Thursday, June 11, 2026
Home Blog Page 28

Bupati Pimpin Upacara HUT Korpri ke-52 dan HUT PGRI ke-78 di Alun-alun Satya Negara

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memimpin Upacara Peringatan HUT KORPRI Ke-52 dan HUT PGRI ke-78 di Alun-alun Satya Negara, Rabu (29/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menjadi inspektur upacara (Irup) Peringatan HUT KORPRI Ke-52 dan HUT PGRI Ke-78 Kabupaten Sukoharjo Tahun 2023 di Alun-alun Satya Negara, Rabu (29/11/2023). Upacara tersebut diikuti seluruh PNS dilingkungan Pemkab Sukoharjo dan dihadiri pejabat Forkopimda.

“Mengawali sambutan ini, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengucapkan “Selamat Hari Ulang Tahun KORPRI Ke-52 dan HUT PGRI Ke-78″ kepada Keluarga Besar Korps Pegawai Republik Indonesia dan seluruh guru serta tenaga pendidikan di Sukoharjo,” ujar Bupati.

Bupati mengajak momentum ini sebagai motivasi dan pembangkit semangat, dalam bekerja dan berkontribusi melayani kepentingan publik dan mewujudkan fungsi KORPRI sebagai perekat persatuan bangsa dan sebagai prasyarat pembangunan nasional. Peran PGRI sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa, yang dimasa depan akan menerima tongkat estafet kepemimpinan dalam rangka mengembangkan dan memajukan pendidikan, khususnya di Kabupaten Sukoharjo.

Selanjutnya, Bupati membacakan Sambutan dari Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Zudan Arif Frakulloh.

Ketua Umum KORPRI mengajak momentum ulang tahun ke 52 marilah kita jadikan sebagai upaya untuk meneguhkan KORPRI sebagai Penguat NKRI dan Pelindung ASN.

Semua program tersbut tentunya tidak akan terlaksana dengan baik tanpa kerja-kerja yang optimal dari seluruh ASN. Dari keberhasilan Indonesia melewati Pandemi Covid-9 dengan baik sehingga dipuji khalayak internasional hingga program-program terobosan dan reformasi struktural yang telah berdampak positif ke masyarakat luas adalah bagian dari kerja keras para ASN.

“Selain itu peran aktif para ASN anggota KORPRI dalam mengendalikan inflasi dan penanganan stunting sangatlah besar. Inflasi terus kita kendalikan dan stunting secara bertahap dapat kita turunkan dan insya allah tahun 2024 sudah sesuai target dapat mencapai 14% atau bahkan kurang dari itu,” ujar Bupati membacakan sambutan Ketua Umum KORPRI.

Disampaikan juga saat ini dunia sudah digerakan oleh AI (Artificial inteleigence), IoT (Internet of Thing), Big Data, sistem dan algoritma pemrograman, coding, maupun verifikasi biometrik sehingga tidak bisa lagi menggerakan pemerintahan dengan cara-cara lama. KORPRI tidak boleh menyelesaikan masalah saat ini dengan pendekatan masa lalu. KORPRI harus menyelesaikan masalah yang ada saat ini dengan pendekatan yang paling update. (*)

Hadiri Lomba Masak Ikan, Bupati: Upaya Dongkrak Angka Konsumsi Ikan di Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjio, Etik Suryani saat meninjau masakan ikan para peserta lomba di Pendopo GSP, Selasa(28/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri pelaksanaan Lomba Masak Ikan Tingkat Kabupaten 2023 yang digelar Dinas Pertanian dan Perikanan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (28/11/2023). Lomba tersebut bertujuan untuk mendongkrak angka konsumsi ikan masyarakat.

Bupati mengapresiasi pelaksanaan lomba masak ikan tersebut. Pasalnya, kegiatan tersebut dalam upaya memasyarakatkan gemar makan ikan (gemarikan). Lomba masak ikan sebagai ajang bagi anggota TP PKK selaku penggerak kegiatan masyarakat dalam berkreasi menciptakan menu olahan ikan yang enak, bervariasi, dan menarik disajikan.

“Budaya makan ikan bagi masyarakat perlu terus digalakkan karena kandungan gizi ikan yang sangat tinggi, baik untuk kesehatan, serta baik pula untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak-anak,” ujar Bupati Etik.

Bupati juga mengatakan, lomba masak ikan tersebut menggunakan bahan dasar ikan patin dengan tema “Ragam Menu Ikan untuk Mewujudkan Generasi Sehat, Kuat dan Cerdas”. “Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mendukung percepatan peningkatan angka konsumsi ikan dan penganekaragaman olahan berbahan baku ikan di Sukoharjo. Juga, untuk membantu menurunkan angka stunting,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, ujar Bupati, diharapkan dapat tercipta berbagai menu ikan (tidak hanya digoreng/dibakar/dipepes), dengan variasi menu olahan ikan yang semakin beragam diharapkan dapat meningkatkan selera masyarakat dalam mengkonsumsi ikan.

“Selain itu melalui lomba ini diharapkan dapat menjadi sarana dalam menyebarluaskan menu olahan ikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga berharap kegiatan dapat mendorong peningkatan angka konsumsi ikan di Kabupaten Sukoharjo serta dapat mendorong masyarakat untuk lebih gemar makan ikan, sehingga gizi masyarakat dapat tercukupi dan masyarakat Kabupaten Sukoharjo menjadi masyarakat yang sehat dan anak-anak balita terhindar dari masalah stunting.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, mengatakan lomba tersebut merupakan salah satu upaya sosialisasi dan memasyarakatkan ikan kepada masyarakat dengan harapan angka konsumsi ikan di Sukoharjo naik.

Dengan peserta ibu-ibu dari TP PKK kecamatan maupun desa, diharapkan aneka menu masakan ikan yang ada disebarkan kepada masyarakat. Dengan beragamnya menu masakan ikan diharapkan masyarakat khususnya anak-anak lebih tertarik untuk makan ikan.

“Lomba ini diikuti 24 kelompok yang terdiri dari TP PKK tingkat kecamatan maupun desa,” ujarnya. (*)

Bupati Launching Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2023

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meluncurkan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Kabupaten 2023, Senin (27/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meluncurkan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Kabupaten 2023. Peluncuran kompetisi yang diadakan oleh Bagian Organisasi Setda tersebut dilakukan di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Senin (27/11/2023).

Bupati menyampaikan, pelayanan publik adalah tujuan akhir dari reformasi birokrasi. Dengan inovasi pelayanan publik, persepsi masyarakat tentang pelayanan yang berbelit akan berubah. Perubahan sistem pelayanan yang semakin modern menempatkan masyarakat sebagai subjek dan prioritas.

“Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik merupakan langkah strategis untuk menjaring inovasi pelayanan yang dilahirkan oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan inovasi pelayanan publik tidak berhenti pada kegiatan kompetisi untuk penciptaan inovasi, namun juga meliputi pengembangan inovasi melalui transfer pengetahuan atau replikasi, serta pelembagaan inovasi agar berkelanjutan. Dengan demikian, tujuan percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik dalam rangka mendorong capaian reformasi birokrasi dapat segera terpenuhi.

KIPP 2023 ini mengusung tema: “Inovasi Pelayanan Publik untuk Mewujudkan Sukoharjo Unggul, Sejahtera dan Berkeadilan”. “Kompetisi ini diselenggarakan dalam rangka sebagai upaya membudayakan inovasi, menumbuhkan semangat berkompetisi secara positif dan mendorong percepatan pencapaian target nasional Sustainable Development Goals (SDGs) Sukoharjo serta meningkatkan partisipasi Kabupaten Sukoharjo pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di Tingkat Nasional yang dilaksanakan secara berkala setiap tahun,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, secara berturut-turut selama 2 tahun ini Sukoharjo telah berhasil meraih Penghargaan Top 45 KIPP dari Menteri PANRB, yaitu di tahun 2022 melalui inovasi Gerakan Literasi Sukoharjo (GELIS) yang diprakarsai oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, dan yang terbaru tanggal 21 November 2023 kemarin, melalui inovasi gerakan Semangat Bangun Desa melalui Program Kampung Iklim (Sembada Proklim) yang diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Sedangkan Kabag Organisasi Setda Sukoharjo, Joko Purwanto, mengatakan maksud dari KIPP di Lingkungan Pemkab Sukoahrjo adalah untuk mendorong kompetisi positif antar penyelenggara pelayanan publik dalam peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. KIPP bertujuan unnuk mendorong terciptanya inovasi pelayanan publik dalam rangka peningkatan pelayanan publik.

“Selain itu juga nantinya menggunakan inovasi pelayanan yang terpilih sebagai bahan untuk transfer pengetahuan/replikasi inovasi pelayanan publik. Peserta KIPP adalah seluruh Perangkat Daerah, Unit Pelaksana Teknis Perangkat Daerah dan BUMD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya. (*)

Semua Kecamatan Miliki Gedung Sanggar Inklusi Mandiri, Terakhir Kecamatan Tawangsari

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat peresmian Sanggar Inklusi Mutiara Hati Kecamatan Tawangsari, Senin (27/11/2023).

SUKOHARJO – Hingga November 2023 ini Kabupaten Sukoharjo resmi memiliki 12 gedung sanggar inklusi disemua kecamatan. Peresmian terakhir dilakukan di gedung Sanggar Inklusi Mutiara Hati Kecamatan Tawangsari, Senin (27/11). Peresmian dilakukan oleh Bupati Etik Suryani dengan dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo.

“Penyandang disabilitas maupun Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), memiliki hak yang sama di masyarakat. Disabilitas bukan berarti menjadi hambatan untuk menjalani kehidupan. Penyandang disabilitas tidak berarti mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka sama seperti kita, hanya saja memiliki cara yang berbeda dalam melakukan suatu aktivitas yang tidak dapat mereka lakukan karena keterbatasannya,” terang Bupati.

Untuk itu, lanjutnya, masyarakat harus harus memahami para penyandang disabilitas sebagai dukungan bagi mereka untuk berkembang dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat serta memberikan hak yang sama sebagai warga negara.

Tidak jauh berbeda, memiliki anak berkebutuhan khusus bukan hal yang mudah bagi orang tua manapun. Perhatian orang tua sangat penting bagi tumbuh kembang mereka. Sehingga, orang tua perlu belajar memahami dan mendampingi, agar mereka selalu percaya diri dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Anak berkebutuhan khusus mempunyai keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental-intelektual, sosial maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya apabila dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Suparmin mengatakan, Pemkab Sukoharjo pada dasarnya sudah memiliki 12 sanggar inklusi tersebar di masing-masing kecamatan. Hanya saja, sebelumnya sanggar inklusi tersebut belum memiliki gedung sendiri. Untuk itu, di era kepemimpinan Bupati Etik Suryani, pembangunan gedung dilakukan secara bertahap disetiap kecamatan.

“Saat ini gedung sanggar inklusi sudah selesai dibangun di 12 kecamatan, artinya semua kecamatan di Sukoharjo sudah punya gedung sanggar inklusi mandiri,” ujarnya.

Gedung Sanggar Inklusi Mutiara Hati Kecamatan Tawangsari menjadi gedung terakhir yang diresmikan oleh Bupati. (*)

Bupati Hadiri Apel Siaga Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu 2024 Bawaslu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Apel Siaga Tahapan Kampanye Pemilu 2024 Bawaslu, Senin (27/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Apel Siaga Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu 2024 yang digelar Bawaslu di Alun-alun Satya Negara, Senin (27/11/2023). Kegiatan digelar di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Senin (27/11). Masa kampanye Pemilu 2024 akan dimulai pada 28 November 2023.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, tahun 2024 bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Legislatif dan dilanjutkan dengan Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati – Wakil Bupati serta Pemilihan Walikota – Wakil Walikota, yang digelar di tahun yang sama, yaitu tahun 2024. Hal itu akan menjadi pemilihan pertama yang terbesar di Indonesia.

“Jika sebelumnya, pemilu dan pilkada belum pernah dilaksanakan di tahun yang sama, pada tahun 2024 nanti digelar ditahun yang sama. Marilah kita bersama-sama menyukseskan jalannya pesta demokrasi nanti, sesuai dengan tugas kita masing-masing,” ujar Bupati.

Terkait Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2024 oleh Bawaslu Sukoharjo tersebut dalam rangka kesiapan pengawasan Tahapan Pemilu Tahun 2024 yang sebentar lagi akan digelarnya tahapan kampanye. Apel Siaga Pengawasan merupakan bentuk kesiapan Pengawas Pemilu Kabupaten Sukoharjo untuk melakukan pengawasan Pemilu, khususnya pada tahapan krusial Pemilu seperti kampanye dan pemungutan suara yang akan digelar pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang.

“Setiap pengawas mulai dari tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten tanpa terkecuali wajib melakukan langkah pencegahan untuk menekan potensi-potensi yang dapat menimbulkan pelanggaran-pelanggaran dalam setiap tahapan Pemilu,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sukoharjo, untuk bersatu padu guna mendukung suksesnya penyelenggaraan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Legislatif dan dilanjutkan dengan Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati – Wakil Bupati serta Pemilihan Walikota – Wakil Walikota yang akan datang.

“Marilah kita jaga persatuan dan kesatuan, hindari tindakan yang dapat menimbulkan provokasi, fitnah apalagi berunsur SARA,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Bawaslu Sukoharjo, Rochmad Basuki mengatakan, Bawaslu Sukoharjo menggelar Apel Siaga Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu 2024. “Saya ingin mengingatkan, bahwa masing-masing dari diri kita, memiliki tanggung jawab yang sama besarnya dan sama beratnya untuk menjamin pelaksanaan Pemilu ini berlangsung secara demokratis sesuai asas luber jurdil,” ujarnya. (*)

Hari Jadi Desa Purbayan Baki, Bupati Tanam Pohon Pertama Taman Sri Adhikara

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan penanaman pohon pertama Taman Sri Adhikara Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Minggu (26/11/2023)

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan penanaman pohon pertama Taman Sri Adhikara Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Minggu (26/11/2023). Penanaman pohon tersebut dalam rangka Hari Jadi Desa Purbayan. Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, desa merupakan pemegang peranan penting dalam pembangunan nasional, bukan karena sebagian besar rakyat Indonesia bertempat tinggal di desa, melainkan desa memberikan sumbangsih yang besar dalam menciptakan stabilitas nasional.

“Upaya Pemerintah Desa Purbayan dalam rangka mengembangkan potensi desa dan memupuk rasa cinta atas desa yaitu dengan memperingati Hari Jadi Desa Purbayan dalam wujud rangkaian kegiatan Grebeg Purboyo,” ungkap Bupati.

Menurutnya, potensi Desa Purbayan dari sumber daya manusia yang cukup banyak, menjadikan momen ini sebagai ajang untuk berkarya dan berkreativitas. Pemerintah Desa menginisiasi adanya Program pembangunan lahan terbuka hijau yaitu dengan penanaman pohon pertama di Taman Sri Adhikara sebagai titik awal terciptanya potensi desa yang semakin besar.

“Untuk itu, saya atas nama pribadi maupun Pemkab Sukoharjo mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini,” ujarnya.

Bupati berharap, dengan kegiatan penanaman pohon tersebut dapat menjaga kelestarian lingkungan secara masif dan disamping itu dapat memupuk rasa cinta warga masyarakat terhadap Desa Purbayan Kecamatan Baki.

“Selamat Hari Jadi kepada seluruh masyarakat Desa Purbayan. Mudah-mudahan dengan momentum peringatan ini, kita dapat mengevaluasi dan memperbaiki diri serta memantapkan kebersamaan dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sukoharjo,” tambah Bupati. (*)

Dukuh Gaten Tawangsari Dicanangkan Sebagai Desa Sadar Kerukunan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mencanangkan Dukuh Gaten, Desa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari sebagai Desa Sadar Kerukunan, Jumat (24/11/2023) malam.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mencanangkan Dukuh Gaten, Desa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari sebagai “Desa Sadar Kerukunan”, Jum’at (24/11/2023) malam. Pencanangan tersebut dihadiri Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah, H Taslim, Ketua FKUB Kabupaten Sukoharjo, dan juga pejabat Forkopimda.

Bupati menyampaikan, persoalan yang muncul di Indonesia pada era reformasi sekarang ini, salah satunya adalah bahaya disintegrasi. Gejala yang menunjukkn ancaman disintegrasi ini muncul dalam berbagai bentuk, seperti terjadinya konflik horizontal yang di kaitkan dengan faktor-faktor ekonomi, politik, budaya bahkan agama.

“Konflik antar kelompok dalam masyarakat, apabila tidak segera ditanggulangi, akan dapat menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI,” ujarnya.

Untuk menciptakan keharmonisan hidup yang plural dalam kehidupan beragama, maka perlu pembentukan desa sadar kerukunan dimana hal tersebut menjadi skala prioritas yang harus didorong terbentuk pada setiap kabupaten. Dengan adanya Desa Sadar Kerukunan dapat dijadikan sebagai wadah dalam menjaga persatuan antar warga sebagai upaya menjaga toleransi antara pemeluk agama sehingga tercipta kondisi keamanan yang kondusif.

Dengan dicanangkannya Dukuh Gaten sebagai desa sadar kerukunan merupakan sebuah penghargaan yang tepat. Pasalnya,Dukuh Gaten telah menjalankan sebuah model yang dianggap dalam perjalanan pembangunan desanya, dinilai sangat menjunjung tinggi toleransi kerukunan antar umat beragama, suku, dan budaya.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memberikan apresiasi yang tinggi, atas pancanangan Desa Sadar Kerukunan di Dukuh Gaten Desa Kateguhan Kecamatan Tawangsari ini,” ujar Bupati.

Menurutnya, melalui program desa sadar kerukunan ini diharapkan dapat mendorong semua unsur mulai dari perangkat desa sampai seluruh elemen masyarakat untuk saling bersinergi dalam menjaga kerukunan antara umat beragama yang sudah terbina baik selama ini.

Bupati berharap, dengan dicanangkannya Desa Sadar Kerukunan di Dukuh Gaten, Desa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari dapat menjadi contoh bagi kelurahan/desa lainnya dalam menjaga persatuan antar warga sebagai upaya menjaga toleransi antara pemeluk agama sehingga tercipta kondisi keamanan yang kondusif. (*)

Bupati Ikuti Jalan Sehat dan Buka Lomba Voli di GOR Bung Karno

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengikuti jalan sehat dalam rangkaHUT PGRI 2023 di kompleks GOR Bung Karno, Jumat (24/11/2023).

SUKOHARJO – Memperingati HUT Ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2023, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengikuti gerak jalan sehat dan membuka lomba voli di GOR Bung Karno di Kelurahan Gayam, Jumat (24/11/2023). Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Forkopimda.

Mengawali sambutannya, Bupati mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun PGRI Ke-78 dan Hari Guru Nasional Tahun 2023 kepada seluruh guru dan tenaga pendidikan di Kabupaten Sukoharjo. Dengan momentum ini, Bupati berharap dijadikan motivasi dan pembangkit semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa yang dimasa depan akan menerima tongkat estafet kepemimpinan.

Secara resmi Kemendikbud Ristek telah merilis tema Hari Guru Nasional 2023 yaitu “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”. Sedangkan tema HUT PGRI ke 78 tahun 2023 adalah “Transformasi Guru, Wujudkan Indonesia Maju”. Tema peringatan HUT PGRI 2023 ini dimaknai sebagai transformasi guru merupakan salah satu pondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Maju.

“PGRI adalah mitra strategis Pemerintah Daerah dalam memajukan pendidikan dan menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dengan arif dan bijaksana agar tercapai sinergi yang optimal untuk mencapai pendidikan nasional bermutu tinggi,” kata Bupati.

“Saya berharap PGRI mampu melayani anggota dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, menjadi teladan dalam menanamkan pendidikan karakter,” sambungnya.

Bupati juga mengatakan, kualitas pembelajaran adalah tugas dan tanggung jawab yang harus dipegang teguh para guru, sedangkan memperjuangkan aspirasi adalah komitmen para pengurus. Untuk itu pada kesempatan tersebut Bupati mengajak kepada para guru dan tenaga pendidik di Sukoharjo, untuk terus meningkatkan kemampuan dan keterampilannya, berfikir kreatif dan inovatif. (*)

Bupati Kembali Salurkan Bantuan Rehab RTLH Untuk 9 Warga Kecamatan Weru dan Tawangsari

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan bantuan rehab RTLH dari Baznas di Kecamatan Weru dan Tawangsari, Kamis (23/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani kembali menyerahkan bantuan rehab Rumah Tidak layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kamis (23/11/2023). Untuk hari kedua penyaluran ini, bantuan diberikan kepada sembilan warga di Kecamatan Tawangsari dan Weru.

Sesuai data Baznas, penerima bantuan sendiri ada di Desa Lorog dan Dewa Watubonang, Kecamatan Tawangsari masing-masing satu penerima. Sedangkandi Kecamatan Weru, bantuan disalurkan di Desa Karangmojo (2 penerima), Desa Weru (1 penerima), Desa Karakan (1 penerima), dan DesaKarangwuni (3 penerima).

Kali ini, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp111 juta dimana bantuan yang diterima setiap warga bervariasi. Bantuan terkecil Rp4 juta dan bantuan terbesar Rp20 juta.

“Dengan bantuan ini diharapkan masyarakat bisa memperbiki rumah sehingga nantinya memiliki rumah yang layak huni. Nanti hasil rehab rumahnya dilaporkan melalui desa masing-masing,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, selama ini ada permohonan bantuan yang masuk ke Bupati melalui desa dan kecamatan dan diteruskan ke Baznas. Sebelum bantuan diberikan, terlebih dahulu Baznas melakukan survei ke lokasi untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Selama ini datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah yang mendapat bantuan. Dari pantauan ini diketahui jika masih banyak rumah yang tidak layak huni sehingga benar-benar butuh dibantu. Dinding masih dari “gedhek”, lantai masih ada yang dari tanah, tidak punya kamar mandi, dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan sebelumnya Baznas telah melakukan survei sebelum bantuan diberikan. Menurutnya, survei dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan rehab RTLH.

“Soal nilai bantuan yang berbeda, memang hal itu ditentukan berdasarkan survei di lapangan. Tergantung kondisi rumah masing-masing,” ujarnya. (*)

Peringatan HUT Ke-78 PGRI, Bupati Ikuti Gerak Jalan Sehat di Grogol

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memberangkatkan peserta gerak jalan sehat HUT PGRI ke-78 Kecamatan Grogol, Kamis (23/11/2023).

SUKOHARJO – dalam rangka Peringatan HUT Ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2023, PGRI Cabang Grogol Kabupaten Sukoharjo menggelar gerak jalan sehat dan senam bersama, Kamis (23/11/2023). Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Sukoharjo, Etik Suryani beserta sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo.

“Selamat Hari Ulang Tahun PGRI Ke-78 dan Hari Guru Nasional Tahun 2023″ kepada seluruh guru dan tenaga pendidikan di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati mengawali sambutannya.

Bupati mengajak momentum ini sebagai motivasi dan pembangkit semangat, dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa, yang dimasa depan akan menerima tongkat estafet kepemimpinan dalam rangka mengembangkan dan memajukan pendidikan, khususnya di Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Bupati, secara resmi Kemendikbud Ristek telah merilis tema Hari Guru Nasional 2023 yaitu “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”. Sedangkan tema HUT PGRI ke 78 tahun 2023 adalah “Transformasi Guru, Wujudkan Indonesia Maju”. Tema peringatan HUT PGRI 2023 ini dimaknai sebagai transformasi guru merupakan salah satu pondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Maju.

“PGRI adalah mitra strategis Pemerintah Daerah dalam memajukan pendidikan dan menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dengan arif dan bijaksana agar tercapai sinergi yang optimal untuk mencapai pendidikan nasional bermutu tinggi,” kata Bupati.

“Saya berharap PGRI mampu melayani anggota dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, menjadi teladan dalam menanamkan pendidikan karakter,” sambungnya.

Bupati juga mengatakan, kualitas pembelajaran adalah tugas dan tanggung jawab yang harus dipegang teguh para guru, sedangkan memperjuangkan aspirasi adalah komitmen para pengurus. Untuk itu pada kesempatan tersebut Bupati mengajak kepada para guru dan tenaga pendidik di Sukoharjo, untuk terus meningkatkan kemampuan dan keterampilannya, berfikir kreatif dan inovatif. (*)

Hingga Jatuh Tempo, Sebanyak 93 Desa dan 13 Kelurahan Berhasil Lunas PBB, Pemkab Beri Apresiasi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan penghargaan kepada camat dan kades/lurah yang berkinerja baik terkait PBB, Rabu (22/11/2023).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Sukoharjo menggelar “Tax Gathering 2023” di Wisma Boga, Solo Baru, Grogol, Rabu(22/11/2023). Acara tersebut dihadiri Bupati Etik Suryani, Wakil Bupati Agus Santosa dan pejabat Forkopimda.

Dalam acara tersebut terungkap ada 93 desa dan 13 kelurahan di Kabupaten Sukoharjo yang berhasil lunas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga jatuh tempo 30 September 2023. Selain itu, ada empat kecamatan yang juga berhasil lunas, yakni Kecamatan Bulu, Tawangsari, Polokarto, dan Kecamatan Weru.

Tax Gathering sendiri merupakan acara untuk memberikan apresiasi kepada pelaku PBB di Kabupaten Sukoharjo yang berprestasi. Selain itu, juga dilakukan undian puluhan hadiah untuk wajib pajak (WP) dengan hadiah utama empat sepeda motor.

Bupati menyampaikan, PBB merupakan salah satu jenis pajak daerah yang dikenakan atas tanah dan bangunan. Adanya PBB karena kepemilikan hak, penguasaan, dan/ atau perolehan manfaat terhadap suatu tanah/ bumi dan bangunan.

“Saya mengucapkan selamat dan terimakasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada 106 Kepala Desa/Lurah dan 12 Camat yang telah bekinerja dengan baik atas capaian prestasinya dalam membantu penagihan PBB, sehingga lunas pagu ketetapan pokok di wilayahnya,” ujar Bupati.

Menurutnya, hal tersebut mengindikasikan bahwa berbagai langkah pembenahan serta inovasi telah dilakukan dalam pengelolaan PBB di daerah, sudah pada jalur yang benar dan direspon dengan baik, yang ditandai dengan meningkatnya kesadaran dalam membayar PBB. Bupati berharap penghargaan yang diterima tahun ini, bisa terus dipertahankan untuk tahun-tahun selanjutnya, dan menjadi penyemangat/ motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan PBB kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menekankan agar penonaktifan Nomor Objek Pajak (NOP) bagi wajib pajak memiliki tunggakan pajak selama 3 (tiga) tahun atau lebih agar terus dilaksanakan. Pasalnya, hal itu merupakan langkah yang efektif dalam memberikan peringatan kepada wajib pajak dalam hal tertib membayar kewajiban pajaknya.

Sedangkan Kepala BPKPAD Sukoharjo, Richard Tri Handoko, menyampaikan kegiatan “Tax Gathering” digelar tahunan sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku pemungutan PBB. Selain itu, juga dilakukan pengundian hadiah untuk wajib pajak (WP).

“Tahun 2023 ini terdapat 93 desa dan 13 kelurahan yang berhasil lunas PBB hingga jatuh tempo. Untuk kecamatan terdapat empat kecamatan yang berhasil lunas,” ujarnya.

Atas pencapaian tersebut, BKD memberikan penghargaan kepada 106 Kepala Desa dan 12 camat yang meraih capaian optimal pembayaran PBB 2023.

Richard juga menyampaikan, realisasi PBB Kabupaten Sukoharjo hingga 30 September 2023 sebesar Rp34,125 miliar atau 86,52% dari ketetapan pokok Rp39,740 miliar. Richard optimistis, hingga akhir Desember 2023 nanti target tersebut bisa terpenuhi. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Rehab RTLH dari Baznas Untuk 10 Warga Kecamatan Bulu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Baznas saat menyerahkan bantuan rehab RTLH di Kecamatan Bulu, Rabu (22/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan secara langsung bantuan rehab Rumah Tidak layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Rabu (22/11/2023). Bantuan diberikan kepada 10 warga di empat desa Kecamatan Bulu.

Sesuai data Baznas, penerima bantuan sendiri ada di Desa Lengking (7 penerima), Desa Tiyaran (1 penerima), Kedungsono (1 penerima), dan Desa Malangan (1 penerima). Bupati sendiri mendatangi langsung penerima bantuan di empat desa tersebut.

Total bantuan yang disalurkan sendiri mencapai Rp130 juta dimana bantuan yang diterima setiap warga bervariasi. Bantuan terkecil Rp7,5 juta dan bantuan terbesar Rp20 juta.

“Tentunya dengan bantuan ini diharapkan masyarakat bisa memperbiki rumah sehingga nantinya memiliki rumah yang layak huni. Nanti hasil rehab rumahnya dilaporkan melalui desa masing-masing,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, selama ini ada permohonan bantuan yang masuk ke Bupati melalui desa dan kecamatan dan diteruskan ke Baznas. Sebelum bantuan diberikan, terlebih dahulu Baznas melakukan survei ke lokasi untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Selama ini datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah yang mendapat bantuan. Dari pantauan ini diketahui jika masih banyak rumah yang tidak layak huni sehingga benar-benar butuh dibantu. Dinding masih dari “gedhek”, lantai masih ada yang dari tanah, tidak punya kamar mandi, dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan sebelumnya Baznas telah melakukan survei sebelum bantuan diberikan. Menurutnya, survei dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan rehab RTLH.

“Soal nilai bantuan yang berbeda, memang hal itu ditentukan berdasarkan survei di lapangan. Tergantung kondisi rumah masing-masing. Penyaluran bantuan rehah akan dilanjutkan besok, Kamis (23/11/),” ujarnya. (*)

Pemkab Sukoharjo Kembali Raih Penghargaan Top 45 KIPP 2023

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menerima penghargaan Top 5 KIPP 2023 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) di Birara Essembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (21/11/2023)

SUKOHARJO – Prestasi kembali diraih Pemkab Sukoharjo di tahun 2023 ini. Kali ini, Sukoharjo kembali menerima Penghargaan Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) melalui inovasi Sembada Proklim (Semangat Membangun Desa melalui Program Kampung Iklim) yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Prestasi serupa juga diraih Pemkab Sukoharjo di tahun 2022 yang juga meraih penghargaan yang sama melaui Inovasi GELIS (Gerakan Literasi Sukoharjo) yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Penghargaan Top 45 KIPP 2023 diterima langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) di Birara Essembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agus Suprapto, mengatakan, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu dari empat kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menerima Penghargaan Top 45 KIPP. Tiga daerah lainnya adalah Kota Semarang, Kab Grobogan, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Kebumen.

“Tentunya prestasi ini patut disyukuri dan sekaligus menjadi pemacu semangat agar ke depan bisa lebih baik. Prestasi ini tidak akan diraih tanpa dukungan masyarakat dalam Program Sembada Proklim,” ujar Agus.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengapresiasi DLH atas Inovasi Sembada Proklim sehingga tahun ini kembali meraih penghargaan Top 45 KIPP. Bupati berharap prestasi tersebut bisa menjadi penyemangat dan memotivasi OPD lainnya untuk lebih berinovasi dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat yang lebih berkualitas.

“Harus disyukuri tapi tidak boleh terlena. Prestasi bukan akhir tapi dijadikan pemacu semangat agar ke depan bisa lebih baik lagi,” pesannya. (*)

Bupati Dorong Pelaku Usaha Miliki Nomor Induk Berusaha

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan NIB kepada pelaku usaha, Selasa (14/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendorong pelaku usaha di Kabupaten Sukoharjo memiliki legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB). Hal itu disampaikan saat membuka acara Sosialisasi dan Pemberian Fasilitas Legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB) di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Selasa (14/11/2023).

“Pemerintah baik pusat maupun daerah mempunyai komitmen yang sama yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, selain itu juga berusaha menjadikan Negara Indonesia menjadi Negara yang maju,” ujarnya.

Menurut Bupati, salah satu syarat dari suatu negara agar menjadi negara maju adalah prosentase wirausaha minimal 4% % dari populasi penduduk, dan saat ini Indonesia baru mencapai rasio kewirausahaan sebesar 3,47%. Untuk itu diperlukan stimulant dan fasilitasi kepada masyarakat untuk bisa muncul wirausaha-wirausaha baru.

“Salah satu indikator munculnya wirausaha baru adalah adanya pelaku usaha baru yang ditandai dengan adanya Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terbit,” kata Bupati.

Fungsi dan manfaat Nomor Induk Berusaha (NIB) selain digunakan sebagai Identitas Usaha, adalah sebagai dokumen legalitas, proses perizinan usaha lebih mudah dan cepat, empermudah perolehan investasi dan pengajuan pinjaman, saha lebih kredibel, dan mendapatkan pendampingan usaha.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi dan Pemberian Fasilitas Legalitas NIB pada ini,” katanya.

Bupati berharap setelah sosialisasi dan pemberian fasilitas legalitas Nomor Induk Berusaha tidak ada lagi kesulitan bagi masyarakat terutama pelaku usaha Mikro Kecil untuk memperoleh NIB. (*)

Pemkab Gelar Apel Siaga Bencana, Kesiapsiagaan Jika Terjadi Bencana

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meninjau stan sarana prasarana antisipasi bencana alam usai Apel Siaga Bencana, Selasa (14/11/2023).

SUKOHARJO – Dalam upaya kesiapsiagaan jika terjadi bencana, Pemkab Sukoharjo menggelar Apel Siaga Bencana di halaman Setda, Selasa (14/11/2023). Apel dipimpin Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Kapolres AKBP Sigit dan Dandim Letkol Czi Slamet Riyadi.

Bupati menyampaikan, Sukoharjo secara geografis, geologis, demografis maupun hidrometeorologis, merupakan wilayah rawan bencana. Kejadian bencana yang mungkin terjadi di Kabupaten Sukoharjo sangatlah beragam baik jenis maupun skalanya. Meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data kejadian bencana di Kabupaten Sukoharjo dari bulan Januari-Oktober 2023 telah terjadi bencana angin kencang sebanyak 13 kali, banjir tiga kali, dan tanah longsor dua kali. Bencana tersebut menimbulkan kerugian Rp1,174 miliar.

“Dibandingkan dengan kejadian bencana pada tahun 2022 memang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun, kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan tiga kali lebih besar dibanding Tahun 2022,” jelas Bupati.

Menurutnya, prakiraan dari BMKG saat ini sudah memasuki musim hujan Tahun 2023/ 2024 sehingga perlu diwaspadai adanya masa transisi/pancaroba yang berakibat terjadinya cuaca ekstrem ditandai dengan hujan deras disertai petir dan angin kencang. Sedangkan puncak musim hujan jatuh pada bulan Januari hingga Februari 2024, dimungkinkan akan terjadi hujan lebat yang berakibat terjadinya banjir, tanah longsor dan angin kencang.

“Apel siaga bencana dimaksudkan untuk antisipasi terhadap dampak yang mungkin timbul dalam musim penghujan saat ini dan menyikapi perkembangan kebencanaan akhir-akhir ini,” kata Bupati.

Bupati mengimbau agar semua elemen masyarakat, baik itu jajaran pemerintah daerah sampai pemerintah desa/ kelurahan, TNI/ POLRI, warga masyarakat dan relawan selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam setiap penanganan bencana agar selalu bersinergi dan koordinasi, mengingat bencana adalah urusan bersama yang tujuan utamanya adalah untuk melindungi masyarakat dari berbagai bencana. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts