Saturday, September 19, 2026
Home Blog Page 29

Bupati Serahkan Bantuan Rehab RTLH dari Baznas Untuk 10 Warga Kecamatan Bulu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Baznas saat menyerahkan bantuan rehab RTLH di Kecamatan Bulu, Rabu (22/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan secara langsung bantuan rehab Rumah Tidak layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Rabu (22/11/2023). Bantuan diberikan kepada 10 warga di empat desa Kecamatan Bulu.

Sesuai data Baznas, penerima bantuan sendiri ada di Desa Lengking (7 penerima), Desa Tiyaran (1 penerima), Kedungsono (1 penerima), dan Desa Malangan (1 penerima). Bupati sendiri mendatangi langsung penerima bantuan di empat desa tersebut.

Total bantuan yang disalurkan sendiri mencapai Rp130 juta dimana bantuan yang diterima setiap warga bervariasi. Bantuan terkecil Rp7,5 juta dan bantuan terbesar Rp20 juta.

“Tentunya dengan bantuan ini diharapkan masyarakat bisa memperbiki rumah sehingga nantinya memiliki rumah yang layak huni. Nanti hasil rehab rumahnya dilaporkan melalui desa masing-masing,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, selama ini ada permohonan bantuan yang masuk ke Bupati melalui desa dan kecamatan dan diteruskan ke Baznas. Sebelum bantuan diberikan, terlebih dahulu Baznas melakukan survei ke lokasi untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Selama ini datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah yang mendapat bantuan. Dari pantauan ini diketahui jika masih banyak rumah yang tidak layak huni sehingga benar-benar butuh dibantu. Dinding masih dari “gedhek”, lantai masih ada yang dari tanah, tidak punya kamar mandi, dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan sebelumnya Baznas telah melakukan survei sebelum bantuan diberikan. Menurutnya, survei dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan rehab RTLH.

“Soal nilai bantuan yang berbeda, memang hal itu ditentukan berdasarkan survei di lapangan. Tergantung kondisi rumah masing-masing. Penyaluran bantuan rehah akan dilanjutkan besok, Kamis (23/11/),” ujarnya. (*)

Pemkab Sukoharjo Kembali Raih Penghargaan Top 45 KIPP 2023

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menerima penghargaan Top 5 KIPP 2023 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) di Birara Essembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (21/11/2023)

SUKOHARJO – Prestasi kembali diraih Pemkab Sukoharjo di tahun 2023 ini. Kali ini, Sukoharjo kembali menerima Penghargaan Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) melalui inovasi Sembada Proklim (Semangat Membangun Desa melalui Program Kampung Iklim) yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Prestasi serupa juga diraih Pemkab Sukoharjo di tahun 2022 yang juga meraih penghargaan yang sama melaui Inovasi GELIS (Gerakan Literasi Sukoharjo) yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Penghargaan Top 45 KIPP 2023 diterima langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) di Birara Essembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agus Suprapto, mengatakan, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu dari empat kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menerima Penghargaan Top 45 KIPP. Tiga daerah lainnya adalah Kota Semarang, Kab Grobogan, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Kebumen.

“Tentunya prestasi ini patut disyukuri dan sekaligus menjadi pemacu semangat agar ke depan bisa lebih baik. Prestasi ini tidak akan diraih tanpa dukungan masyarakat dalam Program Sembada Proklim,” ujar Agus.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengapresiasi DLH atas Inovasi Sembada Proklim sehingga tahun ini kembali meraih penghargaan Top 45 KIPP. Bupati berharap prestasi tersebut bisa menjadi penyemangat dan memotivasi OPD lainnya untuk lebih berinovasi dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat yang lebih berkualitas.

“Harus disyukuri tapi tidak boleh terlena. Prestasi bukan akhir tapi dijadikan pemacu semangat agar ke depan bisa lebih baik lagi,” pesannya. (*)

Bupati Dorong Pelaku Usaha Miliki Nomor Induk Berusaha

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan NIB kepada pelaku usaha, Selasa (14/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendorong pelaku usaha di Kabupaten Sukoharjo memiliki legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB). Hal itu disampaikan saat membuka acara Sosialisasi dan Pemberian Fasilitas Legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB) di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Selasa (14/11/2023).

“Pemerintah baik pusat maupun daerah mempunyai komitmen yang sama yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, selain itu juga berusaha menjadikan Negara Indonesia menjadi Negara yang maju,” ujarnya.

Menurut Bupati, salah satu syarat dari suatu negara agar menjadi negara maju adalah prosentase wirausaha minimal 4% % dari populasi penduduk, dan saat ini Indonesia baru mencapai rasio kewirausahaan sebesar 3,47%. Untuk itu diperlukan stimulant dan fasilitasi kepada masyarakat untuk bisa muncul wirausaha-wirausaha baru.

“Salah satu indikator munculnya wirausaha baru adalah adanya pelaku usaha baru yang ditandai dengan adanya Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terbit,” kata Bupati.

Fungsi dan manfaat Nomor Induk Berusaha (NIB) selain digunakan sebagai Identitas Usaha, adalah sebagai dokumen legalitas, proses perizinan usaha lebih mudah dan cepat, empermudah perolehan investasi dan pengajuan pinjaman, saha lebih kredibel, dan mendapatkan pendampingan usaha.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi dan Pemberian Fasilitas Legalitas NIB pada ini,” katanya.

Bupati berharap setelah sosialisasi dan pemberian fasilitas legalitas Nomor Induk Berusaha tidak ada lagi kesulitan bagi masyarakat terutama pelaku usaha Mikro Kecil untuk memperoleh NIB. (*)

Pemkab Gelar Apel Siaga Bencana, Kesiapsiagaan Jika Terjadi Bencana

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meninjau stan sarana prasarana antisipasi bencana alam usai Apel Siaga Bencana, Selasa (14/11/2023).

SUKOHARJO – Dalam upaya kesiapsiagaan jika terjadi bencana, Pemkab Sukoharjo menggelar Apel Siaga Bencana di halaman Setda, Selasa (14/11/2023). Apel dipimpin Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Kapolres AKBP Sigit dan Dandim Letkol Czi Slamet Riyadi.

Bupati menyampaikan, Sukoharjo secara geografis, geologis, demografis maupun hidrometeorologis, merupakan wilayah rawan bencana. Kejadian bencana yang mungkin terjadi di Kabupaten Sukoharjo sangatlah beragam baik jenis maupun skalanya. Meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data kejadian bencana di Kabupaten Sukoharjo dari bulan Januari-Oktober 2023 telah terjadi bencana angin kencang sebanyak 13 kali, banjir tiga kali, dan tanah longsor dua kali. Bencana tersebut menimbulkan kerugian Rp1,174 miliar.

“Dibandingkan dengan kejadian bencana pada tahun 2022 memang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun, kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan tiga kali lebih besar dibanding Tahun 2022,” jelas Bupati.

Menurutnya, prakiraan dari BMKG saat ini sudah memasuki musim hujan Tahun 2023/ 2024 sehingga perlu diwaspadai adanya masa transisi/pancaroba yang berakibat terjadinya cuaca ekstrem ditandai dengan hujan deras disertai petir dan angin kencang. Sedangkan puncak musim hujan jatuh pada bulan Januari hingga Februari 2024, dimungkinkan akan terjadi hujan lebat yang berakibat terjadinya banjir, tanah longsor dan angin kencang.

“Apel siaga bencana dimaksudkan untuk antisipasi terhadap dampak yang mungkin timbul dalam musim penghujan saat ini dan menyikapi perkembangan kebencanaan akhir-akhir ini,” kata Bupati.

Bupati mengimbau agar semua elemen masyarakat, baik itu jajaran pemerintah daerah sampai pemerintah desa/ kelurahan, TNI/ POLRI, warga masyarakat dan relawan selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam setiap penanganan bencana agar selalu bersinergi dan koordinasi, mengingat bencana adalah urusan bersama yang tujuan utamanya adalah untuk melindungi masyarakat dari berbagai bencana. (*)

Bupati-Wakil Bupati Terima Kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Penilaian APE

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati, Agus Santosa saat menerima Tim Verifikasi Lapangan Penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2023, Senin (13/11/2023).

SUKOHRJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2023. Penerimaan dilakukan di Lobi Kantor Bupati, Senin (13/11/2023).

“Selamat datang dan terima kasih kepada Segenap Tim Verifikasi Lapangan Penilaian Anugerah Parahita Ekapraya dari Kementerian P3A RI, atas dipercayanya Kabupaten Sukoharjo berhasil lolos seleksi tahap kedua yaitu Verifikasi Administrasi, untuk masuk pada penilaian tahap selanjutnya yakni tahap ketiga Verifikasi Lapangan,” ungkap Bupati mengawali sambutannya.

Bupati berharap kepada seluruh pihak terkait dapat bergerak aktif dan saling bersinergi mengikuti proses verifikasi penilaian lapangan APE dengan sebaik-baiknya, sehingga Kabupaten Sukoharjo tahun ini diharapkan mampu menorehkan prestasi yang baik memperoleh penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE).

Menurutnya, pengarusutamaan gender sebagai strategi pembangunan menjadi komitmen pembangunan dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Sejak tahun 2000 sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 secara tegas menyatakan bahwa ”Bupati dalam proses penyusunan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pengawasan harus mengintegrasikan isu-isu gender dalam pembangunan daerah.”

Hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kedudukan, peran dan kualitas perempuan serta upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kondisi di Kabupaten Sukoharjo dilihat melalui Indek Pembangunan Gender (IPG) dan Indek Pemberdayaan Gender (IDG) diatas indek rata-rata Jawa Tengah dan Nasional, yaitu, untuk Indek Pembangunan Gender (IPG) tahun 2022 Kabupaten Sukoharjo sebesar 96,96% sedangkan Provinsi Jawa Tengah sebesar 92,83% dan Nasional sebesar 91,63%

Untuk Indek Pemberdayaan Gender (IDG) tahun 2022 Kabupaten Sukoharjo sebesar 79,16%, Provinsi Jawa Tengah sebesar 73,78% dan Nasional sebesar 76,59%.

“Pada titik inilah perlu melakukan evaluasi karena dalam implementasi Sukoharjo dapat mencapai indek yang tinggi namun untuk penghargaan belum dapat meraih APE,” ujarnya.

Bupati berharap tahun 2023 ini Kabupaten Sukoharjo mendapatkan adanya legitimasi melalui Anugerah Parahita Ekapraya (APE), sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Kepala Daerah dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi Pengarusutamaan Gender, dimana indikator atas keberhasilan implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) juga diperoleh melalui angka Indek Pembangunan Gender (IPG). (*)

Bupati Pimpin Upacara Hari Kesehatan Nasional Tahun 2023

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memimpin Upacara Hari Kesehatan Nasional 2023 di RS Ortopedi, Minggu (12/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memimpin Upacara Hari Kesehatan Nasional Ke-59 Tahun 2023. Upacara digelar di RS Ortopedi, Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Minggu (12/11/2023). Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan daerah (Forkopimda).

“Selamat Hari Kesehatan Nasional Ke-59 Tahun 2023″, kepada seluruh jajaran tenaga kesehatan, baik Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Negeri, Rumah Sakit Swasta, Puskesmas, Klinik, Institusi Pendidikan Kesehatan, Organisasi Profesi dan lintas terkait. Semoga panjenengan semuanya selalu di berikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah, untuk mewujudkan masyarakat Sukoharjo yang sehat,” ujar Bupati mengawali sambutannya.

Bupati melanjutkan, peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59 Tahun 2023 Kabupaten Sukoharjo, dengan tema “Transformasi Kesehatan Untuk Indonesia Maju”. Momen ini diharapkan dijadikan momentum untuk membangun kesadaran masyarakat, akan pentingnya kesehatan, sekaligus untuk mewujudkan Sistem Kesehatan Nasional yang lebih kuat, dengan pelayanan yang inovatif, dan prasarana yang terus berkembang, agar mampu menghadapi permasalahan kesehatan yang semakin kompleks.

“Tema tersebut di pilih untuk menggambarkan bagaimana keberhasilan transformasi kesehatan yang dilakukan kementerian kesehatan dengan berkolaborasi, dan melibatkan pihak terkait, dalam upaya meningkatkan, dan mendorong masyarakat, untuk hidup lebih sehat dan produktif, sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian yang akan menjadikan Indonesia lebih maju,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, usia 59 tahun, bukan usia yang muda, banyak pencapaian pembangunan kesehatan yang sudah diraih, namun demikian, masih banyak pula tugas dan tanggungjawab yang harus dijalankan, salah satunya komitmen dalam melakukan transformasi Sistem Kesehatan Indonesia.

Sebagai upaya untuk mengubah sistem kesehatan yang sudah ada, agar lebih efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kesehatan dan lebih kuat, tangguh, dan mandiri dalam menghadapi ancaman kesehatan di masa depan, melalui enam pilar transformasi. Masing-masing Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Ketahanan Kesehatan, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan.

“Sebelum sambutan ini saya akhiri, selamat kepada semua pihak yang mendapatkan penghargaan sebagai pelaksana terbaik program kesehatan, tenaga kesehatan teladan, dan pemenang lomba olahraga yang di adakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-59 Tahun 2023 Kabupaten Sukoharjo,” tambah Bupati. (*)

Bupati Tandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah untuk Pembiayaan Pilkada 2024

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menandatangani NPHD Pendanaan Pilkada 2024 di Lobi Kantor Bupati, Jumat (10/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pendanaan Pilkada Sukoharjo 2024. Penandatangan dilakukan bersama Ketua KPU, Syakbani Reko Raharjo, dan Ketua Bawaslu, Rokhmad Basuki di Lobi Kantor Bupati, Jumat (10/11/2023).

Bupati menyampaikan, tahun 2024 adalah momen politik yang sangat penting karena penyelenggaraan pesta demokrasi terbesar dan secara serentak dalam tahun yang sama. Yakni, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD, DPRD dan dilanjutkan dengan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati-Wakil Bupati serta Pemilihan Walikota-Wakil Walikota, yang digelar ditahun yang sama, yaitu tahun 2024.

“Ini akan menjadi pemilihan pertama yang terbesar di Indonesia karena sebelumnya pemilu dan pilkada belum pernah dilaksanakan di tahun yang sama,” kata Bupati.

Menurutnya, nilai total anggaran hibah dari Pemkab Sukoharjo untuk Pilkada 2024 mencapai Rp39,2 miliar. Nilai tersebut terbagi untuk KPU sebesar Rp29,2 miliar dan Bawaslu Rp10 miliar. Nilai terebut disepakati bersama setelah dilakukan penbahasan bersama antara Pemkab, KPU, dan Bawaslu.

Anggaran untuk KPU sebesar Rp29,286 miliar dimana pencairan dilakukan bertahap, masing-masing 40% pada Perubahan APBD 2023 ini sebesar Rp11,714 miliar. Kemudian yang 60% pada APBD 2024 sebesar Rp17,571 miliar. Sedangkan untuk Bawaslu total sebesar Rp10 miliar dimana pencairab 40% pada Perubahan APBD 2023 sebesar Rp4 miliar dan pada APBD 2024 sebesar Rp6 miliar.

“Saya berharap semoga dari besaran anggaran tersebut dapat digunakan dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2024 yang akan datang dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya, tertib, aman dan lancar,” harap Bupati. (*)

Memasuki Bulan November, Bupati Kembali SidakProyek Taman Budaya

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat sidak proyek Taman Budaya, Rabu (8/11/2023).

SUKOHARJO – Proyek pembangunan Taman Budaya di Kelurahan Gayam kembali jadi sasaran inspeksi mendadak (sidak) oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Rabu (8/11/2023). Bupati didampingi terlihat didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Seperti diketahui, selama inididak proyek strategis sering dilakukan Bupati dalam upaya memantau progres proyek. Dengan rutin sidak diharapkan pelaksana proyek bekerja sesuai jadwal yang ditetapkan sehingga proyek bisa selesai tepat waktu.

Dalam sidak tersebut, Bupati dan rombongan berkeliling untuk melihat dari dekat proses pengerjaan. Terlihat sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pembangunan khususnya di bagian dalam.

Dalam kesempatan itu, Bupati berharap proyek Taman Budaya dan proyek strategis lain seperti GOR Tipe B, proyek Gedung Parkir dan Taman Plaza II dan lainnya berjalan lancar dan tidak ada kendala.

Selain itu, diharapkan pelaksana proyek mulai memikirkan cuaca karena sudah mulai turun hujan. Jika pelaksana proyek tidak melakukan antisipasi, dikhawatirkan akan menghambat pelaksanaan proyek.

“Sidak biasa seperti sebelumnya, ingin tahu progres proyek khususnya Taman Budaya,” ungkap Bupati. (*)

Bupati Pantau Penyaluran Bantuan Beras CPP Tahap II untuk Bulan November

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau penyaluran bantuan beras CPP Tahap II untuk bulan November di Desa Kayuapak dan Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Rabu (8/11/2023).

SUKOHARJO – Penyaluran bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahap II untuk bulan November sudah berjalan di Kabupaten Sukoharjo. Terkait hal itu, Bupati Etik Suryani menyempatkan diri melakukan pantauan penyaluran di Desa Kayuapak dan Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Rabu (8/11/2023).

“Hari ini memantau penyaluran bantuan beras CPP tahap II untuk bulan November di Desa Kayuapak dan Jatisobo, Kecamatan Polokarto. Dari pantauan berjalan lancar, tidak ada kendala,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat di tengah harga yang mengalami kenaikan. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan 10 kilogram (kg).

Saat ini, ujar Bupati, harga pangan yang berfluktuasi akan mempengaruhi masyarakat luas selaku konsumen akhir. Untuk itu, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi salah satu prioritas yang harus diwujudkan.

Dalam rangka menjamin ketersediaan bahan pokok dan menjaga stabilisasi harga pangan pokok, lanjut Bupati, berbagai upaya terus digencarkan, antara lain dengan penyaluran beras bantuan pangan pemerintah, termasuk yang dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo. Termasuk program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang terus berjalan.

Seperti diketahui, Kabupaten Sukoharjo untuk tahap II ini menerima kuota 68.678 KPM dimana bantuan beras diberikan untuk tiga bulan, yakni bulan September, Oktober dan November. (*)

Bupati Luncurkan Bumdesma Eks PNPM se Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meluncurkan Bumdesma Eks PNPM Mandiri se Sukoharjo, Minggu (5/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meluncurkan Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Eks PNPM se Kabupaten Sukoharjo, Minggu (5/11/2023). Peluncuran Bumdesma tersebut dilakukan di Stadion Jombor dengan senam sehat bersama.

“Mengawali sambutan ini, saya atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua Forum Komunikasi Bumdesma LKD Eks-PNPM Kabupaten Sukoharjo atas terselenggaranya acara ini,” ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, menjaga kesehatan hendaknya menjadi prioritas bagi semua. Ada sebuah ungkapan ”mensana in corpore sano” (di dalamtubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat), ungkapan ini tentunya sudah sangat sering kita dengar.

“Namun, berapa banyak dari kita yang betul-betul menghayati ungkapan tersebut, dan kemudian mengimplementasikannya secara riil dengan berolahraga secara teratur, menjaga pola makan, dan upaya-upaya menjaga kesehatan lainnya,” katanya.

Bumdesma mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa, dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 93 Tahun 2022 tentang Pedoman Pembentukan Pengelola Kegiatan Dana Bergulir Masyarakat Eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama.

“Alhamdulillah saat ini PNPM Mandiri Perdesaan yang ada di Kabupaten Sukoharjo telah bertransformasi menjadi Bumdesma yang diluncurkan hari ini,” ujar Bupati.

Bupati berharap, dengan adanya transformasi UPK eks PNPM Mandiri Perdesaan menjadi Bumdesma LKD ini, semoga dapat memberikan kontribusi positif dalam kemajuan pembangunan di Kabupaten Sukoharjo, khususnya dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat desa, serta mampu meningkatkan kegiatan usaha, memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa, sehingga kita semua dapat bersama-sama mewujudkan Kabupaten Sukoharjo Yang Lebih Makmur. (*)

Bupati Ikuti Senam Bersama Warga Desa Blimbing Kecamatan Gatak

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat senam massal di Lapangan Tenogo Mulyo Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Jumat (3/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengukuti acara senam bersama di Lapangan Tenogo Mulyo, Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Jumat (3/11/2023). Senam bersama tersebut digelar dalam rangka memperimgati Hari Sumpah Pemuda Ke-95 Tahun 2023.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan berolahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga imunitas dan kesehatan tubuh, sebab kondisi tubuh yang fit menjadi kunci terlindunginya diri dari paparan virus dan penyakit yang mengintai.

“Ada beberapa cabang olahraga yang murah dan sehat yang bisa menjadi pilihan masyarakat seperti berjalan kaki, lari, bersepeda dan senam. Keempat olahraga tersebut bisa dilakukan secara perorangan maupun berkelompok,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga kesehatan hendaknya menjadi prioritas. Sebuah ungkapan ”mensana in corpore sano” (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat), tentunya sudah sangat sering didengar. Namun, berapa banyak yang betul-betul menghayati ungkapan tersebut, dan kemudian mengimplementasikannya secara riil dengan berolahraga secara teratur, menjaga pola makan, dan upaya-upaya menjaga kesehatan lainnya.

“Dengan kegiatan senam ini, saya berharap dapat meningkatkan kesadaran kita semua akan pentingnya budaya hidup sehat melalui kegiatan olah raga. Sehingga kita bisa membiasakan diri untuk gemar berolahraga, sebagai upaya untuk mewujudkan kesehatan jasmani dan rohani,” terangnya.

Selain itu, lanjut Bupati, dengan senam massal ini dapat dijadikan sebagai momentum bagi kita bersama, untuk terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta kebersamaan, dalam rangka memperkokoh hubungan yang sinergis atara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Sukoharjo ini.

“Harapan saya, semoga kita semua dapat terus menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, serta dapat menerapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga akan dapat terwujud kondisi masyarakat Kabupaten Sukoharjo yang aman, tentram, damai dan kondusif,” harap Bupati. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Baznas, Total Penerima Ada 76 Warga Kurang Mampu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Sueyani menyapa warga penerima bantuan Baznas, Kamis (2/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Bantuan diserahkan di Lobi Kantor Bupati, Kamis (2/11/2023). Terdapat 76 warga kurang mampu yang menerima bantuan dengan nilai total bantuan mencapai Rp148,5 juta.

Bantuan Baznas sendiri bervariasi dimana nilai bantuan terkecil adalah Rp1 juta dan paling besar Rp3,9 juta. Bantuan berupa uang tunai dan juga diwujudkan dengan barang.

Bantuan tersebut terdiri atas bantuan biaya pengobatan, bantuan biaya pendidikan, dan bantuan modal usaha. Selain itu, ada juga bantuan gerobak hik, bantuan pembelian kompresor, dan lainnya.

“Bantuan untuk masyarakat kurang mampu rutin diberikan oleh Baznas Sukoharjo. Jadi, warga yang menerima bantuan ini sebelumnya mengajukan permohonan kepada Bupati dan diteruskan ke Baznas agar bisa cepat cair,” terang Bupati.

Bupati juga mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo yang tengah membutuhkan. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Prinsipnya saya pasti menindaklanjuti setiap permohonan yang masuk. Jadi, jika masyarakat kurang mampu dan sangat membutuhkan bantuan, bisa mengajukan pada Bupati,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan, bantuan yang disalurkan terdiri dari empat kategori. Masing-masing Sukoharjo Cerdas senilai Rp4,885 juta, Sukoharjo Makmur senilai Rp61,5 juta, Sukoharjo Peduli senilai Rp12,5 juta, dan Sukoharjo Sehat senilai Rp69,646 juta. (*)

Buka Seminar Kewirausahaan, Bupati Dorong Pelaku Industri Kecil Menengah Penuhi Syarat Legalitas

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka seminar kewirausahaan di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Rabu (1/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Seminar Kewirausahaan di Auditorium Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Rabu (1/11/2023). Seminar tersebut mengambil tema “Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah Melalui Aspek Legalitas”.

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengatakan, Pemkab Sukoharjo mendukung penuh akan peningkatan pertumbuhan Industri. Hal itu dengan membuka kemudahan usaha bagi Pelaku Industri Kecil Menengah, Koperasi dan UMKM untuk bisa masuk dalam memenuhi Kebutuhan Barang dan Jasa Pemerintah Melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

“Kami telah menginstruksikan Perangkat Daerah untuk mengalokasikan dan melaksanakan paling sedikit 40% (empat puluh persen) dari nilai anggaran belanja Barang/Jasa yang di kelolanya untuk produk usaha kecil dan/atau koperasi,” ujar Bupati.

Untuk itu, lanjutnya, diharapkan agar Pelaku Industri Kecil Menengah bergabung dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, dengan memenuhi Syarat Legalitas yang lengkap mulai kelembagaan, izin edar dan izin lainnya yang mendukung terjaminnya produk yang dihasilkan.

Bupati juga mengatakan, Nilai Investasi Usaha Mikro & Kecil di Kabupaten Sukoharjo mencapai Rp184,132 miliar dengan menyerap tenaga kerja sebesar 21.597 orang. “Kami juga mendorong Pengusaha dan Pelaku Industri Kecil Menengah untuk memiliki jaring pengaman bagi tenaga kerjanya,” kata Bupati.

Menurutnya, melalui Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 92 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kabupaten Sukoharjo dapat menjamin kepastian hukum dan hak-hak tenaga kerja terkait perlindungan jaminan sosial kepada tenaga kerja.

“Harapannya melalui kegiatan ini Bapak Ibu sekalian dapat ikut serta dalam program perlindungan sosial bagi seluruh tenaga kerja di Kabupaten Sukoharjo,” tambahnya. (*)

Bupati Serahkan Santunan Kematian Untuk 2.300 Ahli Waris Gakin Meninggal

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara penyerahan santunan kematian untuk ahli waris gakin meninggal di Graha PGRI, Rabu (1/11/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolus menyerahkan satunan kematian atau uang duka untuk warga miskin (gakin) yang meninggal di Sukoharjo. Penyerahan santunan kematian untuk 12 kecamatan dipusatkan di Graha PGRI, Rabu (1/11/2023).

Bupati mengatakan, santunan kematian diserahkan secara utuh Rp3 juta tanpa potongan. Menurutnya, bantuan sosial uang duka atau santunan kematian merupakan wujud kepedulian Pemkab Sukoharjo terhadap warga miskin. Bupati berharap santunan yang diberikan dimanfaatkan dengan baik.

“Santunan kematian ini merupakan program warisan Bupati Sukoharjo sebelumnya, Pak Wardoyo Wijaya. Karena merupakan program bagus, maka dilanjutkan di era kepemimpinan saya hingga saat ini,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, santunan uang duka tidak bisa cair sekaligus ketika gakin meninggal dunia. Pasalnya, pengajuan anggaran santunan harus “by name by address” sehingga harus diajukan dalam APBD terlebih dahulu.

“Saya harap santunan ini dapat meringankan beban ahli waris dari gakin yang meningal dunia,” tambah Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin, menyampaikan, uang duka yang cair merupakan periode kematian Maret-Agustus 2023. Pencairan dilakukan dua sesi pagi dan siang dimana setiap sesi untuk enam kecamatan.

Sesuai data Dinas Sosial (Dinsos), penerima di Kecamatan Bendosari 137 ahli waris, Bulu 181 ahli waris, Nguter 212 ahli waris, Sukoharjo 168 ahli waris, Tawangsari 188 ahli waris, Weru 235 ahli waris, Baki 151 ahli waris, Gatak 173 ahli waris, Grogol 208 ahli waris, Mojolaban 247 ahli waris, Polokarto 222 ahli waris.

“Total ahli waris yang menerima santunan sebanyak 2.300 dimana tiap ahli waris menerima Rp3 juta sehingga total nominal santunan sebesar Rp6,9 miliar,” jelas Suparmin. (*)

Pemerintah Desa Terima Bantuan Keuangan Senilai Rp22,4 Miliar dari Perubahan APBD 2023

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Sosialisasi Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa di Auditorium Menara Wijata Lantai 10, Senin (30/10/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Sosialisasi Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa se-kabupaten yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Senin (30/102023). Bantuan keuangan yang disosialisasikan adalah bersumber dari Perubahan APBD 2023 senilai Rp22,4 miliar.

“Pemberian bantuan keuangan desa merupakan stimulan dalam rangka membantu peningkatan pembangunan perdesaan sebagai upaya untuk membangkitkan kembali partisipasi masyarakat agar sifat gotong royong. Bantuan keuangan sendiri rutin diberikan setiap tahun,” ungkap Bupati.

Menurutnya, perlu adanya sinergitas antara Pemkab Sukoharjo dengan Pemerintah Desa karena dengan sinergitas komunikasi akan terjalin dengan bai. Bupati berharap pemerintah desa untuk menyiapkan “Grand Design” terkait potensi desa dan potensi terjadinya bencana, sehingga nantinya program yang diusulkan akan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bupati juga mengatakan, pemerintah desa sudah paham bagaimana menata dan mengimplementasikan pelaksanaan bantuan keuangan, sehingga dalam pertanggungjawaban berbagai kegiatan nanti dapat berjalan lancar, aman dan sesuai regulasi.

“Saya berharap kepada para camat dan kepala desa agar melakukan fasilitasi, koordinasi, identifikasi, sosialisasi, verifikasi, monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan bantuan keuangan ini dapat berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran,” tambah Bupati.

Sedangkan Kepala DPMD Sukoharjo, Rohmadi, menyampaikan, dengan sosialisasi tersebut diharapkan pemerintah desa segera mempersiapkan diri untuk proses pencairan bankeu. “Saya harap pemerintah desa lebih meningkatkan kinerja dalam pengelolaan dan segera mengajukan proses pencairan bantuan keuangan ini,” ujarnya.

Selain itu, ujarnya, pemerintah desa diharapkan melaksanakan kegiatan bantuan keuangan sesuai dengan peruntukannya, segera membuat laporan pertanggungjawaban setelah selesai kegiatan, dan penerima manfaat bantuan keuangan memahami ketentuan aturan dan kebijakan pengelolaan bantuan keuangan.

Rohmadi juga mengatakan, nilai bantuan keuangan untuk pemdes dari Perubahan APBD 2023 sebesar Rp22,469 miliar. Bantuan tersebut akan digunakan untuk 2.382 titik bantuan. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts