Saturday, September 19, 2026
Home Blog Page 27

Bersama TPID, Bupati Pantau Harga di Pasar Tradisional Jelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat melakukan pantauan harga jelang Nataru di pasar tradisional, Rabu (20/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pantauan harga kebutuhan pokok, Rabu (20/12/2023). Pantauan dilakukan menhhadapi libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) di pasar tradisional, yakni Pasar Bekonang, Kecamatan Mojolaban dan Pasar Kartasura, Kecamatan Kartasura.

“Bersama TPID, hari ini melakukan pantauan harga jelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2023. Alhamdullilah dari pantauan di Pasar Bekonang, dan Pasar Kartasura tidak ada kenaikan harga signifikan,” papar Bupati.

Menurutnya, harga sejumlah kebutuhan relatif stabil meski ada komoditas yang mengalami kenaikan harga. Seperti harga cabai yang sempat naik mendekati Rp100 ribu per kilogram (kg) sudah turun di kisaran Rp80 ribu per kg. Harga bawang merah, bawah putih, telur, beras dan lainnya juga cenderung stabil.

“Untuk pasokan juga tidak ada masakah sehingga stok kebutuhan pokok masyarakat menghadapi Nataru ini aman,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo, Iwan Setiyono, menyampaikan pantauan harga dan stok kebutuhan pokok pangan menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 rutin digelar.

“Secara umum harga di pasaran masih stabil meski ada yang mengalami kenaikan. Sedangkan stok barang masih aman dan distribusi lancar,” ujarnya.

Hasil pantauan diketahui perkembangan harga kebutuhan pokok pangan beras IR 64 premium naik Rp 500 per kg dari Rp13.500 per kg menjadi Rp14.000 per kg. Beeras IR 64 medium naik Rp500 per kg dari Rp12.500 per kg menjadi Rp13.000 per kg.

Untuk gula pasir Rp17.000 per kg, minyak goreng curah Rp14.400 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp17.000 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp15.000 per liter, daging ayam turun Rp1.000 per kg dari sebelumnya Rp33.000 per kg menjadi Rp32.000 per kg.

Sedangkan telur ayam Rp26.000 per kg, cabai merah besar teropong turun Rp12.000 per kg dari sebelumnya Rp70.000 per kg menjadi Rp58.000 per kg, cabai merah keriting turun Rp16.000 per kg dari sebelumnya Rp73.000 per kg menjadi Rp57.000 per kg, cabai rawit merah turun Rp13.000 dari sebelumnya Rp90.000 per kg menjadi Rp77.000 per kg, dan cabai rawit hijau Rp50.000 per kg.

Begitu juga untuk harga bawang merah jugastabil Rp31.000 per kg, bawang putih jenis sin chung Rp32.000 per kg bawang putih kating Rp36.000 per kg, dan bawang bombay Rp29.000 per kg. (*)

Bantuan Percepatan Penanganan Kemiskinan Bank Jateng Sukoharjo, Simbolis Diserahkan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat penyerahan simbolis Program Percepatan Penanganan Kemiskinan Bank Jateng, Selasa (19/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan secara simbolis program “Corporate Social Responsibility” (CSR) Bank Jateng Sukoharjo yang diwujudkan dalam Program Percepatan Penanganan Kemiskinan (PPPK) di Kabupaten Sukoharjo. Penyerahan bantuan dilakukan di Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Selasa (19/12/2023).

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan apresiasi kepada Bank Jateng Sukoharjo yang telah menyalurkan anggaran CSR untuk Program Percepatan Penanganan Kemiskinan. Menurut Bupati, salah satu ukuran yang dipakai untuk melihat seberapa jauh tingkat kemakmuran/kesejahteraannya, adalah dari angka kemiskinannya.

“Data BPS tahun 2022, menunjukkan angka kemiskinan di Sukoharjo 2022 sebesar 7,61% turun 0,60% dari tahun 2021 sebesar 8,21%,” kata Bupati.

Menurutnya, CSR Bank Jateng tersebut merupakan bentuk kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) dalam rangka mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2023 Non APBD.

“Melalui program ini, saya harap mampu mendorong percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Sukoharjo, serta dapat meningkatkan ketangguhan para penerima bantuan untuk keluar dari kondisi kemiskinan,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Sukoharjo, Richard Tri Handoko mengatakan, program PPPK Bank Jateng dilaksanakan oleh empat OPD.

“Total anggaran CSR dalam Program Percepatan Penanganan Kemiskinan dari Bank Jateng Sukoharjo mencapai Rp2,622 miliar,” ujar Richard.

Menurutnya, anggaran tersebut masing-masing digunakan untuk rehab RTLH 100 unit masing-masing Rp15 juta (Rp1,5 miliar) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan, pengadaan sumur dalam di Desa Kedungjambal dan Desa Watubonang Kecamatan Tawangsari, serta Desa Kemasan Kecamatan Polokarto sebesar Rp480 juta melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pengadaan toren air dan pralonisasi jaringan air bersih Dukuh Temuwuh RT 02/01 Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari Rp25 juta melalui DPUPR.

Kemudian Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) bagi kader KB dalam rangka pencegahan stunting sebesar Rp125 juta melalui pada Dinas PPKBP3A, dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebanyak 289 Balita Stunting dan 75 ibu hamil kurang energi kronik sebesar Rp491 juta melalui Dinas Kesehatan. (*)

Bupati Pimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-75

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-75, Senin (19/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-75 tahun 2023. Upacara digelar di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Selasa (19/12/2023). Terlihat hadir mengikuti upacara pejabat Forkopimda dan juga Wakil Bupati, Agus Santosa.

“Mengawali sambutan ini, saya atas nama pribadi, dan Pemkab Sukoharjo mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia dan semua pihak, atas penyelenggaraan kegiatan pada pagi hari ini,” ujar Bupati.

Selanjutnya, Bupati membacakan sambutan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang menyampaikan tantangan ke depan semakin tidak terduga. Tantangan bukan hanya menghadapi ancaman fisik, tetapi juga ancaman yang tak kasat mata. Pandemi, konflik global, revolusi teknologi, hingga krisis iklim telah membawa dampak dan risiko ketahanan negara.

“Kita harus memiliki jiwa Bela Negara sebagai pilar utama yang menjadikan kita tangguh dan cerdas dalam menghadapi situasi yang tidak menentu. Semangat Bela Negara bukan hanya tanggung jawab aparat pertahanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Ini adalah tugas kita bersama dalam menjaga kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Bupati saat membacakan sambutan Presiden Jokowi.

Menurutnya, Bela Negara di Indonesia bukan hanya terkait pada aspek militer tetapi harus lebih luas lagi, merangkul semua lapisan masyarakat dalam kehidupan sehari- hari. Setiap tindakan, sekecil apapun, yang dilandasi cinta kepada bangsa dan negara, cinta kepada Pancasila dan NKRI adalah wujud konkrit Bela Negara.

Pada Peringatan Hari Bela Negara ke-75 Tahun 2023 ini, Presiden Jokowi mengajak masyarakat Indonesia untuk mengobarkan semangat Bela Negara dan meningkatkan rasa cinta tanah air. (*)

Bupati Simbolis Serahkan Bantuan Rehab RTLH Untuk 190 Penerima

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan rehab RTLH, Senin (18/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 190 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Simbolisasi penyerahan bantuan dilakukan di Lantai 10 Menara Wijaya, Senin (18/12/2023). Bantuan ini dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Jawa Tengah dan CSR Bank Jateng tahun 2023.

Bupati Etik Suryani mengatakan, pemberian bantuan rehab RTLH adalah bentuk nyata Pemkab Sukoharjo peduli terhadap kondisi masyarakat, utamanya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), agar dapat membangun rumahnya dan dapat menempati rumah yang layak huni dan nyaman.

“Program rehab RTLH yang berasal dari sumber Pemprov Jateng dan CSR Bank Jateng ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui perbaikan tempat tinggal,” kata Bupati.

Menurutnya, dari 190 penerima, terdiri atas 90 MBR penerima bantuan dari Pemprov Jateng masing-masing menerima Rp20 juta dan yang 100 orang penerima bantuan Bank Jateng menerima masing-masing Rp15 juta.

“Saya berpesan kepada para penerima bantuan, agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan rumah yang telah diperbaiki dari penggunaan dana tersebut, agar dipelihara dengan baik sehingga bisa dijadikan tempat tinggal yang nyaman dan layak,” ujar Bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Sukoharjo, Lanjar Budi Wahono, menyampaikan jika bantuan tersebut sudah direalisasikan dan secara simbolis baru dilaksanakan hari ini. Menurutnya, tahun ini Sukoharjo menerima bantuan rehab RTLH dari berbagai sumber seperti pemerintah pusat, provinsi, CSR Bank Jateng, Baznas, dan lainnya.

“Khusus yang Bankeu Pemprov Jateng ada 90 MBR yang menerima bantuan dan dari CSR Bank Jateng ada 100 MBR yang tersebar di 12 kecamatan,” ujarnya.

Lanjar mengatakan, selama tahun 2023 ini total ada 1.661 unit RTLH yang mendapat bantuan rehab dan masih tersisa 8.275 unit RTLH yang belum tertangani. “Untuk itu, setiap tahun Pemkab Sukoharjo selalu mengalokasikan dana untuk rehab, termasuk yang dibiaayi pusat, provinsi, dan lainnya,” ujarnya. (*)

Bupati Pantau Penyaluran Bantuan Beras CPP di Kecamatan Weru

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau penyaluran bantuan beras CPP di Kecamatan Weru, Senin (18/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memantau penyaluran bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bulan Desember di Kecamatan Weru, Senin (18/12/2023). Penyaluran CPP bulan Desember sendiri untuk penanganan kerawanan pangan.

Dalam pantauan tersebut, terlihat Sekda Widodo dan sejumlah Kepala OPD ikut menemani Bupati
Pantauan penyaluran sendiri dilakukan di Balai Desa Jatingarang dan Balai Desa Krajan, Kecamatan Weru.

“Hari ini jadwal penyaluran di Kecamatan Weru dan Bulu, saya menyempatkan diri pantauan di Weru,” ujar Bupati.

Menurutnya, secara umum penyaluran bantuan beras CPP berjalan lancar dan kondusif. Saat ini, penyaluran untuk bulan Desember sudah selesai.

Seperti diketahui, Kabupaten Sukoharjo mendapatkan kuota 70.222 penerima di bulan Desember ini. Penyaluran CPP dilakukan oleh Bulog sebagai mitra pemerintah. Penyaluran sudah dimulai sejak11 Desember lalu di setiap kecamatan.

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram (kg).

“Saya harap bantuan CPP ini bisa meringankan beban masyarakat,” ujar Bupati. (*)

Bupati Buka Musyawarah Daerah PD Pemuda Muhammadiyah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat pembukaan Musyawarah Daerah Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo Periode Muktamar Ke-18, Minggu (17/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Musyawarah Daerah Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo Periode Muktamar Ke-18. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kompleks Ponpes KH Ahmad Dahlan Kecamatan Nguter, Minggu (17/12/2023).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, sebagai salah satu organisasi Islam di Indonesia, Muhammadiyah mempunyai peran strategis dalam perjalanan bangsa kita sejak jaman sebelum merdeka hingga saat ini. Oleh sebab itu, keberadaan Muhammadiyah serta organisasi-organisasi di bawah naungannya sangat membantu pemerintah daerah dalam pembangunan sekarang ini.

“Salah satunya yaitu Pemuda Muhammadiyah, sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah didirikan dengan tujuan menghimpun, membina, dan menggerakkan pemuda Islam serta meningkatkan perannya sebagai kader untuk mencapai tujuan Muhammadiyah,” ujar Bupati.

Menurutnya, Melalui Musyawarah Daerah Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo Periode Muktamar Ke-XVIII (delapan belas) ini, Bupati berharap dijadikan sebagai sarana untuk evaluasi program-program kerja Pemuda Muhammadiyah terdahulu. Sehingga dapat dijadikan sebagai masukan bagi penyusunan program-program kedepan, yang akan membawa Pemuda Muhammadiyah semakin maju dan berkembang serta dapat memberikan kontribusi dalam rangka untuk membangun Kabupaten Sukoharjo yang lebih baik lagi.

“Yang tak kalah pentingnya, semoga melalui Musyawarah Daerah ini akan melahirkan pengurus organisasi yang mampu menjalankan organisasi dengan amanah, jujur dan senantiasa mengembangkan prinsip kerja yang akomodatif, demokratis dan transparan, yang didukung dengan kerjasama yang harmonis, kondusif, penuh rasa kebersamaan dan kekompakan serta manajemen yang profesional, serta selalu berkomitmen dalam memberikan kontribusi untuk pembangunan di Kabupaten Sukoharjo,” papar Bupati.

Bupati juga mengajak kepada seluruh Keluarga Besar Muhammadiyah untuk membekali dan membentengi serta bersinergi bersama, melawan radikalisme, intoleransi, penebar ujaran kebencian, berita-berita hoaks yang sudah merambah di lingkungan masyarakat yang dapat berakibat pada perpecahan umat.

“Saya juga mengajak kepada seluruh Keluarga Besar Muhammadiyah untuk selalu seiring seirama dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Sukoharjo, demi membawa dan mendukung terciptanya Kabupaten Sukoharjo yang Lebih Makmur lagi, Sukoharjo yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” tambahnya. (*)

Bupati Hadiri Aksi Solidaritas Untuk Palestina yang Digelar Baznas

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Aksi Solidaritas Untuk Palestina di kompleks Stadion Gelora Jombor, Jumat (15/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Aksi Solidaritas Untuk Palestina di kompleks Stadion Gelora Jombor, Jumat (15/12/2023) pagi. Acara tersebut digelar oleh Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo untuk menggalang dana kemanusian untuk Palestina.

Dalam kesempatan itu Bupati memberikan apresiasi atas aksi yang digelar Baznas tersebut. Menurutnya, Pemkab Sukoharjo juga ikut menggalang dana melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Bahkan, penggalangan dana juga di lingkungan pendidikan.

“Semua OPD juga menggalang dana untuk solidaritas Palestina, termasuk di lingkungan pendidikan dalam hal ini SD dan SMP. Jadi tidak datang ke Jombor ini tapi hasilnya akan diserahkan ke Baznas,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan konflik sebagai bagian dari proses perdamaian Israel Palestina, namun hingga saat ini belum menemukan titik temu. Hal itumengakibatkan ribuan warga menjadi korban sehingga memerlukan uluran tangan dunia termasuk Indonesia.

“Sebagai sesama anak bangsa, kita harus memiliki kepedulian dan kepekaan sosial guna membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina. Tentunya aksi ini bukan hanya tentang Islam, tapi juga tentang kemanusian. Bagaimana kita menunjukan kepedulian kita sesama manusia,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono menyampaikan, sebelum aksi tersebut Baznas Sukoharjo sudah melakukan penggalangan dana untuk Palstina. Penggalangan dana untuk Palestina merupakan program Baznas RI.

“Penggalangan dana masyarakat peduli Palestina sudah sejak November lalu dan berlanjut bulan Desember ini. Aksi ini merupakan bagian dari penggalangan dana tersebut,” ujarnya.

Sardiyono mengaku, sebelum acara penggalangan dana di Stadion Jombor ini, Baznas Sukoharjo sudah mengumpulkan dana Rp195 juta dan disalurkan ke Palestina melalui Baznas RI. Terkait hasil penggalangan hari ini, Sardiyono mengaku sudah mencapai puluhan juta.

“Tadi berhasil terkumpul Rp61,8 juta yang nantinya akan digabung dengan dana yang sudah masuk di Baznas,” ujarnya. (*)

Pemkab Sukoharjo Raih Penghargaan dari Ombudsman RI di Bidang Pelayanan Publik

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menerima penghargaan dari Ombudsman RI di Jakarta, Kamis (14/12/2023).

SUKOHARJO – Menjelang akhir tahun 2023, Pemkab Sukoharjo kembali meraih penghargaan. Kali ini, penghargaan diberikan oleh Ombudsman RI dimana penghargaan diserahkan di Jakarta, Kamis (14/12/2023). Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Etik Suryani.

Pemkab Sukoharjo sendiri mendapat Penganugerahan Predikat Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2023.

Terkait penghargaan tersebut, Bupati menyampaikan rasa syukur karena mendapat apresiasi dari Ombudsman RI di bidang pelayanan publik. Bupati mengaku selama kepemimpinannya pelayanan publik menjadi salah satu prioritas.

“Hal itu dibuktikan dengan pembangunan Mal Pelayanan Publik dimana banyak perizinan yang dilayani di satu gedung sehingga memudahkan masyarakat,” ujarnya.

Bupati berharap penghargaan tersebut bisa menjadi penyemangat dan memotivasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih berinovasi dalam memberikan pelayanan yang lebih berkualitas.

“Harus disyukuri tapi tidak boleh terlena. Penghargaan bukan akhir tapi dijadikan pemacu semangat agar ke depan bisa lebih baik lagi,” pesannya.

Kabag Organisasi Setda Pemkab Sukoharjo, Joko Purwanto, menyampaikan Pemkab Sukoharjo mendapat Peringkat II Penganugerahan Predikat Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2023 dari Ombudsman RI Kategori Kabupaten.

“Kabupaten Sukoharjo memperoleh nilai Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik 97,41 dengan Zona Hijau/Pelayanan Kualitas Tertinggi,” ujar Joko, Minggu (17/12/2023).

Menurutnya, atas pencapaian tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat yang lebih prima dan terhindar dari mal-administrasi. (*)

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Bupati Serahkan Bantuan Alat Bantu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, Senin (11/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menghadiri acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2023. Acara dilaksanakan di Auditorium Gedung Menara Wijaya, Senin (11/12/2023). Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat Forkopimda. Dalam kesempatan itu Bupati menyerahkan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Bupati Etik Suryani menyampaikan, penyandang disabilitas adalah salah satu potensi kekuatan dan tentunya mengisyaratkan seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama melakukan keberpihakan terhadap penyandang disabilitas. “Mari bersama-sama kita ciptakan ruang, sehingga saudara-saudara kita penyandang disabilitas mampu berperan secara aktif, dalam berbagai aspek kehidupan sesuai dengan potensi yang dimiliki,” ujarnya

Bupati melanjutkan, peringatan HDI pada dasarnya dapat dimaknai sebagai sebuah bentuk pengakuan akan eksistensi penyandang disabilitas, dan peneguhan komitmen seluruh anak bangsa untuk membangun kepedulian terhadap penyadang disabilitas. Selain itu, bertujuan untuk menggugah kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya upaya pemajuan, perlindungan, serta pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan.

“Penyandang disabilitas memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan sesama warga negara lainnya, kedudukan yang setara dan kesempatan yang sama dalam mengakses fasilitas publik,” kata Bupati.

“Oleh karena itu, sudah seharusnya kita tidak lagi memiliki stigma negatif terhadap penyandang disabilitas, serta memberikan dukungan dalam meningkatkan kesejahteraan, kemandirian, dan kesamaan hak-hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan,” sambungnya.

Sedangkan Kepala Dinsos Sukoharjo, Suparmim menyampaikan, acara tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan, perlindungan, dan semangat untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan serta aksesibilitas penyandang disabilitas.

“Selain itu, dalam kesempatan ini juga diserahkan bantuan 14 alat bantu, yakni 13 kursi roda dan 1 kaki palsu bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia,” ujar Suparmin.

Menurutnya, selama ini Bupati Sukoharjo sangat berkomitmen terhadap disabilitas. Selain diwujudkan dengan adanya regulasi, Bupati juga membangun gedung sanggar inklusi di setiap kecamatan. Selain itu, bantuan sosial untuk disabilitas juga terus diberikan. (*)

Malam Anugerah Pajak Daerah 2023, Bupati: Inovasi Untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan penghargaan kepada salah satu pemenang dalam acara Malam Anugerah Pajak Daerah 2023, Kamis (7/12/2023) malam.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara Malam Anugerah Pajak Daerah 2023. Acara tersebut digelar oleh Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) di Wisma Boga Solo Baru, Grogol, Kamis (7/12/2023) malam. Acara tersebut juga dihadiri pejabat Forkopimda dan Wakil Bupati Agus Santosa.

“Saya mengapresiasi acara ini karenamerupakan salah satu inovasi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor pajak,” ujar Bupati

Menurutnya, kegiatan tersebut baru pertama kalinya diselenggarakan, dan tentunya dinantikan oleh semua masyarakat khususnya wajib pajak di Sukoharjo. Kegiatan diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada Wajin Pajak (WP) yang aktif dalam membayar pajak daerah.

Bupati juga mengatakan, Malam Anugerah Pajak Daerah juga merupakan langkah dari Pemkab Sukoharjo untuk memberikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Wajib Pajak terutama untuk Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, Reklame, Parkir, dan PPJU.

“Saya harap acara ini mampu menjadi motivasi dalam kontribusi pembayaran pajak daerahnya lebih tepat, tertib dan benar serta menjadi contoh bagi Wajib Pajak lainnya,” ujarnya.

Sedangkan Kepala BPKPAD Sukoharjo, Richard Tri Handoko mengatakan, “Malam Anugerah Pajak Daerah 2023” diberikan kepada wajib pajak (WP) enam jenis pajak. Masing-masing WP Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, Reklame, Parkir, dan PPJU.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun tali silaturahmi yang dilandasi semangat kekeluargaan dan kebersaamaan diantara Pemkab Sukoharjo beserta seluruh wajib di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.

Richard juga mengatakan, kegiatan tersebut untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam membayar pajak, serta wajib pajak di Kabupaten Sukoharjo yang berkontribusi baik dalam pelaporan dan pembayaran pajak daerahnya.

Total penghargaan yang diberikan ada 20 dimana untuk Pajak Hotel (3 penghargaan), Pajak Restoran (3 penghargaan), Pajak Hiburan (5 penghargaan), Pajak Reklame (3 penghargaan), Pajak Parkir (3 penghargaan), Pajak Penerangan Jalan Umum (3 penghargaan).

Selain penghargaan, BPKPAD Sukoharjo juga memberikan puluhan hadiah dengan cara diundi untuk wajib pajak dimana hadiah utama berupa beberapa sepeda motor. (*)

Hadiri Karya Bhakti Kodim, Wakil Bupati Sampaikan Pentingnya Normalisasi Kali Langsur

0
Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa saat menghadiri Karya Bhakti TNI Kodim 0726 dengan bersih-bersih Kali Langsur di Desa Parangjoro, Grogol, Kamis (7/12/2023).

SUKOHARJO – Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa menghadiri Karya Bhakti Kodim 0726 yang menggelar bersih-berih Kali Langsur di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kamis (7/12/2023). Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati (Wabup) menyampaikan pentingnya Kali Langsur di normalisasi.

“Kali Langsur perlu dinomalisasi karena memiliki dua fungsi, yakni sebagai saluran pembuangan dan juga sebagai irigasi petani. Nah, perlu dinormalisasi karena saat musim penghujan sering meluap sehingga membanjiri sawah petani sehingga dirugikan,” ujar Wabup.

Menurutnya, meluapnya Kali Langsur karena air tidak bisa mengalir dengan lancar akibat penyempitan, sedimentasi, dan lainnya. Kali Langsur sendiri melintasi enam desa/kelurahan dan kalau dirata-rata satu desa 100 hektar sawah, maka ada 600 hektar sawah yang terkena dampak kebanjiran saat mudim hujan.

“Itu dari sisi petani, kalau dari sisi warga, selama ini banjir sering dialami warga yang tinggal di sepanjang aliran Kali Langsur. Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik kalau koordinasi dengan stake holder,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Czi Slamet Riyadi, mengatakan sesuai instruksi KSAD, TNI AD menggelar karya bhakti di seluruh Indonesia. Kodim Sukoharjo antara lain melakukan pembersihan sungai, pembersihan pasar, dan penanaman pohon. Kegiatan normalisasi Kali Langsur sendiri didukung Pemkab Sukoharjo dimana normalisasi dilakukan sepanjang 8 kilometer.

“Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya petani karena sebagai antisipasi banjir,” ujarnya.

Dandim mengaku mengerahkan 150 anggota Kodim dan dibantu stake holder lain dimana totalnya sekitar 400 orang selama karya bhakti TNI. Kegiatan tersebut juga didukung Polri, BPBD, Relawan, pramuka, dan elemen masyarakat lainnya. (*)

Bupati Buka Bimbingan Teknis Da’i/Ustadz/Ustadzah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Bimbingan teknis Dai/Ustadz/Ustadzah di Hotel Tosan Solo Baru, Rabu (6/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Bimbingan Teknis bagi Da’i/Ustadz/Ustadzah Se Kabupaten Sukoharjo Tahun 2023. Bimbingan Teknis (Bimtek) tersebut dilaksanakan di Hotel Tosan, Solo Baru, Kecamatan Grogol, Rabu (6/12/2023).

“Mengawali sambutan ini saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, Islam adalah agama dakwah yaitu agama yang mengajak dan memerintahkan umatnya untuk selalu menyebarkan dan menyiarkan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia. Seiring perkembangan zaman, Dakwah Islam mengalami persoalan yang kompleks terkait dengan masalah kehidupan.

“Pada dasarnya Agama Islam mampu menjawab segala persoalan yang dihadapi Umat Islam itu sendiri,” ujarnya.

Menurutnya,hHal itu tergantung dari para da’i/ustadz/ustadzah, tentang sejauh mana wawasan dalam melihat realita yang ada. Sehingga perlu adanya da’i/ustadz/ustadzah yang mampu memiliki peta dakwah terhadap obyek dakwah terkait dengan problematika, budaya, dan karakter yang berbeda-beda.

Da’i/ustadz/ustadzah harus mampu tampil prima sebagai pribadi-pribadi yang mencerahkan di dalam kehidupan bermasyarakat. Para da’i/ustadz/ustadzah harus dapat memahami perannya sebagai komunikator, konselor, problem solver, manajer, dan entrepreneur. Dengan demikian proses Dakwah Islamiyah mampu menjadi proses perubahan sosial melalui komunikasi. Sehingga akan tercipta masyarakat yang kuat dalam aspek aqidah, akhlak, ibadah dan mu’amalah.

“Untuk itu sekali lagi saya sangat mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini dapat menyatukan langkah dan persepsi bagi para da’i/ustadz/ustadzah dalam menyebarkan syiar Islam di Kabupaten Sukoharjo sehingga akan dapat mewujudkan kehidupan umat yang aman, damai, rukun dan toleran di Kabupaten Sukoharjo,” tambahnya. (*)

Giliran Penyaluran CPP Program Pencegahan Stunting di Nguter Didatangi Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau penyaluran bantuan CPP untuk pencegahan stunting di Balai Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Rabu (6/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani kembali memantau penyaluran bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP) program penanganan kerawanan pangan untuk pencegahan stunting di Kecamatan Nguter, Rabu (6/12/2023). Penyaluran dilakukan di Balai Desa Nguter dimana setiap penerima mendapatkan 22 kilogram beras dan delapan butir telur.

Bupati mengatakan, penyaluran cadangan pangan pemerintah ini dilakukan untuk penanganan kerawanan pangan. Bantuan diberikan dalam program sasaran pencegahan stunting di Kabupaten Sukoharjo yang mendapatkan kuota 1.000 paket bantuan untuk 12 kecamatan.

Menurut Bupati, jumlah penerima bantuan di masing-masing kecamatan bervariasi. “Bantuan ini disalurkan kepada warga kurang mampu dengan sasaran pencegahan stunting,” ujarnya.

Bupati berharap bantuan tersebut dapatmemenuhi gizi keluarga sehingga mampu mencegah stunting. Bupati juga meminta kepada ibu-ibu untuk memasak sendiri makanan bergizi sehingga kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi dan tidak lagi ada kasus stunting.

Selama ini, ujarnya, Pemkab Sukoharjo sudah memberikan perhatian penuh atas penanganan stunting disemua wilayah. Program pencegahan dan penanganan stunting dilakukan dengan melibatkan pihak terkait. Selain itu,juga menggerakkan semua pihak untuk pencegahan dan penanganan kasus stunting.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Sukoharjo, Iwan Setiyono menyampaikan, untuk Kecamatan Nguter mendapatkan alokasi 120 penerima. Dikatakan Iwan, penyaluran CPP kerawanan pangan pencegahan stunting disalurkan selama 3 hari dimana dalam sehari disalurkan di empat kecamatan.

“Tinggal empat kecamatan dan akan kami salurkan pada 7 Desember, besok,” ujarnya. (*)

Bupati Pimpin Penyalurkan Cadangan Pangan Program Pencegahan Stunting

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat penyaluran bantuan beras dan telur untuk pencegahan stunting di Pendopo Kecamatan Gatak, Selasa (5/12/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memimpin penyaluran bantuan cadangan pangan pemerintah untuk penanganan kerawanan pangan dalam program pencegahan stunting. Penyaluran dimulai di Pendopo Kecamatan Gatak dimana setiap penerima mendapatkan 22 kilogram beras dan delapan butir telur, Selasa (5/12/2023).

Bupati mengatakan, penyaluran cadangan pangan pemerintah ini dilakukan untuk penanganan kerawanan pangan. Bantuan diberikan dalam program sasaran pencegahan stunting di Kabupaten Sukoharjo yang mendapatkan kuota 1.000 paket bantuan untuk 12 kecamatan.

Menurut Bupati, jumlah penerima bantuan di masing-masing kecamatan bervariasi. “Bantuan ini disalurkan kepada warga kurang mampu dengan sasaran pencegahan stunting,” ujarnya.

Bupati berharap bantuan tersebut dapatmemenuhi gizi keluarga sehingga mampu mencegah stunting. Bupati juga meminta kepada ibu-ibu untuk memasak sendiri makanan bergizi sehingga kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi dan tidak lagi ada kasus stunting.

“Ibu harus masak sendiri sayur dan penuhi gizi keluarga apalagi yang punya anak kecil. Kurangi membeli dan mengonsumsi makanan instan,” lanjutnya.

Selama ini, ujarnya, Pemkab Sukoharjo sudah memberikan perhatian penuh atas penanganan stunting disemua wilayah. Program pencegahan dan penanganan stunting dilakukan dengan melibatkan pihak terkait. Selain itu,juga menggerakkan semua pihak untuk pencegahan dan penanganan kasus stunting.

“Semua sudah digerakan terkait kasus stunting. Baik untuk penurunan kasus stunting yang sudah ada maupun mencegah terjadinya kasus stunting baru. Salah satu peran penting tersebut dimulai dari keluarga,” lanjutnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Sukoharjo, Iwan Setiyono menyampaikan, bantuan ini diberikan dengan sasaran warga kurang mampu dalam program pencegahan stunting. Penyaluran perdana bantuan dilakukan di pendapa kantor Kecamatan Gatak.

“Bantuan diberikan dengan menyasar warga yang memiliki kerawanan stunting. Penerima bantuan ini memiliki anak kecil dan diharapkan bantuan beras dan telur dapat memenuhi gizi keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, khusus di Kecamatan Gatak ada 102 warga kurang mampu penerima bantuan. Selanjutnya, bantuan serupa juga akan disalurkan di kecamatan yang lain. (*)

Ketua DPR RI Puan Maharani Kunjungan Kerja di Kabupaten Sukoharjo

0
Ketua DPR RI, Puan Maharani saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sukoharjo, Minggu (3/12/2023).

SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo mendapat kunjungan dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, Minggu Minggu (3/12/2023). Puan mengikuti sarasehan dengan pelaku UMKM di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) dan juga bertemu dengan warga Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban untuk menyalurkan bantuan.

Bantuan yang Puan memberikan sendiri terdiri dari bantuan modal usaha untuk 100 pelaku UMKM masing-masing Rp1 juta sehingga total bantuan yang diberikan Rp100 juta untuk pelaku UMKM. Selain itu, Puan juga menyaluarkan bantuan untuk balita rawan stunting sebanyak 1.000 paket untuk empat kecamatan.

Saat acara di GP3D, Puan mengatakan UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Saat ada pandemi, ekonomi tidak berjalan karena pelaku UMKM dibatasi pergerakannya dan sekarang pelaku UMKM sudah menggeliat.

Menurutnya, pelaku UMKM harus bisa memanfaatkan teknologi dengan berjualan secara online dimana saat ini tengah ramai,” ujarnya.

Puan pun menanyakan pada pelaku UMKM yang hadiri apakah sudah mulai menggunakan cara berjualan online. UMKM pun serempak menjawab sudah menggunakan cara berjualan secara online.

“Saya selaku mendorong kepala daerah khususnya di Sukoharjo ini untuk memberikan pelatihan-pelatihan. Apakah pelatihan berjualan online, pelatihan meningkatkan mutu dagangannya sehingga membantu meningkatkan penjualan,” ujarnya.

Kehadiran di Sukoharjo ini, lanjutnya, dirinya ingin sedikit mmebantu modal pelaku UMKM. Meski tidak terlalu banyak setidaknya dapat membantu pelaku UMKM di Kabupaten Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu, Puan juga memberikan kesempatan sejumlah pelaku UMKM untuk maju dan menyampaikan keluhannya. Setelah itu, Puan meminta Bupati Sukoharjo untuk menindaklanjuti agar UMKM di Kabupaten Sukoharjo semakin berkembang.

Usai mengikuti sarasehan dengan pelaku UMKM, Puan Maharani dan rombongan melanjutkan agenda dengan berkunjung ke Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban untuk memberikan bantuan kepada balita rawan stunting.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada KetuaDPR RI, Puan Maharani yang telah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sukoharjo dan menyerahkan bantuan untuk pelaku UMKM serta bantuan paket untuk penurunan angka stunting.

“Semoga dengan penyerahan bantuan UMKM ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha UMKM, sehingga dapat mendorong percepatan pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Sukoharjo,” ujarnya.

Disisi lain, terkait stunting, untuk angka stunting di Sukoharjo pada tahun 2022 tidak terlalu tinggi (melebihi) dari target nasional yaitu 8,1% dari target nasional sebesar 14%. Namun angka stunting di Sukoharjo dibawah 7,65%. Hal itu menjadi PR bersama untuk bergerak dan berjuang dalam menurunkan angka stunting tersebut.

Upaya-upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam percepatan penurunan kasus stunting. Antara lain program promosi, advokasi dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan kader perwakilan dari tiap desa, kegiatan akzi bergizi, pengaaktifan posyandu dan pencegahan stunting melalui penyuluhan kelompok.

Selain itu, juga Program Gizi Masyarakat melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penyuluhan, validasi data dan konfirmasi masalah gizi, unjungan rumah, rujukan berjenjang, koordinasi lintas program dan lintas sektor, dan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri dan ibu hamil.

“Juga melalui program Kesehatan Lingkungan melalu seperti sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dengan upaya tersebut Angka stunting di Kabupaten Sukoharjo bisa turun sampai bulan Oktober 2023 ini sebesar 6,74%,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Puan Maharani memberikan bantuan untuk penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo. Adapun total penerima bantuan penurunan stunting sejumlah 1.000 paket dengan sasaran Keluarga Resiko Stunting yang berasal dari 4 kecamatan, yakni Kecamatan Mojolaban 550 paket, Kecamatan Polokarto 150 paket, Kecamatan Bendosari 150 paket, dan
Kecamatan Grogol 150 paket. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts