Thursday, June 11, 2026
Home Blog Page 25

Bupati Resmikan Taman Budaya Suryani Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memimpin kirab budaya dengan naik kereta momen peresmian Taman Budaya Suryani Sukoharjo, Sabtu (20/1/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meresmikan Taman Budaya Suryani Sukoharjo (TBSS) di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Sabtu (20/1/2024). Sebelum seremoni peresmian, terlebih dahulu diawali dengan kirab budaya dari rumah dinas bupati. Kirab dimeriahkan dengan 12 gunungan potensi masing-masing kecamatan dan juga kelompok kesenian.

Dalam kirab tersebut juga diikutioleh pejabat Forkopimda dan juga Wakil Bupati, Agus Santosa. Bupati menyampaikan rasa syukurnya karena bersama Wakil Bupati, Agus Santosa berkomitmen untuk melaksanakan sejumlah proyek strategis di tahun2023 dimana salah satunya adalah Taman Budaya.

“Alhamdullilah proyek sudah terlaksana dengan baik dan selesai sehingga bisa diresmikan hari ini,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, apa yang dinanti-nantikan masyarakat puluhan tahun akhirnya bisa direalisasikan. Harapannya, TBSS bisa memajukan potensi Sukoharjo khususnya bidang kesenian dan kebudayaan.

“Siapapun, masyarakat umum bisa pakai TBSS ini, tentunya sesuai ketentuan yang ada. Monggo semua bisa menggunakan, nanti dijadwalkan dengan baik, tidak perlu “padudon” yang penting TBSS ini bisa ramai dan semarak,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan, TBSS dibangun sebagai upaya memberi ruang ekspresi para kreator atau pelaku seni dan sosialisasi karya seni kepada masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Sukoharjo. Di Taman Budaya yang dilengkapi dengan Pendopo, Amphitheater, dan Ruang Pameran diharapkan seniman Sukoharjo dari berbagai cabang seni bisa menyalurkan kreativitasnya.

“Patut kita syukuri Kabupaten Sukoharjo saat ini mempunyai Taman Budaya, ini artinya hanya Kabupaten Sukoharjo satu-satunya Kabupaten di Wilayah Solo Raya yang mempunyai Taman Budaya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, selain acara Peresmian Taman Budaya Suryani Sukoharjo juga dilakukan peresmina untuk Gedung Parkir dan TamanPlaza II di kompleks Pemkab Sukoharjo. Terkait kirab sendiri, Bupati juga mengatakan ada 12 gunungan dari Kecamatan Se-Kabupaten Sukoharjo yang menampilkan produk unggulannya masing-masing. Misalnya dari Gatak membuat gunungan rotan, dari Nguter menampilkan gunungan jamu dan lain sebagainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Heru Indarjo, menyampaikan, TBSS dibangun dengan biaya Rp11,198 miliar dan selesai akhir 2023 lalu. Heru mengatakan, pembangunan Taman Budaya dalam rangka memberi ruang ekspresi para kreator atau pelaku seni dan kebudayaan dan sosialisasi karya seni kepada masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Sukoharjo.

“Pembangunan Taman Budaya juga dalam upaya Pemkab Sukoharjo untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Untuk menyemarakkan peresmian, di TBSS juga digelar bazar UMKM,” ujarnya. (*)

Resmikan Pendopo Desa Wirogunan Kartasura, Ini Pesan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meresmikan Pendopo dan Lapangan Tenis Desa Wirogunan, Jumat (19/1/2024).

SUKOHARJO – Usai mengikuti Gowes Jumat Pagi, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani juga meresmikan Pendopo dan lapangan tenis Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Jumat (19/1/2024). Acara tersebut juga diikuti Forkopimda sehabis gowes yang finish di Balai Desa Wirogunan.

Dalam sambutannya, desa merupakan pemegang peranan penting dalam pembangunan nasional, bukan karena sebagian besar rakyat Indonesia bertempat tinggal di desa, melainkan desa memberikan sumbangsih yang besar dalam menciptakan stabilitas nasional.

“Pembangunan pendopo desa memiliki makna strategis dalam meningkatkan potensi suatu desa. Masyarakat desa bisa merasakan kenyamanan dalam melakukan pengurusan surat menyurat ataupun pengurusan administrasi lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan pendopo desa juga harus memenuhi persyaratan yang meliputi menyediakan fungsi, keamanan, kenyamanan dan perlindungan keselamatan serta kemudahan dalam memberi pelayanan bagi masyarakat. Untuk penyelenggaraan tersebut diatas perlu adanya ruangan yang memadai sehingga memudahkan akses untuk saling berkoordinasi dan bekerjasama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati juga berpesan dengan adanya pendopo dapat memberikan kenyamanan dalam bekerja, sehingga diharapkan akan mampu untuk mendedikasikan diri lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada warga masyarakat, termasuk dapat pula mendongkrak semangat kerja dengan dukungan sarana dan perasarana yang memadai.

“Saya berharap dengan diresmikannya lapangan tenis ini, dapat menjadi sarana berolah raga bagi warga masyarakat khususnya di Kecamatan Kartasura. Pesan saya, monggo pendopo desa dan lapangan tenis ini dipelihara dengan sebaik-baiknya, sehingga akan terus dapat bermanfaat,” ujarnya. (*)

Gowes Jumat Pagi, Bupati Sapa Warga Kecamatan Kartasura

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat Gowes Jumat Pagi di Kecamatan Kartasura, Jumat (19/1/2024).

SUKOHARJO – Agenda Gowes Jumat Pagi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Forkopimda kembali dilaksanakan. Kali ini, gowes dilaksanakan di Kecamatan Kartasura. Gowes mengambil start dari Kantor LDII Pabelan dan finish di Balai Desa Wirogunan dengan jarak 8,9 kilometer.

Terkait agenda gowes tersebut, Bupati mengatakan, kegiatan gowes sudah menjadi agenda rutin setiap dua minggu sekali jika tidak ada agenda lain.

Menurutnya, gowes dilaksanakan setiap hari Jumat pagi. Tidak hanya sekadar gowes saja, Bupati mengaku sekaligus melihat kiri kanan, memantau kondisi seperti jalan rusak, dan lainnya.

“Melihat-lihat kondisi sekitar dan sekaligus memberikan solusi jiga memang membutuhkan solusi dari pemerintah. Menyapa warga, menyerap aspirasi, ” kata Bupati.

Terkait agenda gowes tersebut, Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santoso menyampaikan bahwa agenda tersebut dibuat rutin setiap dua minggu sekali jika tidak ada agenda lain yang lebih penting.

“Dulu berawal dari agenda gowes di kompleks Kantor Setda Sukoharjo yang kemudian dibuat keliling di semua kecamatan,” ujarnya.

Budi mengatakan, lokasi gowes selalu berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan yang lain. “Jadi, nanti gowes dilaksanakan di 12 kecamatan. Kalau sudah semua, dimulai lagi dari awal,” ujarnya. (*)

Bupati Buka Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal RKPD

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD, Kamis (18/1/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka acara Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD). Acara tersebut digelar di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Kamis (18/1/2024).

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan RKPD adalah dokumen perencanaan Pemerintah Daerah untuk periode satu tahun. Sebagai suatu dokumen resmi rencana daerah. RKPD mempunyai kedudukan strategis, yaitu menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan.

“Pelaksanaan Forum Konsultasi publik ini merupakan mandat dan pelaksanaan dari Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, pada hakekatnya merupakan bagian dari proses penyiapan kebijakan pembangunan tahunan daerah, yang nantinya akan dirumuskan dalam RKPD Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025,” terangnya.

Bupati melanjutkan, pelaksanaannya dibahas bersama dengan seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah, tujuannya agar kebijakan, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya, benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks perencanaan pembangunan daerah, ujarnya, tahun 2025 merupakan tahun transisi yang sangat krusial, satu sisi, RKPD yang disusun, masih mengacu pada RPJMD Tahun 2021-2026, disisi lain, pada tahun tersebut, RPJMD yang baru, yakni RPJMD 2025-2029 disusun oleh kepala daerah terpilih, mendasarkan pada RPJPD Kabupaten Sukoharjo tahun 2025-2045.

“Oleh karena itu, saya harapkan RKPD tahun 2025 yang kita siapkan nantinya, bisa memberi ruang yang fleksibel, untuk menyelaraskan dengan arah kebijakan dan sasaran yang ingin diwujudkan dalam RPJPD Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025-2045, yang saat ini dalam proses penyusunan, sehingga kesinambungan pembangunan di daerah bisa kita wujudkan,” paparnya.

Bupati juga mengatakan, sesuai dengan visi dan misi yang dicanangan dalam RPJMD 2021-2026, pemkab Sukoharjo telah mampu menyiapkan pondasi yang kuat untuk menjamin kesinambungan pembangunan yang ada. Hal itu tercermin dari capaian indikator-indakator makro pembangunan yang ada, seperti IPM, Angka Kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka, Pertumbuhan Ekonomi, Gini Ratio dan PDRB per kapita yang menunujkan hasil baik, rata-rata di atas provinsi dan nasional.

“Dengan pondasi yang baik tersebut, akan menjadi modal berharga untuk menyiapkan pembangunan jangka menengah, yang akan dituangkan dalam RPJMD berikutnya,” ujarnya. (*)

Serahkan Bantuan Karamba, Bupati Berharap Mampu Tingkatkan Perekonomian Warga

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menebar benih ikan karamba di Dukuh Senden, Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Selasa (16/1/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan hibah untuk budidaya ikan karamba di Dukuh Senden, Desa Genang, Kecamatan Gatak, Selasa (16/1/2024). Selain itu, secara simbolis juga menyerahkan bantuan pertanian dan peternakan di sejumlah desa.

“Khusus untuk bantuan hibah di Desa Genang ini sebanyak 25 paket karamba ikan termasuk bibit dan pakannya,” terang Bupati.

Menurutnya, untuk meningkatkan produksi, produktivitas serta kesejahteraannya, Pemkab Sukoharjo terus menampung aspirasi dari masyarakat. Baik itu petani, peternak dan pembudidaya ikan. Pada tahun 2023, berbagai bantuan yang dibutuhkan petani, peternak dan pembudidaya ikan telah direalisasikan dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Sukoharjo tahun 2023.

“Hari ini juga diserahkan secara simbolis berbagai jenis bantuan di bidang pertanian dan perikanan berupa prasarana dan sarana pertanian maupun perikanan dengan harapan dapat meningkatkan produktifitas dan produksi komoditas pertanian, peternakan dan perikanan,” ungkapnya.

Terkait budidaya ikan karamba di Desa Geneng, Bupati berharap dapat meningkatkan nilai pemanfaatan saluran irigasi, sehingga dapat memberikan nilai tambah pada perekonomian Desa Geneng. Namun dalam pemanfaatannya harus diatur agar tidak mengganggu petani pemakai air irigasi.

“Saya minta Dinas Pertanian dan Perikanan mohon untuk terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani, peternak dan pembudidaya ikan agar bisa berkembang. Ketika budidaya ikan berhasil diharapkan juga bisa menekan kasus stunting diSukoharjo,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan, potensi sumber daya alam berupa air di Desa Geneng Kecamatan Gatak sangat besar. Sebab air di saluran irigasi selalu tersedia sepanjang tahun.

Potensi air tersebut sebelumnya sudah dimaksimalkan untuk memajukan sektor pertanian saja. Namun sekarang dikembangkan bertambah budidaya ikan.

“Budidaya ikan dilakukan dengan penyediaan keramba ditempatkan disepanjang saluran irigasi di depan rumah warga. Dengan demikian maka warga lebih mudah dalam melakukan perawatan,” ujarnya. (*)

Bupati Buka Forum Konsultasi Publik RPJPD Tahun 2025-2045

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka acara Forum Konsultasi Publik RPJMD Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025-2045, Selasa (16/1/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka acara Forum Konsultasi Publik RPJMD Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025-2045. Kegiatan yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi (Bapperida) tersebut dilaksanakan di Auditorium Menara Wijaya, Selasa (16/1/2024).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses untuk menentukan kebijakan masa depan, melalui urutan pilihan, yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam jangka waktu tertentu di Daerah.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional juncto Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, RPJPD merupakan perencanaan jangka panjang 20 tahun yang akan menjadi pondasi umum guna perencanaan jangka menengah (RPJMD) yang akan disusun Kepala Daerah terpilih untuk perencanaan lima tahun kepemimpinannya.

“Kita patut bersyukur bahwa hasil evaluasi terhadap pelaksanaan RPJPD sebelumya telah memberikan pondasi yang cukup kuat untuk perencanaan jangka panjang yang akan kita susun bersama. Hal ini bisa dilihat dari beberapa capaian indikator makro pembangunan yang ada,” kata Bupati.

Menurutnya, data tahun 2022 yang dirilis BPS, menunjukkan angka pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 5,61%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sukoharjo sebesar 78,65% lebih tinggi dari angka Provinsi dan Nasional bahkan terbaik nomor kesatu se-Jawa Tengah untuk tingkat kabupaten dan masuk kategori 10 Kabupaten terbaik tingkat nasional.

Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 3,40% terendah ketiga di Jawa Tengah, lebih rendah dari angka Provinsi dan Nasional. Angka Kemiskinan sebesar 7,58% menurun jika dibandingkan dengan angka kemiskinan tahun 2022 sebesar 7,61%, serta angka Kemiskinan Ekstrem sebesar 0,36%, terendah kedua di Provinsi Jawa Tengah.

Selanjutnya berdasarkan Angka Gini Ratio daerah yang menggambarkan tingkat ketimpangan pendapatan penduduk suatu daerah/ wilayah, pada Tahun 2022 Sukoharjo berada pada angka 0,368 masuk level sedang, yang bermakna ketimpangan pendapatan penduduk tidak terlalu besar. Hal ini diperkuat dengan PDRB per kapita atas dasar harga di Kabupaten Sukoharjo yang menunjukkan trend terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada tahun 2022 PDRB per kapita Sukoharjo sebesar 47,71 juta rupiah, angka tersebut tertinggi kedua se-Subosukawonosraten setelah Kota Surakarta.

“Meskipun demikian, kita tidak boleh terlena dengan capaian tersebut. Masih banyak tantangan kedepan yang ada harus kita hadapi bersama,” ujarnya.

Bupati juga mengatajab, bonus demografi yang ada kedepan harus dapat dikelola dengan baik, terlebih berdasarkan survey BPS sampai dengan Tahun 2045, piramida penduduk kita cenderung terbalik. Usia lansia diatas 60 tahun cenderung lebih besar dibanding usia produktif 15-60 tahun sehingga butuh terobosan kebijakan dan program inovatif untuk mengantisipasinya.

“Disisi lain terkait dengan pembangunan atau pengembangan wilayah, saya harapkan bisa sinergi dengan pembangunan wilayah daerah sekitar, khususnya dalam lingkup regional (Subosukawonosraten). Untuk itu kerjasama antar wilayah menjadi point utama kedepan. Dengan koordinasi antar wilayah, kita akan semakin kuat dalam menata Sukoharjo 20 tahun kedepan,” tambah Bupati. (*)

Bupati Kunjungi Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio di Desa Pondok

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengunjungi Sub PIN Polio di Balaidesa Pondok, Kecamatan Nguter, Senin (15/1/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengunjungi acara Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Senin (15/1/2024). Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Pondok, Kecamatan Nguter. Dalam imunisasi ini sasarannya adalah anak-anak dengan rentang usia 0-7 tahun.

“Vaksinasi ini salah satunya bertujuan untuk menanggulangi KLB Polio di Kabupaten Sukoharjo,” ungkap Kepala DKK Sukoharjo, Tuti Tri Rahayu.

Menurutnya, Kabupaten Sukoharjo merupakan wilayah yang mempunyai risiko tinggi penularan Polio Vaccine Derived Polio Virus Type 2 (cVDPV2) dan merupakan wilayah KLB Polio VDPV2 setelah ditemukannya kasus lumpuh layu akut atau acute flaccid paralysis (AFP) terkonfirmasi laboratorium Polio cVDPV2 salah satunya di Klaten.

Terkait dengan vaksinasi ini, lanjut Tuti, Sub PIN dilaksanakan dengan memberikan imunisasi novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV 2) kepada seluruh sasaran usia 0-7 tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

“Sub PIN dilaksanakan sejumlah 2 putaran yang dimulai pada 15 Januari – 21 Januari 2024. Sedangkan putaran II mulai Senin 19 Februari sampai dengan 24 Februari 2024,” ujar Tuti.

Tuti mengatakan, masing-masing putaran Sub PIN dilaksanakan dalam waktu 1 minggu ditambah 5 hari sweeping. Jarak minimal antar putaran adalah 1 bulan. Target cakupan sekurang-kurangnya 95% untuk masing-masing putaran.

“Untuk Kabupaten Sukoharjo jumlah sasaran dan jumlah alokasi vaksin 93.840 sasaran usia 0-7 tahun dan 4.429 vial vaksin,” ujarnya.

Tuti juga mengatakan, vaksinasi polio dalam upaya melindungi penduduk Kabupaten Sukoharjo berusia 0-7 tahun dari penularan virus Polio yang dapat menyebabkan lumpuh layuh akut hingga dapat menimbulkan kecacatan permanen dengan pemberian tetes vaksin polio (nOPV 2). (*)

Bupati Etik Suryani Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2023

0
Bupati Sukoharjo Etik Suryani menerima penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2023 di Gedung Gradhika Praja, Semarag, Sabtu (13/1/2024).

SEMARANG – Bupati Sukoharjo, Etik Suryai meraih penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah tahun 2023. Bupati Etik bersanding bersama 40 tokoh inspiratif lainnya.

Di antaranya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Pj Gubernur Jateng, Habib Lutfi, Kapolda Jateng, Ketua Baznas Jawa Tengah, Ketua Koni Jawa Tengah serta sederet tokoh lainnya. Penghargaan diserahkan di Gradhika Bhakti Praja, pada Sabtu (13/1/2024) malam.

Panitia kegiatan dari Suara Merdeka, Roni Yuwono dalam sambutannya mengatakan, tokoh-tokoh yang meraih penghargaan tersebut sudah melalui seleksi ketat.

“Pengarhagaan Tokoh Inspiratif Jateng 2023 ini bukan sekedar pemberian penghargaan. Tetapi beliau-beliau yang meraih penghargaan ini sudah melalui seleksi dan berdasarkan penilaian dari tim yang terdiri dari wartawan,” ujar Roni.

Sebanyak 40 Tokoh Inspiratif di Jawa Tengah tersebut, lanjutnya, telah memberikan sumbangsih di bidangnya masing-masing dan memberikan inspirasi bagi masyarakat luas.

Asisten II Pemprov Jateng Sujarwanto, mewakili Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dalam sambutannya mengucapkan selamat dan berharap para Tokoh Inspiratif tersebut semakin menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Bupati Etik Suryani sendiri menjadi satu-satunya Kepala Daerah di Solo Raya yang meraih meraih penghargaan Tokoh Inspiratif.

Bupati Etik yang merupakan Bupati perempuan pertama di Kabupaten Sukoharjo ini dinilai sukses dalam memimpin Kabupaten Sukoharjo.

Mulai dari aktifitas bermasyarakatnya yang selalu blusukan ke kampung-kampung bahkan jagong warganya yang punya hajatan serta kebijakan-kebijakannya.

Kebijakan tersebut diantaranya dengan hadirnya Gor Bung Karno Sukoharjo yang beberapa hari lalu diresmikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani serta keberadaan Taman Budaya Sukoharjo yang menjadi pusat kegiatan seni dan budaya di Sukoharjo.

Dua gedung tersebut selama ini dirindukan kehadirannya oleh masyarakat. Sebab selama ini Kabupaten Sukoharjo belum mempunyai Gor yang representatif untuk mengembangkan dan mengasah bibit-bibit atlit.

Selain itu, keberadaan TBS Suryani juga menjadi yang pertama di Kabupaten Sukoharjo. Sebab selama ini seniman dan budayawan yang ada di Sukoharjo sama sekali belum punya wadah untuk menyalurkan bakat di bidang seni dan budaya.

Terkait dengan penghargaan tersebut Bupati Etik Suryani mengucapkan terimakasih dan berharap penghargaan tersebut semakin memacu dirinya untuk terus memberikan pelayanan dan sumbangsih yang terbaik bagi warga Kabupaten Sukoharjo.

Selain pemberian penghargaan, kegiatan yang dihadiri Gus Mus serta sejumlah tokoh kondang di Jawa Tengah tersebut juga diluncurkan Buku 40 Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2023. **

Ketua DPR RI Puan Maharani Resmikan GOR Bung Karno Sukoharjo

0
Ketua DPR RI, Puan Maharani didampingi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meresmikan GOR Bung Karno, Kamis (11/1/2024).

SUKOHARJO – Ketua DPR RI, Puan Maharani meresmikan GOR Bung Karno Sukoharjo, Kamis (11/1/2024). Terlihat, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan juga bupati di wilayah Solo Raya terlihat hadir dalam acara ini.

Dalam kesempatan itu, Puan mengatakan saat bicara tentang olahraga, maka bicara tentang tiga hal. Pertama, olahraga adalah bagian dari usaha menyehatkan rakyat Indonesia dimana salahsatunya dengan menggiatkan olahraga. Dengan adanya GOR ini, ujarnya, masyarakat Sukoharjo memiliki tempat untuk berolahraga sehingga bisa sehat lahir dan batin.

Kedua, olahraga adalah bagian dari membangkitkan jiwa tangguh, disiplin dan bersaing bangsa. “Di tengah dunia yang makin pesat persaingannnya, kita harus makin tangguh, makin disiplin dan gigih dalam bersaing. Saya harap kedepan ada atlet Sukoharjo yang bisa bersaing di kancah internasional,” katanya.

Yang ketiga, lanjut Puan, dengan olahraga ingin memperkuat persatuan dan rasa bangga terhadap Indonesia. Ketika para atlet bisa mengibarkan bendera Indonesia di event lomba internasional, pastilah masyarakat Indonesia memberikan dukungan dan ikut merasa bangga.

“Saya berpesan agar GOR Bung Karno Sukoharjo ini bisa menjadi rumahnya rakyat dalam beraktifitas sosial dan tentunya harus dijaga bersama-sama,” pesannya.

Puan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Etik Suryani dan masyarakat Sukoharjo atas penggunaan nama Bung Karno untuk GOR. “Sebagai perwakilan keluarga menyambut baik dan merasa bangga dan berbahagia bahwa Sukoharjo memilih nama Bung Karno untuk gedung olahraganya. Selaku Ketua DPR RI dan mewakili keluarga besar Bung Karno, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati dan masyarakat Sukoharjo,” tambahnya.

Sedangkan Bupati Etik Suryani menyampaikan, GOR Bung Karno tersebut merupakan salah satu program prioritas seperti pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukoharjo. Total ada 10 proyek strategis dimana salah satunya adalah GOR Tipe B tersebut.

“Dengan pembangunan GOR ini maka Kabupaten Sukoharjo memiliki sebuah GOR yang representatif. Pasalnya, selama ini Sukoharjo belum memiliki GOR untuk pembinaan para atlet. GOR Type B tersebut diproyeksikan bisa menampung enam cabang olah raga (cabor), antara lain bulu tangkis, voli, futsal, basket, tenis lapangan, dan juga sepak takraw,” paparnya. (*)

Gowes Jumat Pagi, Kali Ini Bupati Sapa Warga Kecamatan Baki

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyapa warga saat gowes di Kecamatan Baki, Jumat (5/1/2024) pagi.

SUKOHARJO – Agenda Gowes Jumat Pagi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Forkopimda kembali dilaksanakan. Kali ini, gowes dilaksanakan di Kecamatan Baki. Gowes mengambil start dari halaman Balai Desa Ngrombo dan finish di Balai Desa Gentan.

Bupati mengatakan, kegiatan gowes sudah menjadi agenda rutin setiap dua minggu sekali jika tidak ada agenda lain.

Menurutnya, Gowes dilaksanakan setiap hari Jumat pagi. Tidak hanya sekadar gowes saja, Bupati mengaku sekaligus melihat kiri kanan, memantau kondisi seperti jalan rusak, dan lainnya.

“Melihat-lihat kondisi sekitar dan sekaligus memberikan solusi jiga memang membutuhkan solusi dari pemerintah. Menyapa warga,” kata Bupati.

Terkait agenda gowes tersebut, Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santoso menyampaikan bahwa agenda tersebut dibuat rutin setiap dua minggu sekali jika tidak ada agenda lain yang lebih penting.

“Dulu berawal dari agenda gowes di kompleks Kantor Setda Sukoharjo yang kemudian dibuat keliling di semua kecamatan,” ujarnya.

Budi mengatakan, lokasi gowes selalu berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan yang lain. “Jadi, nanti gowes dilaksanakan di 12 kecamatan. Kalau sudah semua, dimulai lagi dari awal,” ujarnya. (*)

Serahkan DPA Tahun 2024, Bupati: Segera Lakukan Proses Lelang untuk Proyek Strategis

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan DPA Tahun 2024 kepada OPD, Rabu (3/1/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membagikan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2024 kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penyerahan dilakukan di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Rabu (3/1/2024). Dalam kesempatan itu, acara juga dihadiri Wakil Bupati, Agus Santosa, dan Sekda Widodo.

Dalam kesempatan itu Bupati meminta pada OPD pelaksana kegiatan strategis untuk mempercepat proses lelang. “Jangan ditunda-tunda, segera persiapkan proses lelang di awal tahun agar proyek bisa selesai tepat waktu,” tegas Bupati.

Bupati melanjutkan, kegiatan yang sudah direncanakan untuk segera dilaksanakan dan percepatan kegiatan di 2024 sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran. Bupati juga memberikan perhatian khusus pada DPUPR yang melaksanakan lanjutan proyek gedung pertemuan yang sempat bermasalah.

Selain penyerahan DPA 2024, dalam acara itu juga dilaksanakan penandatanganan kontrak antara Pemkab Sukoharjo pada kegiatan pengadaan barang/jasa melalui e-purchasing. Masing-masing Paket Belanja Sewa Bandwith Utama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Paket Belanja Sewa Bandwith Backup dengan PT Milenial Inti Telekomunikasi, Kontrak Penyedia Jasa Kebersihan dan Jasa Pramu Taman dengan PT. Ben Resik Solusindo, dan Kontrak penyedia Jasa Keamanan/Security, Jasa Resepsionis dan Jasa Juru Parkir dengan PT Intens Wira Sembada.

“Saya berharap kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah dengan kegiatan penandatanganan kontrak di awal tahun ini, agar dapat termotivasi segera melaksanakan pengadaan barang dan jasa apapun metode pemilihan penyedia yang dipilih dengan begitu serapan anggaran akan dapat berjalan dengan cepat dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dapat selesai tepat waktu,” tambahnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Sukoharjo, Richard Tri Handoko, mengatakan, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) merupakan dokumen yang memuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran.

“Kegiatan ini dalam rangka percepatan pelaksaaan anggaran nasional APBD sebagai landasan SKPP dalam melaksanakan kegiatan di tahun 2024,” ujarnya. (*)

Bersama Baznas, Bupati Salurkan Bantuan Rehab RTLH di Empat Kecamatan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat penyerahan bantuan rehab RTLH dari Baznas, Rabu(3/1/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)
kembali menyalurkan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di empat kecamatan, Rabu (3/1/2024). Penyerahan bantuan ini perdana untuk tahun 2024 dimana ada lima warga yang menerima bantuan.

Kelima warga penerima bantuan rehab RTLH tersebut adalah Sumini dan Eni Safitri, warga Desa Paluhombo, Kecamatan Bendosari, Supini, warga Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, Wahyuni, warga Desa Telukan, Kecamatan Baki, dan Akip Nasrullah, warga Kelurahan Bulakan, Kecamatan Sukoharjo.

Bupati menyampaikan, nilai bantuan yang diberikan bervariasi Rp15 juta dan Rp20 juta tergantung kondisi rumah yang mendapatkan bantuan. Nilai total bantuan yang diberikan untuk lima warga tersebut Rp90 juta.

“Saya harap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik untuk memperbiki rumah sehingga nantinya memiliki rumah yang layak huni. Nanti hasil rehab rumahnya dilaporkan melalui desa/kelurahan masing-masing,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, selama ini ada permohonan bantuan yang masuk ke Bupati melalui desa dan kecamatan dan diteruskan ke Baznas. Sebelum bantuan diberikan, terlebih dahulu Baznas melakukan survei ke lokasi untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Selama ini datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah yang mendapat bantuan. Dari pantauan ini sekaligus untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan sebelumnya Baznas telah melakukan survei sebelum bantuan diberikan. Menurutnya, survei dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan rehab RTLH.

“Soal nilai bantuan yang berbeda, memang hal itu ditentukan berdasarkan survei di lapangan. Tergantung kondisi rumah masing-masing,” katanya. (*)

Bupati Hadiri Khitanan Massal yang Digelar Oleh Baznas

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meninjau khitanan massal Baznas diLantai10 Menara Wijaya, Sabtu (30/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara khitanan massal yang digelar oleh Baznas, Sabtu (30/12/2023). Khitan massal tersebut diikuti 310 anak dan dilaksanakan di Auditorium Menara Wijaya lantai 10.

Bupati menyampaikan jika khitan adalah salah satu bagian dari syariat agama dan wajib hukumnya bagi anak laki-laki. Dari pandangan agama, fungsi dari khitan adalah mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah.

Sedangkan secara medis, khitan mempunyai faedah yang sangat penting, yakni untuk membuang bagian anggota tubuh yang menjadi persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan.

“Untuk itu, saya mengapresiasi Baznas Sukoharjo atas terselenggaranya khitan massal ini dan semoga kegiatan ini dapar terus dijadikan agenda rutin tahunan,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, dengan khitan massal masyarakat mendapatkan manfaat ganda, yakni bermanfaat untuk mendidik anak-anak untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dan juga merupakan bagian dari pemanfaatan bantuan dana zakat atau infaq yang dikelola Baznas dengan cara kreatif.

“Yang kedua, kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan oleh Baznas ini merupakan bagian dari bantuan dan pentasyarufan dana zakat atau infaq dari mustahiq dengan cara-cara yang kreatif.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan khitanan massal sudah menjadi agenda rutin tiap tahun Baznas Sukoharjo dimana tahun ini diikuti 310 anak. Sardiyono melanjutkan, setiap anak peserta khitan massal tersebut mendapat paket bantuan dari Baznas. Setiap anak mendapat paket berupa sarung, baju koko, kopiah, tas, paket alat tulis, dan uang saku Rp200 ribu serta suvenir.

“Dalam khitan massal ini ada 300 tim dimana satu tim terdiri dari atas satu dokter dan satu paramedis yang berasal dari RSUD, Puskesmas, dan rumah sakit swasta di Sukoharjo,” katanya. (*)

Bupati Buka Festival SSB Kelompok Umur 10 dan 11 Tahun 2023

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Festival SSB KU 10 dan11 Tahun di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Bendosar, Jumat (29/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Festival Sekolah Sepak Bola (SSB) Kelompok Umur (KU) 10 dan 11 Tahun di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Kecamatan Bendosari, Jumat (29/12/2023). Festival SSB tersebut diikuti 32 SSB se-Kabupaten Sukoharjo. Festival SSB sendiri digelar selama duahari, 29-30 Desember 2023.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, sepak bola merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat saat ini. Karena sepak bola bersifat universal, diterima dan disukai masyarakat secara global.

“Dalam sepak bola, emosi dan semangat yang dibawa setiap pertandingannya mampu memikat perhatian banyak orang, tanpa memandang golongan dan kelompok. Sebagaimana cabang-cabang olahraga lainnya, sepak bola juga melahirkan pribadi yang sehat, jiwa sportifitas dan kebersamaan baik antara pemain dan supporter,” ujarnya.

Menurutnya, sebuah prestasi pada umumnya dan prestasi olahraga khususnya tidaklah mungkin diraih dengan cara instan, tetapi memerlukan adanya kerjasama, keuletan dan ketekunan dalam berlatih. Untuk itu saya tekankan agar pembinaan secara terprogram dan berkesinambungan terus dilakukan, tidak hanya menjelang adanya kejuaraan atau turnamen saja.

“Oleh karena itu, saya mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan Festival Sekolah Sepak Bola (SSB) Kelompok Umur 10 dan Kelompok Umur 11 Piala Bupati Tahun 2023 ini,” kata Bupati.

Bupati berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin dan bisa kembali diselenggarakan di ditahun-tahun yang akan datang. “Harapan saya, selain sebagai ajang kejuaraan atau kompetisi, dapat juga sebagai sarana pembinaan bagi klub dan para pemain, sehingga melalui festival kejuaraan seperti ini akan dapat melahirkan talenta-talenta muda yang berkarakter, berbakat dan berprestasi dalam cabang sepak bola,” kata Bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho, mengatakan, total ada 32 Tim SSB se-Kabupaten Sukoharjo ikut serta dalam festival SSB KU 10 dan 11 Piala Bupati Tahun 2023. Jumlah peserta tersebut sesuai harapan panitia mengingat tingginya animo peserta festival sepakbola di Kabupaten Sukoharjo khususnya dari kelompok usia anak-anak.

“Kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan atlet khususnya sepak bola. Selain itu bagian penting pendidikan pada anak terkait bidang olahraga disaat mengisi libur sekolah,” ujarnya. (*)

Bupati Sukoharjo Kukuhkan Komite Seni Budaya Nusantara Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengukuhkan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Sukoharjo di Taman Budaya Sukoharjo (TBS) Kamis (28/12/2023) malam.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengukuhkan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Sukoharjo di Taman Budaya Sukoharjo (TBS), Kamis (28/12/2023) malam.

Pengukuhan tersebut sekaligus soft launching Taman Budaya Sukoharjo (TBS) yang ada di wilayah Kelurahan Gayam.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengucapkan selamat dan diharapkan dapat menjalankan amanat yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017.

Yang diantaranya meliputi perlindungan kebudayaan, pengembangan kebudayaan, pemanfaatan kebudayaan dan pembinaan kebudayaan yang meliputi 10 objek kebudayaan mulai dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, ritus sampai cagar budaya.

“Keberadaan KSBN sebagai lembaga Pengembangan Seni Budaya Nusantara tentunya harus mampu membaca dan mematahkan permasalahan seperti anak-anak muda milenial yang lebih condong pada budaya barat dan harus menjadi garda terdepan dalam memajukan serta melestarikan Seni Budaya Nusantara di Negeri kita ini,” ungkap bupati.

Selain itu, Pengurus KSBN memiliki tugas dan tanggungjawab lebih besar dalam menjalankan roda organisasinya, baik eksternal maupun internal.

Oleh karena itu, koordinasi dengan yang diatas maupun yang dibawahnya harus terus dilakukan, dengan pendekatan dan pembinaan secara berkala.

“Saya berharap serta mengajak kepada para Pengurus KSBN untuk mengajarkan anak-anak muda kita, anak-anak milenial kita untuk kembali mencintai Seni Budaya Nusantara dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya anggotanya agar mampu berperan aktif berupaya membantu pemerintah dalam menciptakan kualitas Sumber Daya Manusia Nusantara yang Gemilang serta mampu memajukan kebudayaan nasional dan memperkenalkan budaya Indonesia ke mata dunia.”

Terkait dengan pengurus, Agustinus Setiyono dikukuhkan sebagai Ketua Umum KSBN, Ketua Harian I Suparmin, Ketua Harian II Havid Danang, Sekretaris Firmansyah.

Hadir dalam kesempatan tersebut, pejabat Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta tamu undangan lainnya. **

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts