Wednesday, June 10, 2026
Home Blog Page 36

Bupati Serahkan Bantuan Baznas untuk 117 Warga dengan Total Rp256 Juta

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani berinteraksi dengan warga penerima bantuan, Jumat (4/8/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk 117 warga. Penyerahan bantuan dilakukan di Lobi Kantor Bupati, Jumat (4/8/2023). Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp256 Juta

“Bantuan untuk masyarakat kurang mampu rutin diberikan oleh Baznas Sukoharjo. Sebelumnya, warga tersebut mengajukan permohonan bantuan kepada Bupati dan ditindaklanjuti oleh Baznas yang bisa mencairkan bantuan dengan cepat,” jelas Bupati.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo yang tengah membutuhkan. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Prinsipnya saya pasti menindaklanjuti setiap permohonan yang masuk. Jadi, jika masyarakat kurang mampu dan sangat membutuhkan bantuan, bisa mengajukan pada Bupati,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan sendiri bervariasi mulai dari bantuan biaya hidup, bantuan sanitasi MCK, bantuan pemasangan listrik, bantuan biaya pendidikan, bantuan biaya pengobatan, dan bantuan modal usaha. Selain itu juga bantuan kursi roda, mesin jahit, gerobak hik, gerobak bakso, peralatan warung, etelase latengan, kompresor, rehab RTLH, peralatan tukang, setrika uap, dan lainnya

Jumlah warga yang memperoleh bantuan sebanyak 117 orang dengan nilai bantuan bervariasi. Mulai paling kecil Rp1 juta dan paling besar Rp20 juta (rehab RTLH) dengan total bantuan mencapai Rp256,8 juta.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan sumber bantuan tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah dari berbagai pihak utamanya PNS Kabupaten Sukoharjo. Selama ini, berbagai pengajuan permohonan bantuan datang dari masyarakat kepada Bupati. Pengajuan tersebut kemudian diteruskan ke Baznas.

“Sebelum bantuan cair, ada proses verifikasi dan validasi kelayakan oleh petugas. Termasuk juga pengecekan kepada calon penerima bantuan,” ujarnya. (*)

Gowes Jumat Pagi, Bupati Giliran Menyapa Warga Kecamatan Bendosari

0
Agenda Gowes Jumat Pagi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Forkopimda di Kecamatan Bendosari, Jumat (4/8/2023).

SUKOHARJO – Agenda Gowes Jumat Pagi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani kembali berjalan. Kali ini, agenda gowes dilaksanakan di Kecamatan Bendosari. Gowes mengambil start dari Balaidesa Sidoresjo dan finih di Balaidesa Mertan. Jarak tempuh gowes kali ini sekitar 8,9 kilometer.

Bupati mengatakan, kegiatan gowes sudah menjadi agenda rutin setiap dua minggu sekali jika tida ada agenda. Menurutnya, Gowes dilaksanakan setiap hari Jumat pagi. Tidak hanya sekadar gowes saja, Bupati mengaku sekaligus melihat kiri kanan, memantau kondisi seperti jalan rusak, dan lainnya.

“Melihat-lihat kondisi sekitar dan sekaligus memberikan solusi jiga memang membutuhkan solusi dari pemerintah. Rutenya menarik karena melewati alaska,” kata Bupati.

Terkait agenda gowes tersebut, Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santoso menyampaikan bahwa agenda tersebut dibuat rutin setiap dua minggu sekali.

“Dulu berawal dari agenda gowes di kompleks Kantor Setda Sukoharjo yang kemudian dibuat keliling di semua kecamatan,” ujarnya.

Budi mengatakan, lokasi gowes selalu berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan yang lain. “Jadi, nanti gowes dilaksanakan di 12 kecamatan. Kalau sudah semua, dimulai lagi dari awal,” ujarnya. (*)

Juru Parkir Mendapat Seragam Baru, Diserahkan oleh Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan segaram baru kepada juru parkir, Kamis (3/8/2023).

SUKOHARJO – Juru parkir di Kabupaten Sukoharjo mendapatkan seragam baru. Penyerahan seragam baru dilakukan di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Kamis (3/8/2023). Seragam baru tersebut diserahkan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, pajak daerah dan retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting guna membiayai pelaksanaan pemerintahan daerah. Melalui Undang-undang Pajak dan Retribusi Daerah, daerah diberikan kewenangan untuk melakukan pemungutan kepada masyarakat berupa pajak daerah dan retribusi daerah, dengan membentuk Peraturan Daerah sebagai dasar pemungutannya.

“Nah, parkir kendaraan merupakan salah satu potensi pendapatan asli daerah yang cukup besar,” ujar Bupati.

Bupati menginformasikan, Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum telah berkontribusi pada PAD Kabupaten Sukoharjo Tahun 2022 sebesar Rp1,084 miliar dari nilai total PAD pada Jenis Pendapatan Retribusi Daerah sebesar Rp19,258 miliar atau sebesar 5,6%. Hal itu menunjukkan bahwa Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum telah menjadi komponen penting di dalam usaha meningkatkan PAD di Kabupaten Sukoharjo.

“Tentu dalam rangka usaha untuk meningkatkan pendapatan daerah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di sektor Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum, diperlukan berbagai upaya bersama yang diharapkan dapat menunjang semua kegiatan peningkatan pengelolaan parkir di tepi jalan umum,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengelola dan petugas parkir. “Penjenengan adalah garda terdepan penghasil Pendapatan Asli Daerah Sukoharjo yang digunakan untuk meningkatkan pembangunan dan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo yang kita cintai ini,” ujar Bupati.

Untuk itu, lanjutnya, Pemkab Sukoharjo memberikan seragam parkir baru kepada petugas juru parkir di Kabupaten Sukoharjo. Diharapkan dengan seragam baru petugas parkir yang diserahkan dapat meningkatkan tanggung jawab seluruh petugas parkir dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Pesan saya kepada teman-teman petugas parkir untuk menarik retribusi parkir dengan sopan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta tempat yang sudah disediakan, hal ini dimaksud agar tidak terjadi stigma di masyarakat bahwa juru parkir melakukan pungutan liar dan memberatkan masyarakat,” pesan Bupati. (*)

Hadiri Babad Gembongan Desa Singopuran, Bupati: Upaya Pelestarian Budaya Lokal dan Mendukung Potensi Wisata Daerah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri acara Babad Gembongan 2023 di Desa Singopuran, Kartasura, Minggu (30/7/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Babad Gembongan Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, Minggu (30/7/2023). Dalam kesempatan tersebut Bupati menilai acara tersebut merupakan upaya untuk melestarikan budata lokal dan juga mendukung potensi wisata daerah.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, saat ini sistem dan struktur pemerintahan sudah semakin maju dan berkembang sehingga sering kali meninggalkan ciri khas yang ada di wilayah masing-masing, sehingga banyak yang mengenal suatu wilayah sebagai sebuah identitas hanya dengan Desa, RW maupun RT saja.

“Keberadaan kampung/dusun sebagai sebuah bagian penting ruang kota, tak terpisahkan dari pengembangan perencanaan kota yang kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, kampung/dusun menjadi bagian dalam menciptakan identitas kota, karena kampung/ dusun menjadi sumber kreatifitas, menjadi pusat kegiatan sosial budaya dan perekonomian kreatif. Keberadaannya menjadi pondasi dan penopang struktur perkembangan pembangunan dalam pembentukan identitas kota.

Dalam konsep tersebut, maka identitas kampung/dusun menjadi penting untuk digali, diperkenalkan dan dimunculkan kembali sebagai sebuah identitas dalam segala hal kekhasannya sebagai tempat yang mandiri dan mendukung konsep yang lebih luas di Kabupaten.

“Babad Gembongan ini merupakan sebuah event budaya dan kesenian tradisional, yang dilaksanakan dalam rangka menggali asal usul kampung/dusun Gembongan dan untuk melestarikan (nguri-uri) budaya dan kesenian lokal, dengan kegiatan antara lain Kirab Budaya Gembongan, Grebeg Tumpeng dan Gunungan dilanjutkan Kembul Bujono, Frahmen dan pentas seni,” paparnya.

Untuk itu, Bupati memberikan mengapresiasi atas penyelenggaran kegiatan Babad Gembongan 2023 ini. Pasalnya, kegiatan memiliki arti yang luar biasa, selain sebagai sarana untuk menggali dan mengenalkan asal usul Dusun Gembongan, sebagai sarana untuk menampilkan dan melestarikan seni dan budaya lokal, serta sebagai sarana untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara elemen masyarakat yang ada, juga sebagai hiburan dan tontonan bagi masyarakat Dusun Gembongan dan sekitarnya.

“Untuk itu saya berharap, agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, terus dapat dipertahankan dan ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang, sehingga kegiatan ini mampu dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sebuah potensi wisata daerah, yang mampu mendorong pertumbuhan, kemajuan serta nama baik Dusun Gembongan,” tambahnya. (*)

Dalam Rangka Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-77, Pemkab Gelar Wayang Kulit

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan wayang kepada Dalang Ki MPP Bayuaji saat Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari lahir Kabupaten Sukoharjo ke-77, Jumat (28/7/2023) malam di Alun-alun Satya Negara.

SUKOHARJO – Dalam rangka Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-77 tahun 2023, Pagelaran Wayang Kulit digelar oleh Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pentas wayang kulit tersebut bertempat di Alun-alun Satya Negara, Jumat (28/7/2023) malam.

Pentas wayang kulit tersebut dihadiri Bupati Etik Suryani bersama Bupati Sepuh Wardoyo Wijaya, Wakil Bupati, Agus Santosa, Sekda Widodo dan jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Pentas wayang kulit tersebut membawakan lakon “Kunti Nugraha” dengan Dalang Ki MPP Bayuaji.

Bupati Etik Suryani menyampaikan apresiasi atas pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo. Menurutnya, acara tersebut merupakan tindakan nyata dalam upaya “nguri-uri” budaya Jawa khususnya Wayang Kulit.

“Seperti kita ketahui bersama, bahwa pewayangan merupakan suatu ensiklopedia yang hidup, tentang perilaku kehidupan manusia yang banyak mengandung falsafah hidup, etika, estetika, kesetiaan, pengabdian dan cinta tanah air,” ujar Bupati.

Menurutnya, pakeliran jangan hanya dilihat sebagai tontonan semata, namun juga harus dijadikan sebagai tuntunan dan falsafah hidup, sehingga mampu menjadi dasar dalam pengabdian kita kepada masyarakat dan Bangsa Indonesia tercinta.

Disisi lain, pagelaran wayang kulit tersebut mendapat animo cukup tinggi oleh masyarakat Sukoharjo dengan hadir langsung di alun-alun untuk menyaksikannya. (*)

Upaya Turunkan Stunting, Bupati Ajak Masyarakat Khususnya Balita Gemar Makan Ikan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani berdialog dengan anak-anak saat acara kampanye gemarikan di Balaidesa Krajan, Kecamatan Gatak, Jumat (28/7/2023).

SUKOHARJO – Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) intensif dilakukan Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perikanan. Seperti yang dilakukan di Balai Desa Krajan, Kecamatan Gatak, Jumat (28/7/2023) dimana digelar acara kampanye gemarikan. Acara tersebut dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Bupati mengatakan, melalui Kampanye Gemarikan diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk menumbuh kembangkan kepedulian dan kecintaan masyarakat Kabupaten Sukoharjo untuk gemar makan ikan sejak usia dini. “Kita berusaha untuk mendorong masyarakat terutama ibu-ibu hamil dan balita serta anak-anak agar gemar mengkonsumsi ikan,” ujar Bupati.

Menurutnya, di dalam ikan ada asam lemak tidak jenuh Omega 3 terutama yang disebut EPA dan DHA yang terbukti dapat menurunkan kadar kolestrol, trigliserida dan lipoprotein darah. Selain itu ikan mengandung zat omega 3 yang sangat penting untuk perkembangan kecerdasan anak terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Bupati juga mengatakan, makan ikan selain bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan anak, juga dapat mencegah terjadinya stunting. Untuk itu, Bupati mendorong peran serta Pemerintah Desa dalam peningkatan angka konsumsi ikan.

“Banyak kegiatan yang dapat dilakukan di lingkungan masing-masing dengan menyuguhkan ikan sebagai hidangan. Bisa saat rapat, pertemuan, dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, mengatakan program gemarikan sudah dicanangkan sejak lama, yakni tahun 2004 dan terus dilakukan hingga saat ini. Program gemarikan juga menjadi program prioritas dinas sejak 10 tahun lalu.

“Sasarannya adalah anak usia sekolah dan masyarakat. Selain dalam upaya penurunan stunting, juga untuk meningkatkan angka konsumsi ikan di Sukoharjo yang masih rendah,” ujarnya. (*)

Sukoharjo Kirim 127 Atlet di Event Porprov Jateng ke-16 Tahun 2023

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melepas atlet Porprov Jateng Ke-16 di Pendopo GSP, Jumat (28/7/2023).

SUKOHARJO – Event Pekan Olah Raga Provinsi (porprov) Jateng Ke-16 tahun 2023, Kabupaten Sukoharjo mengirimkan 186 orang untuk mengikuti event tersebut. Kontingen Sukoharjo dilepas Bupati Etik Suryani di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Jumat (28/7/2023). Porprov Jateng 2023 akan digelar mulai 5-11 Agustus 2023.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memberikan motivasi kepada para atlet untuk meraih prestasi. Dalam kesempatan itu, Bupati menjanjikan bonus untuk atlet peraih medali.

“Ini targetnya berapa emas, saya harap dari 23 cabor yang diikuti bisa meraih medali emas semuanya. Nanti saya siapkan bonusnya,” ujar Bupati disambut tepuk tangan meriah para atlet.

Etik juga berharap kepada seluruh kontingen untuk manfaatkan kesempatan meraih prestasi yang tinggi, agar memberikan kebanggaan tersendiri dan juga akan mengharumkan nama Kabupaten Sukoharjo. Selain itu, Etik juga berharap supaya menjaga nama baik daerah dengan menjunjung tinggi nilai- nilai sportivitas, kejujuran, bersikap dan bertingkah laku yang baik dan sopan.

“Tunjukanlah kita sebagai pribadi yang berasal dari daerah yang menjujung tinggi nilai penghormatan kepada orang lain,” ujarnya.

Bupati juga meminta tim official agar mampu membangun kekompakan, kebersamaan serta saling bekerjasama yang baik sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Termasuk memperhatikan kesehatan para atlet karena faktor non teknis tersebut juga sangat berpengaruh terhadap hasil pertandingan yang dilaksanakan.

Sedangkan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho, menyampaikan 186 kontingen Sukoharjo terdiri dari 127 atlet, 34 pelatih dan official, serta pendamping 25 orang.

“Atlet Porprov Sukoharjo akan mengikuti 23 cabang olahraga. Pelaksanaan Porprov ini akan dilaksanakan di delapan kabupaten/kota di Jateng,” ujarnya.

Aji juga menambahkan, 23 cabor yang diikuti atlet Sukoharjo terdiri dari taekwondo, tinju, tarung drajat, karate, atletik, sepatu roda, menembak, ju jitsu, panahan, tenis lapangan, judo, futsal, renang, dance sport. Selain itu juga balap sepeda, kick bocking, tenis meja, gulat, paralayang, berkuda, billiard, bermotor, dan pencak silat. (*)

Malam-malam, Bupati Antarkan Bantuan ke Rumah Warga di Desa Nguter

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mendatangi warga Nguter untuk menyerahkan bantuan, Kamis (27/7/2023) malam.

SUKOHARJO – Warga Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo dibuat kaget. Pasalnya pintu rumahnya tiba-tiba diketuk. Saat itu, warga Nguter RT 03/05 yang bernama Maniso tengah nonton televisi di rumah sederhananya, Kamis (27/7/2023) malam.

Ternyata, yang datang ketuk pintu adalah orang nomor satu di Kabupaten Sukoharjo, yakni Bupati Etik Suryani. Bupati tiba di rumah Maniso sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Bupati hendak menghadiri Pagelaran Wayang Kulit di dekat rumah warga tersebut.

Kehadiran bupati bukan tanpa sebab karena sebelumnya Maniso diinformasikan tengah sakit dan membutuhkwn biaya. Maniso diketahui menderita penyakit stroke.

Tidak hanya sekadar menjenguk, bupati juga memberikan bantuan biaya pengobatan dan juga paket sembako. Saat bupati datang, Maniso tengah ditemani putrinya.

“Nembe nopo Pak, ooo nonton tv, acarane nopo,” ujar Bupati menyapa.

Kemudian, obrolon ringan pun terjadi dengan topik kondisi warga tersebut. Tak selang berapa lama, bupati pun menyerahkan bantuan pengobatan Rp3 juta dan paket sembako.

“Ini sedikit bantuan dari Baznas Sukoharjo, semoga dapat meringankan bapak, njih,” ujar Bupati.

Usai menyerahkan bantuan, Bupati mengaku menyempatkan diri mampir ke rumah Maniso setelah tahu ada warga di Nguter yang tengah sakit dan memberikan bantuan.

“Jadi sebenarnya saya ada acara menghadiri pentas wayang kulit dan kebetulan rumah Pak Maniso ini dekat dengan lokasi, ya sekalian jalan,” katanya.

Menurutnya, selain Maniso ada warga lain di Nguter yang juga diberikan bantuan, yakni Jasno tapi RT-nya. Bupati meminta kepada masyarakat Sukoharjo yang membutuhkan bantuan untuk tidak sungkan-sungkan mengajukan ke Bupati.

“Silahkan ajukan saja kalau membutuhkam bantuan, nanti pasti ditindaklanjuti,” tambahnya.

Disisi lain, Maniso mengaku sakit stroke sejak dua tahun lalu. Mankso sendiri tidak menyangka akan didatangi langsung oleh Bupati Etik Suryani.

“Tidak menyangka didatangi Bupati sendiri. Tahunya itu hanya mau terima bantuan, tapi kok diantar langsung Bu Bupati. Maturnuwun Bu Etik,” ujarnya. (*)

Upaya Mewujudkan Pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern, Kelembagaan Petani Diperkuat

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan untuk petani saat acara Pembinaan Kelembagaan Petani di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (27/7/2023).

SUKOHARJO – Dalam upaya mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, Dinas Pertanuan dan Perikanan Sukoharjo terus melakukan penguatan kelembagaan petani. Seperti yang dilakukan di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo dimana petani diberi pembinaan kelembagaan, Kamis (27/7/2023).

Acara tersebut dihadiri lansgung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati Agus Santosa dan segenap pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam kesempaan itu Bupati mengatakan pemerintah mempunyai komitmen yang besar dalam pembangunan di sektor pertanian. Terlebih lagi, sektor pertanian penuh dengan ketidakpastian. Dalam berbudidaya tanaman banyak resiko yang dihadapi dari awal budidaya sampai dengan panen.

“Faktor lahan, air, iklim dan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menjadi kendala dalam keberhasilan berbudidaya. Oleh karena itu Pemerintah harus hadir untuk membantu dan mempunyai komitmen yang besar pada pembangunan di sektor pertanian,” ungkap Bupati.

Menurutnya, tantangan di Kabupaten Sukoharjo yang paling nyata dihadapi di masa yang akan datang adalah semakin meningkatnya kebutuhan pangan tetapi luas lahan pertanian semakin berkurang, masih kurangnya infrastruktur pertanian baik berupa jaringan irigasi, pengembangan sumber air baru untuk pertanian, prasarana jalan pertanian, ketersediaan benih dan bibit bermutu yang masih terbatas, masih lemahnya kelembagaan petani dan kemampuan kelompok petani dalam persaingan global.

“Adanya anomali iklim berupa El Nino juga menjadi ancaman gagal panen, untuk itu kolaborasi stakeholder untuk mengatasi kendala ini harus lebih intensif agar kerugian di tingkat petani dapat dikendalikan dan ketersediaan pangan tetap terjaga,” katanya.

Bupati berharap dalam upaya mensiasati kemunculan El Nino setelah tiga tahun fase La, semua petani untuk segera mempercepat tanam, memanfaatkan ketersediaan air, agar pada saat puncak El Nino pada Bulan September, fase pertumbuhan tanaman sudah tidak membutuhkan air.

“Manfaatkan sumber-sumber air yang masih tersedia untuk memaksimalkan produksi komoditas pertanian, gunakan benih yang berumur pendek dan tahan kekeringan agar Kabupaten Sukoharjo tidak hanya surplus pangan, namun juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Sukoharjo pada umumnya,” pesan Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk kelompok tani maupun kelompok pembudi daya ikan (Podakan). Antara lain Kelompok Pembudi Daya Ikan (Podakan) “Mina Makmur” Kelurahan Jetis mendapat bantuan Hibah APBD untuk kegiatan Paket Budidaya Lele sebesar Rp20 juta,.000.000,- (dua puluh juta rupiah), Podakan “Ngudi Makmur Bersikum” Kelurahan Kenep mendapat bantuan Hibah APBD untuk kegiatan Paket Budidaya Lele sebesar Rp110 juta. (*)

Bupati Hadiri Pengukuhan Pengurus Jajaran Satkorcab Banser

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupato, Agus Santosa saat menghadiri pengukuhan Pengurus Jajaran Satkorcab Banser Sukoharjo, Minggu (23/7/2023)

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa menghadiri acara Pengukuhan pengurus Jajaran Satkorcab Banser Kabupaten Sukoharjo. Acara digelar di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemkab, Minggu (23/7/2023).

Mengawali sambutan Bupati menyampaikan ucapan “Selamat dan Sukses “ kepada Pengurus Satkorcab Banser Kabupaten Sukoharjo yang baru saja dikukuhkan. Bupati berharap pengurus yang baru saja dikukuhkan ini mampu menjalankan amanah dengan baik dan mampu membawa GP Ansor Kabupaten Sukoharjo terus maju, dan terus dapat berperan sebagai salah satu elemen kekuatan dalam membangun bangsa dan negara.

“Banser atau Barisan Ansor Serbaguna merupakan tenaga inti GP Ansor sebagai penggerak, pengemban, dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan yang keanggotaannya harus memiliki kedisiplinan dan dedikasi tinggi, ketahanan fisik dan mental yang tangguh, penuh daya juang dan dapat mewujudkan cita-cita GP Ansor dan kemaslahatan umum, serta mampu menjaga dan menciptakan keutuhan NKRI,” ujar Bupati.

Menurutnya, GP Ansor harus mampu memberikan pengabdian yang langsung dirasakan oleh lapisan masyarakat bawah, yang berbasis kepada kebutuhan. Dengan demikian menjadi gerakan kaum muda yang memiliki sence of social yang baik. Saya berharap semoga GP Ansor dapat menunjukkan eksistensinya dalam menjaga dan memelihara keamanan dan keutuhan NKRI.

“Pada kesempatan ini, saya juga mengajak kepada seluruh Keluarga Besar GP Ansor untuk selalu seiring seirama dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Sukoharjo, demi membawa dan mendukung terciptanya Kabupaten Sukoharjo yang Lebih Makmur lagi, baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” ujarnya. (*)

Bupati Gowes Sehat Presisi Bareng Polres Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengikuti Gowes Sehat Presisi Polres Sukoharjo, Minggu (23/7/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengikuti Gowes Sehat Presisi bersama Polres Sukharjo, Minggu (23/7/2023). Dalam acara tersebut, terlihat hadir sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Acara gowes tersebut dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-77 Tahun 2023. Gowes yang menyediakan banyak hadiah tersebut diikuti ribuan masyarakat.

“Hari ini tadi ke CFD Guyangan Kebo di Kampung Klurahan Kecamatan Sukoharjo dan lanjut senam dan Gowes di Polres Sukoharjo,” ujar Bupati.

Bupati mengaku acara gowes sudah bukan hal baru baginya. Pasalnya, selama ini Pemkab Sukoharjo juga punya agenda rutin gowes tiap dua minggu sekali di hari Jumat. Dalam Gowes Jumat Pagi tersebut, lokasi gowes bergiliran di setiap kecamatan.

“Olahraga gowes ini bisa menyehatkan sehingga stamina tubuh juga tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati bergabung bersama para peserta dengan ikut gowes sesuai rute yang telah ditetapkan. (*)

Bupati Kunjungi CFD Guyangan Kebo dan Borong Dagangan PKL

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengunjungi CFD Guyangan Kebo di Kelurahan Klurahan, Minggu (23/7/2023).

SUKOHARJO – Geliat lokasi wisata lokal CFD Guyangan Kebo di Kampung Klurahan, Sukoharjo sampai ke telinga bupati Sukoharjo Etik Suryani. Bahkan, Minggu (23/7/2023) sebelum menghadiri acara Gowes di Mapolres Sukoharjo, Bupati Etik Suryani menyempatkan diri blusukan ke Guyangan Kebo.

Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Sukoharjo tersebut disambut heboh oleh pengunjung CFD yang sedianya memang mengadakan agenda senam bersama dan seni karawitan lokal. Begitu sampai, bupati langsung berjalan menyusuri jalan yang ada di tengah sawah tersebut berinteraksi dengan warga dan PKL.

Tidak hanya itu, hampir seluruh dagangan PKL yang jualan di area CFD Guyangan Kebo dibeli Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati berharap agar CFD Guyangan Kebo nanti lebih berkembang dan berdampak positif bagi ekonomi warga. Utamanya yang ada di Kampung Klurahan.

Tidak lupa, bupati meminta agar kebersihan lingkungan tetap dijaga agar setelah acara tidak menimbulkan dampak negatif.

“Mudah-mudahan ini nanti bisa berkembang lagi dan bermanfaat bagi perekomian warga yang ada di sini. Terus kembangkan dan agar lebih maju lagi,” pesan bupati.

Selain memborong dagangan, Bupati juga berbincang dengan Kardoyo, pemilik Kerbau yang selama ini menjadi ikon Guyangan Kebo. Bahkan bupati berbincang dengan Kardoyo di tempat guyangan.

“Senang sekali seumur-umur bertemu dengan Bupati Sukoharjo Bu Etik apalagi di guyangan kebo ya baru kali ini,” ungkap Kardoyo saat ditemui.

Sejumlah pedagang juga mengaku kaget kehadiran bupati apalagi memborong dagangan mereka.

“Rasanya bangga, karena di tempat yang seperti ini ibu bupati bersedia hadir menyapa kami dan membeli dagangan kami. Terimakasih ibu bupati,” kata Eko, pedagang Cilok.

Haryono, Pengelola CFD Guyangan Kebo mengaku sangat bangga orang nomro satu di Sukoharjo bersedia hadir dan berbaur bersama masyarakat, khususnya yang di Guyangan Kebo.

“Jujur kami tidak menyangka beliau berkenan hadir ke sini, sebuah kehormatan bagi kami Bupti kersa rawuh. Semoga dengan kehadiran beliau Guyangan Kebo ke depan lebih maju dan bermanfaat bagi perekonomian warga,” ujar Haryono. (*)

Peringati Harganas 2023, Petugas KB Ikuti Apel, Bupati: Fokus Penurunan Stunting

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat Apel Petugas KB dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional 2023, Jumat (21/7/2023).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar Apel Petugas KB Se-Kabupaten Sukoharjo dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional Ke-30 Tahun 2023, Jumat (21/7/2023). Apel digelar di halaman Setda Pemkab Sukoharjo dan dipimpin oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Bupati menyampaikan, dengan momentum peringatan Harganas diharapkan semakin meningkatkan semangat dan motivasi dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan bebas stunting, khususnya di Kabupaten Sukoharjo.

“Peringatan ini merupakan momentum bagi kita semua untuk menggerakkan rasa nasionalisme membangun negeri diantaranya melalui Pembangunan Keluarga,” ujar Bupati

Menurutnya, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak. Pengasuhan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan, baik agama maupun sosial budaya merupakan faktor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang berkualitas sebagai generasi penerus bangsa.

Nilai-nilai saling menghormati dan toleransi bisa ditanamkan sejak dini di keluarga. Keluarga menjadi tempat pertama seorang anak belajar bersosialisasi dengan orang lain, yaitu orangtua dan saudara-saudaranya.

“Melalui keluarga, kita membentuk dasar-dasar karakter manusia terutama karakter dan kepribadian anak kita, sebagai generasi penerus bangsa. Di dalam keluarga kita membangun kualitas manusia yang utuh, yang mencakup segi kesehatan, pendidikan, ketrampilan, sikap, karakter dan lain sebagainya. Sehingga kualitas manusia sangat ditentukan oleh Kualitas Keluarga,” lanjut Bupati.

Bupati juga mengatakan, Peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini, mengusung tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting”, sangatlah tepat. Saat ini di wilayah Kabupaten Sukoharjo masih ada balita yang mengalami stunting, kondisi ini disebabkan karena kurang gizi yang cukup lama dan infeksi berulang. Untuk itu diperlukan peran yang aktif antara pemerintah daerah melalui dinas terkait dengan masyarakat dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sukoharjo.

“Saya berharap kepada para petugas KB di Kabupaten Sukoharjo, baik di tingkat Kabupaten, maupun di lapangan seperti PLKB, PPKBD dan Sub PPKBD untuk lebih bersemangat dan senantiasa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait serta fokus dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo,” tambahnya. (*)

Bupati Sampaikan Nota Pengantar KUA-PPAS APBD 2024 ke DPRD

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum APBD – Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2024. Nota Pengantar KUA-PPAS 2024 tersebut disampaian dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis (20/7/2023).

“PPAS APBD Tahun Anggaran 2024, lebih mencerminkan prioritas pembangunan daerah yang dikaitkan dengan sasaran yang ingin dicapai termasuk program prioritas dari Perangkat Daerah terkait. PPAS juga menggambarkan pagu anggaran sementara di masing-masing Perangkat Daerah berdasarkan program, kegiatan dan sub kegiatan. Pagu sementara tersebut akan berubah menjadi pagu definitif setelah Peraturan Daerah tentang APBD disepakati bersama antara Bupati dan DPRD dan ditetapkan oleh Bupati,” terang Bupati.

Menurut Bupati, postur Pendapatan Daerah pada Tahun 2024 masih mengacu pada Tahun Anggaran 2023, karena informasi resmi dari pusat belum ada. Meskipun demikian, pada pos Pendapatan Asli Daerah diproyeksikan naik dibanding APBD Tahun Anggaran 2023.

Estimasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), ditargetkan sebesar Rp388.292.466.950, naik 5,62% jika dibandingkan target PAD Tahun Anggaran 2023. Target tersebut antara lain direncanakan berasal dari Pajak Daerah sebesar Rp198.600.000.000, Retribusi Daerah sebesar Rp20.450.995.100, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp32.047.442.000, serta Lain – lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah sebesar Rp137.194.029.850.

Pada pos Pendapatan Transfer, direncanakan sebesar Rp1.577.248.850.000, naik 0,61 % bila dibandingkan dengan APBD Tahun Anggaran 2023. Pendapatan Transfer terdiri atas Transfer Pemerintah Pusat, dianggarkan sebesar Rp1.392.248.850.000, jumlah ini sementara masih mengacu pada Rincian Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2023.

Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat terdiri atas komponen pos Dana Perimbangan dan Dana Desa. Sedangkan untuk Pendapatan Transfer Antar Daerah, berasal dari Pendapatan Bagi Hasil Pajak Provinsi, dianggarkan sebesar Rp185.000.000.000 dan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah dianggarkan sebesar Rp3.010.000.000 yang berupa Hibah dari Pemerintah Pusat.

“Seluruh pendapatan daerah dianggarkan dalam APBD secara bruto, mempunyai makna bahwa jumlah pendapatan yang dianggarkan tidak dikurangi dengan belanja yang digunakan dalam rangka menghasilkan pendapatan tersebut,” papar Bupati.

Bupati juga mengatakan, target pendapatan merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan, dengan mempertimbangkan realisasi penerimaan tahun lalu, potensi dan asumsi pertumbuhan ekonomi yang dapat mempengaruhi terhadap masing-masing jenis penerimaan, obyek penerimaan dan rincian obyek penerimaan.

Selanjutnya, estimasi Belanja Daerah pada rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp2.289.273.121.800, naik 1,15% jika dibandingkan total belanja daerah pada APBD Tahun Anggaran 2023. (*)

Upaya Wujudkan Petani Maju, Mandiri, dan Modern, Dilakukan Pembinaan Kelembagaan Petani

0

SUKOHARJO – dalam rangka Mewujudkan Pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern, Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menggelar pembinaan kelembagaan petani. Kali ini, pembinaan dilakukan di Kecamatan Baki dan dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (18/7/2023).

“Sektor pertanian penuh dengan ketidakpastian. Dalam berbudidaya tanaman banyak resiko yang dihadapi dari awal budidaya sampai dengan panen. Faktor lahan, air, iklim dan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menjadi kendala dalam keberhasilan berbudidaya,” ungkap Bupati.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah harus hadir untuk membantu dan mempunyai komitmen yang besar pada pembangunan di sektor pertanian. Pasalnya, tantangan di sektor pertanian Kabupaten Sukoharjo yang paling nyata dihadapi di masa yang akan datang adalah semakin meningkatnya kebutuhan pangan tetapi luas lahan pertanian semakin berkurang.

Selain itu, juga masih kurangnya infrastruktur pertanian baik berupa jaringan irigasi, pengembangan sumber air baru untuk pertanian, prasarana jalan pertanian, ketersediaan benih dan bibit bermutu yang masih terbatas, masih lemahnya kelembagaan petani dan kemampuan kelompok petani dalam persaingan global.

“Adanya anomali iklim berupa El Nino dan gangguan Organisme Pengganggu Tanaman menjadi ancaman gagal panen, untuk itu kolaborasi stakeholder untuk mengatasi kendala ini harus lebih intensif agar kerugian di tingkat petani dapat dikendalikan dan ketersediaan pangan tetap terjaga,” kata Bupati.

Untuk mensiasati kemunculan El Nino setelah tiga tahun fase La, Bupati berharap kepada semua petani untuk segera mempercepat tanam, memanfaatkan ketersediaan air, agar pada saat puncak El Nino pada Bulan September, fase pertumbuhan tanaman sudah tidak membutuhkan air. Manfaatkan sumber-sumber air yang masih tersedia untuk memaksimalkan produksi komoditas pertanian.

Juga, ggunakan benih yang berumur pendek dan tahan kekeringan agar Kabupaten Sukoharjo tidak hanya surplus pangan, namun juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Sukoharjo pada umumnya.

Dalam kesempatan itu, secara simbolis Bupati menyerahkan bantuan dari Pemkab Sukoharjo khususnya di Kecamatan Baki. Bantuan antara lain berupa irigasi air tanah, jalan produksi pertania, jaringan irigasi tersier, cultivator, pompa air, dan juga bantuan hibah.

“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan Kabupaten Sukoharjo tetap dapat menjadi lumbung padi di Jawa Tengah,” pungkas Bupati. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts