rangka ikut memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo yang ke 77 Tahun 2023, PPBI Cabang Sukoharjo menyelenggaran Pameran dan Kontes Bonsai Nasional KALPATARU III dengan mengusung tema “Semangat Bonsai Menuju Ekonomi Kreatif”.

“Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga dengan adanya pameran ini dapat meningkatkan semangat pecinta bonsai,” ujarnya. (*)

Bupati Resmi Buka “Sukoharjo Expo 2023” di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka "Sukoharjo Expo 2023" di GP3D, Jumat (7/7/2023) malam.

SUKOHARJO – Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) menggelar “Sukoharjo Expo 2023” di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D). Expo dibuka resmi oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (7/7/2023) malam. Expo tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke-77.

Dalam pembukan tersebut terlihat hadir Ditjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, Yulias MA dan juga dari Ditjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM RI. Terlihat juga pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan juga Wakil Bupati, Agus Santosa.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan bahwa Kabupaten Sukoharjo merupakan kabupaten terkecil kedua setelah Kabupaten Kudus. Selama ini, Sukoharjo dikenal sebagai “Kota Tekstil”, karena terdapat industri-industri besar di bidang tekstil, diantaranya PT Sritex, PT Dan Liris, PT Batik Keris, Panca Bintang dan Dunia Tex.

“Saat ini ekspor yang dilakukan Kabupaten Sukoharjo sudah mencapai ke 72 negara, yang mana hasil ekspor setiap tahunnya kurang lebih menghasilkan USD778 juta,” ujar Bupati.

Disisi lain, lanjutnya, Kabupaten Sukoharjo juga memiliki produk-produk unggulan UMKM yang cukup membanggakan. Antara lain mebel kayu, mebel rotan, batik, kaca grafir, tatah sungging, gitar, gamelan, shuttlecock, jamu tradisional, lurik, sarung goyor, dan industri alkohol.

Bahkan, saat ini Kabupaten Sukoharjo mendapat kepercayaan dari Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah RI untuk membangun rumah produksi bersama Factory Sharing di Desa Trangsan Kecamatan Gatak. Etik berharap pembangunan rumah produksi tersebut dapat berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga dapat bermanfaat bagi para perajin rotan di Desa Trangsan.

“Saya berharap agar kegiatan Sukoharjo Expo ini dapat menjadi agenda tahunan untuk memperkuat kolaborasi antara inovator industri kreatif, pemerintah dan masyarakat,” pesannya.

Sedangkan Kepala Diskopumdag Sukoharjo, Iwan Setiyono, menyampaikan bahwa expo tersebut digelar dalam upaya mempromosikan Sukoharjo dengan berbagai potensi yang ada sehingga bisa meningkatkan daya saing. Selain itu, juga untuk membuka peluang investasi dan membuka jaringan pemasangan produk UMKM Sukoharjo.

“Sukoharjo Expo 2023 ini dikuti 101 stan mulai dari perwakilan kementerian dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Hukum dan HAM, BUMN, BUMD, sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah, serta pelaku UMKM di Sukoharjo,” ujarnya.

Iwan juga mengatakan, selama expo juga akan digelar berbagai acara seperti hiburan, talkshow, lokakarya, dan juga lomba-lomba. (*)

Bupati Lantik Pejabat Struktural, Fungsional Hingga Kepala Puskesmas

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat pelantikan pejabat di Auditorium Gedung Menara Wijaya, Kamis (6/7/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengambil sumpah, janji dan melantik ratusan pejabat struktural, fungsional, administrasi, dan juga kepala puskesmas. Pelantikan dilakukan di Lantaui 10 Gedung Menara Wijaya, Kamis (6/7/2023).

Dalam pelantikan tersebut, terdapat sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), dan satu camat, yakni Camat Kartasura.

Para pejabat eselon II yang terkena mutasi adalah Asisten Administrasi Umum dan Kearsipan Sekda, Abdul Haris Widodo yang dimutasi sebagai Inspektur Kabupaten Sukoharjo. Posisinya digantikan oleh Roni Wicaksono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Penananam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Sedangkan posisi Kepala DPMPTSP kemudian diisi oleh Djoko Poernomo yang sebelumnya menjabat Inspektur Kabupaten. Selain itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Proboningsih Dwi Danarti digeser sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Untuk sementara, posisi yang ditinggalkan Probonigsih masih dibiarkan kosong. Untuk Camat Kartasura, Joko Miranto digeser sebagai Sekretaris DPMPTSP. Sedangkan Camat Kartasura disisi oleh Ikhwan Sapto Darmono.

Selain itu, terdapat juga pejabat administrasi setingkat eselon IV, pejabat fungsional dan juga Kepala Puskesmas.

“Saya harap pejabat yang baru saja dilantik untuk segera menyesuaikan diri dengan ritme pekerjaan di tempat baru,” pesan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Bupati juga menegaskan dalam pelantikan pejabat tidak ada istilah titip-titipan atau pejabat harus membayar. Bupati meminta jika ada informasi titip-titipan pejabat atau harus membayar ke seseorang untuk segera melaporkannya ke Bupati. (*)

Bupati Serahkan Penghargaan “TJSLP Award 2023” Untuk Perusahaan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Wakil Bupati, Agus Santosa saat menyerahkan TJSLP Award 2023, Rabu (5/7/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan Penghargaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP Award) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2023. Penyerahan award dilakukan di Hitel Broters Solo Baru, Kecamatan Grogol, Rabu (5/7/2023).

Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Sukoharjo yang teleh menyelenggarakan acara tersebut.

Lebuh lanjut Bupati mengatakan, “Kita patut bersyukur bahwa berbagai upaya yang dilakukan daerah dalam rangka mensejahterakan masyarakat Kabupaten Sukohajo, telah memberikan hasil yang menggembirakan,” ujarnya.

“Data BPS tahun 2022 menunjukkan, angka kemiskinan di Kabupaten Sukoharjo sebesar 7,61%, terendah di Solo Raya dan No.8 di Jawa Tengah. Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Sukoharjo, sebesar 0,36% terendah di Solo Raya dan terendah kedua di Jawa Tengah,” sambungnya.

Bahkan, Indek Pembangunan Manusia (IPM) kita terbaik untuk kategori kabupaten se Jawa Tengah dengan angka 77,68. Disisi lain angka pertumbuhan di Kabupaten Sukoharjo juga mulai merangkak posistif di angka 5,61%. Kita sempat terkontraksi di angka -1,7% pada saat pandemi Covid 19 yang lalu.

“Capaian tersebut bukan untuk menjadikan kita jumawa, tapi harus bisa kita lihat sebagai modal sosial dan ekonomi yang berharga, untuk bisa menatap Sukoharjo yang lebih baik lagi, melalui berbagai program koloboratif yang bisa dikembangkan bersama, salah satunya melalui program TJSLP.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi daerah saat ini adalah semakin terbatasnya kemampuan keuangan daerah (APBD) dan diskresi dalam pelaksanaannya,” paparnya.

Disisi lain, Bupati menilai ada potensi besar di daerah yang sebenarnya bisa digali lebih optimal, yakni dari Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP), hanya saja sampai saat ini pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Hal tersebut bisa dilihat dari 3 (tiga) hal, yakni: dari kepesertaannya, dari kontribusi pendanaannya, dan
dari program TJSLP yang dijalankannya.

“Dari sisi kepesertaannya, sampai dengan tahun 2022, rata-rata masih dibawah 40 perusahaan dan kecenderungannya terus menurun. Tahun 2020 kepesertaannya sebanyak 28 perusahaan, sedangkan tahun 2021 sebanyak 37 perusahaan dan tahun 2022 sebanyak 23 perusahan,” kata Bupati.

Padahal, lanjutnya, di Kabupaten Sukoharjo terdapat 17 perusahaan besar, 158 perusahaan sedang dan 1.015 perusahaan kecil. Kondisi yang sama juga bisa dilihat dari kontribusi pendanaannya, Tahun 2020 kontribusinya sebesar Rp10,8 Milyar, tahun 2021 sebesar Rp14,1 Milyar Tahun 2022 sebesar Rp13,2 Milyar.

“Dari sisi program TJSLP yang dijalankannya, ada kecenderungan lebih banyak berdasar kepentingan perusahaan dan kurang sinergi dengan program prioritas pembangunan di daerah. Padahal saat ini, kita punya pekerjaan besar yang harus bisa dituntaskan sampai dengan tahun 2024, yakni mewujudkan kemiskinan ekstrem 0% dan stunting dibawah 14% pada tahun 2024. Kolaborasi dan sinergi program adalah kata kuncinya”,” tandas Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati sekaligus meresmikan Aplikasi Sahabat Sukoharjo yang merupakan aplikasi untuk membangun sistem pendataan dan pelaporan secara online dan real time serta menyediakan media informasi program TJSLP berbasis IT dalam rangka untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Program TJSLP di Kabupaten Sukoharjo. (*)

Pembinaan Petani Milenial, Bupati: Jangan Malu Jadi Petani

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka pembinaan petani milenial dalam rangka Gerbang Tami di Kecamatan Nguter, Selasa (27/6/2023).

SUKOHARJO – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menggelar acara “pembinaan Petani Milenial Dalam Rangka Gerbang Tami”. Acara digelar di Balai Penyuluh Kecamatan Nguter dan dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (27/6/2023).

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada para petani Petani Milenial Kabupaten Sukoharjo, yang telah mendukung dan mensupport kegiatan membangun pertanian Sukoharjo. Bahkan, belum lama ini Bupati menerima penghargaan Satyalancan Wirakarya dari Presiden.

“Semoga dengan penghargaan ini dapat memberikan semangat bagi kita untuk lebih meningkatkan pembangunan di Kabupaten Sukoharjo, khususnya di sektor pertanian,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor terpenting dalam Pembangunan Nasional, untuk itu perlu dibangun sinergitas jaringan antar petani lintas komuditas agar terjalin komunikasi dan kemitraan. Sektor pertanian adalah sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia.

Sementara itu, kondisi saat ini masih ada ketimpangan jumlah antara petani muda dengan petani tua. Tidak tertariknya generasi muda ke bidang pertanian karena menganggap bahwa pertanian tidak ada pengembangan karier, pertanian penuh risiko ketidakpastian, tidak menjanjikan dan tidak bergengsi. Kondisi ini harus segera diatasi agar di tahun mendatang tidak terjadi kendala dalam pencapaian target swasembada pangan akibat dari keterbatasan tenaga kerja di bidang pertanian.

“Oleh karena itu saya sangat mengapresiasi adanya inovasi dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, dengan inovasi Gerakan Membangun Petani Milenial (Gerbang Tami). Saya berharap melalui wadah Gerbang Tami bisa dimanfaatkan untuk memberikan motivasi, bertukar informasi serta membangun sinergitas dan kolaborasi antar petani milenial lintas bidang pertanian di wilayah Kabupaten Sukoharjo,” paparnya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada kepada Petani Milenial Kabupaten Sukoharjo yang telah berperan serta dalam kegiatan kampanye Peduli Stunting yang diselenggarakan di The Park Mall Solo Baru. Menurutnya, hal itu merupakan aksi nyata petani milenial dalam penanganan stunting ini sudah dilakukan oleh semua petani milenial sesuai dengan komoditas yang ditekuninya, mulai dari pangan alternatif dari umbi perang, sayur-sayuran organik, buah-buahan, perikanan, peternakan dan bahkan budidaya Alga Spirulina.

“Alga Spirulina ini, bermanfaat untuk mencegah stunting dan gizi buruk, karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi, sehingga bisa meningkatkan regenerasi sel pada anak-anak dan bisa tumbuh sehat dan cerdas,” tambahnya.

Bupati berharap, ke depan Petani Milenial akan semakin kreatif dalam mengembangkan inovasi teknologi, membangun jejaring untuk lebih meningkatkan pengolahan hasil di semua komoditas dalam rangka meningkatkan distribusi pemasaran, sehingga akan semakin banyak generasi muda yang tertarik di bidang pertanian.

“Jangan pernah malu untuk menjadi Petani, Petani itu pahlawan pangan,” pungkasnya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts