Sunday, September 20, 2026
Home Blog Page 34

Gowes Jumat Pagi, Bupati Sapa Warga Kecamatan Tawangsari

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyapa warga saat gowes di Kecamatan Tawangsari, Jumat (8/9/2023) pagi.

SUKOHARJO – Agenda Gowes Jumat Pagi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani kembali dilaksanakan. Kali ini, gowes dilaksanakan di Kecamatan Tawangsari. Gowes mengambil start dari start Halaman Balaidesa Masjasto dan finish di RM Limasan Djowo dengan jarak 10,9 kilometer (km)

Bupati mengatakan, kegiatan gowes sudah menjadi agenda rutin setiap dua minggu sekali jika tida ada agenda. Menurutnya, Gowes dilaksanakan setiap hari Jumat pagi. Tidak hanya sekadar gowes saja, Bupati mengaku sekaligus melihat kiri kanan, memantau kondisi seperti jalan rusak, dan lainnya.

“Melihat-lihat kondisi sekitar dan sekaligus memberikan solusi jiga memang membutuhkan solusi dari pemerintah. Menyapa warga,” kata Bupati.

Terkait agenda gowes tersebut, Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santoso menyampaikan bahwa agenda tersebut dibuat rutin setiap dua minggu sekali jika tidak ada agenda lain yang lebih penting.

“Dulu berawal dari agenda gowes di kompleks Kantor Setda Sukoharjo yang kemudian dibuat keliling di semua kecamatan,” ujarnya.

Budi mengatakan, lokasi gowes selalu berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan yang lain. “Jadi, nanti gowes dilaksanakan di 12 kecamatan. Kalau sudah semua, dimulai lagi dari awal,” ujarnya. (*)

Bupati Sidak Proyek Gedung Parkir dan Taman Plaza, Pelaksana Proyek Kelabakan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat melakukan sidak proyek Gedung Parkir dan Taman Plaza II, Rabu (6/9/2023) sore.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek Gedung Parkir dan Taman Plaza II di Kompleks Pemkab Sukoharjo, Rabu (6/9/2023) sore. Sidak tiba-tiba tersebut membuat pelaksana proyek kelabakan.

Bupati melakukan sidak saat hendak pulang dari kantor karena melihat pekerja yang ada tidak sesuai harapan. Kondisi tersebut membuat khawatir bupati proyek tidak selesai tepat waktu. Terlebih lagi, secara kasat mata di sisi timur masih banyak pekerjaan yang belum selesai sehingga terlihat belum rapi.

“Ingin tahun saja karena sering melihat pekerjanya kok hanya itu-itu saja, padahal seharusnya banyak pekerja yang dikerahkan agar proyek cepat selesai,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, kontraktor seharusnya berlaku profesional dengan melakukan pekerjaan dengan baik. Dengan pekerja yang cukup, pekerjaan bagian atas dan bawah bisa dikerjakan bersama-sama sehingga bisa selesai bersamaan.

“Kalau pekerjanga gantian, mengerjakan atas dulu kemudian baru ke bawah, ya banyak waktu yang terbuang,” tegasnya.

Bupati mencontohkan material lis paving sudah ada, tapi tidak dipasang-pasang karena pekerjanya tidak ada. Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menanyakan jumlah pekerja pada mandor proyek dan dijawab sekitar 30-40 orang. Namun, saat dicek dengan dihitung satu persatu ternyata hanya ada 10 orang.

Sementara itu, Kabag Umum Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santoso, menambahkan, proyek Gedung Parkir dan Taman Plaza II tersebut dalam upaya untuk memberikan tempat parkir bagi ASN dan juga masyarakat yang datang ke Pemkab. Nantinya, parkir sepeda motor maupun mobil akan dipusatkan di lokasi tersebut.

“Nantinya, halaman Setda sisi utara tidak boleh untuk parkir mobil, semuanya dipusatkan di belakang ini kecuali untuk Gedung Menara Wijaya yang sudah ada parkirnya,” ujarnya.

Proyek gedung parkir dan taman tersebut dikerjakan dengan nilai Rp9,512 miliar. Budi juga mengatakan, saat ini progres pengerjaan proyek sudah diatas 70%. (*)

Ketua DPR RI Puan Maharani Resmikan Dua Sanggar Inklusi di Sukoharjo

0
Ketua DPR RI, Puan Maharani bersama Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat bercengkerama dengan ABk usai peresmian Sanggar Inklusi di Kartasura, Minggu (3/9/2023).

SUKOHARJO – Ketua DPR, Puan Maharani kembali melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sukoharjo. Kali ini, Puan Maharani berkunjung untuk meresmian dua sanggar inklusi, yakni Sanggar Inklusi Kinasih Wijaya Kecamatan Kartasura dan Sanggar Inklusi Kasih Sayang Bunda Kecamatan Mojolaban. Peresmian dipusatkan di Kartasura, Minggu (3/9/2023).

Dalam acara tersebut terlihat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka ikut mendampingi Puan Maharani.

“Selamat datang dan terimakasih” kepada Ketua DPR RI, Ibu Puan Maharani beserta seluruh rombongan di Kabupaten Sukoharjo. Ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi kami semua masyarakat Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati mengawali sambutannya.

Menurutnya, penyandang disabilitas maupun Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), memiliki hak yang sama di masyarakat. Disabilitas bukan berarti menjadi hambatan untuk menjalani kehidupan. Penyandang disabilitas tidak berarti mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka sama seperti kita, hanya saja memiliki cara yang berbeda dalam melakukan suatu aktivitas yang tidak dapat mereka lakukan karena keterbatasannya.

“Kita harus memahami para penyandang disabilitas sebagai dukungan bagi mereka untuk berkembang dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat serta memberikan hak yang sama sebagai warga negara,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, tidak bisa dipungkiri bahwa, masih ada sebagian anak berkebutuhan khusus yang merasa rendah diri karena merasa berbeda dengan anak-anak lain. Oleh karena itu, tugas orang tua dan para pendamping untuk selalu memotivasi dan membantu anak berkebutuhan khusus mencapai potensinya, sehingga mereka mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dan mampu menunjukkan kelebihan-kelebihan yang mereka miliki.

“Perlu kami laporkan bahwa di Kabupaten Sukoharjo saat ini telah berdiri 12 Sanggar Inklusi yang berada di setiap kecamatan. Sedangkan jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang ditangani kurang lebih 1.018 ABK. Saat ini ada 11 sanggar inklusi yang sudah memiliki gedung sendiri, dan sisanya 1 sanggar inklusi masih dalam tahap pembangunan,” tambah Bupati.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani menyampaikan. Indonesia adalah negara gotong royong dan didalamnya harus ada keberpihakan. Negara harus hadir termasuk pada anak-anak yang ada di sanggar inklusi. Adanya kebutuhan khusus pada anak-anak, bukan berarti mereka tidak memiliki kesempatan untuk berpera aktif di masyarakat. Kepdulian kita terhadap merekalah yang mungkim dibutuhkan,” terang Puan.

Menurutnya, selama ini keluarga yang memiliki ABK khususnya dari keluarga menengah ke bawah rata-rata tidak mau memunculkan atau mempunyai kemampuan membawa dan kemudian memberikan kesempatan pada ABK. Puan mengatakan, yang dibutuhkan ABK bukan hanya perhatian, tapi juga butuh sesuatu yang khusus pula.

“ABK memerlukan penanganan yang ekstra luar biasa. Untuk itu, apa sudah dilakukan Kabupaten Sukoharjo merupakan suatu hal yang harus diapresiasi karena perhatiannya,” ujar Puan. (*)

Bupati Hadiri Hadiri Tambakboyo Fair Tahun 2023

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri acara Tambakboyo Fair 2023, Jumat (1/9/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri kegiatan “Tambakboyo Fair 2023” di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Jumat (1/9/2023). Dalam kesempatan tersebut, juga dihadiri Ketua DPRD, Wawan Pribadi dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Tambakboyo Fair sendiri merupakan agenda rutin tahunan yang merupakan kegiatan bersih desa dimana tahun ini menghadirkan hiburan orkes melayu “Ervana”.

Penyelenggaraan Tambakboyo Fair sendiri berlangsung meriah dengan adanya hiburan orkes melayu tersebut. Bupati sendiri mengapresiasi

“Saya berharap dalam kegiatan bersih desa ini digunanakan untuk memupuk rasa kebersamaan antar warga untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, bersih desa merupakan upacara adat yang memiliki makna sangat besar bagi masyarakat. Selain sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT dan perwujudan rasa solidaritas serta kegotong royongan antar sesama masyarakat.

“Kegiatan positif semacam ini perlu terus dijaga dan dilestarikan dimasa yang akan datang agar rasa kebersamaan dan kegotong royongan antar warga terus dapat terpelihara,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut dan berharap dengan kegiatan bersih dusun tersebut dapat memupuk rasa kebersamaan, persatuan, dan kesatuan antar warga. Harapannya, mampu menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tenteram, dan harmonis untuk Sukoharjo yang Lebih Mamkmur. (*)

KPS Masdulkabi Desa Menuran Nominasi Lomba Tingkat Nasional, Bupati Sambut Tim Penilai Tahap II

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat naik perahu di KPS Masdulkabi Desa Menuran, Kecamatan Baki, Rabu (30/8/2023).

SUKOHARJO – Komunitas Peduli Sungai (KPS) Masyarakat Peduli Kali Baki (Masdulkabi) Desa Menuran Kecamatan Baki masuk nominasi nasional dalam Evaluasi Kinerja dan Penguatan Kelembagaan. KPS Masdulkabi diajukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Penilaian tahap II sendiri dilakukan pada Rabu (30/8/2023).

Kedatangan tim penilai sendiri disambut langsung Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Ketua DPRD Wawan Pribadi di KPS Masdulkabi Desa Menuran. Tim penilai sendiri melakukan verifikasi lapangan dengan mendatangi KPS Masdulkabi.

Bupati mengatakan, selama ini berbagai upaya telah dilakukan dalam menjaga kelestarian dan ekosistem keseimbangan air, langkah kongkrit yang dapat ditempuh untuk mengatasi efek negatif yang akan terjadi pada lingkungan sungai diantaranya adalah dengan melakukan penanaman pohon serta menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.

“Menjaga lingkungan sungai tidak dapat dijaga hanya oleh pemerintah saja, namun harus ada kepedulian dan kesadaran dari masyarakat untuk mengelola dan melestarikan sungai didaerahnya,” kata Bupati.

Menurutnya, keberadaan KPS Masdulkabi sangat positif karena merupakam bentuk kepedulian masyarakat Sukoharjo memelihara ekosistem sungai.

“Saya berharap melalui lomba ini akan memotivasi KPS Masdulkabi dalam bekerja dan mengabdi kepada masyarakat, tentunya hasil evaluasi nanti saya berharap akan dapat mengantarkan KPS Masdulkabi menjadi Juara Evaluasi Kinerja dan Penguatan Kelembagaan KPS Tingkat Nasional Tahun 2023,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, KPS Masdulkabi Desa Menuran juga memotivasi desa lain dalam upaya melestarikan lingkungan sungai. Pasalnya, jika dikelola dengan baik bisa mendatangkan pendapaatan bagi desa dan juga masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala BBWSBS, Maryadi Utama mengatakan, saat ini BBWSBS membina sebanyak 95 KPS di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kondisi perkembangan KPS setiap tahun selalu dilakukan evaluasi. Hal ini dilakukan untuk melihat keaktifan KPS dalam pengelolaan organisasi dan kegiatan dalam rangka pelestarian lingkungan.

BBWSBS pada tahun 2023 ini memiliki KPS Masdulkabi Desa Menuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo maju lomba KPS. Bahkan, KPS Masdulkabi Desa berhasil masuk sebagai nominasi tingkat nasional dan memasuki penilaian Tahap II.

“BBWSBS mengapresiasi semua komponen di Masdulkabi dan masyarakat di Desa Menuran dalam menjaga kelestarian lingkungan khususnya sungai,” ujarnya. (*)

Kabupaten Sukoharjo Raih Tiga Penghargaan Nirwasita Tantra

0
Kabupaten Sukoharjo meraih tiga penghargaan Nirwasita Tantra. Tampak Bupati Etik Suryani saat menerima penghargaan tersebut di Jakarta, Selasa (29/8/2023).

SUKOHARJO – Prestasi kembali diraih Kabupaten Sukoharjo. Kali ini, Sukoharjo meraih tiga penghargaan Nirwasita Tantra. Masing-masing diraih oleh Bupati Etik Suryani, Ketua DPRD, Wawan Pribadi, dan atas nama Kabupaten Sukoharjo kategori kabupaten sedang.

Penghargaan Nirwasita Tantra tahun 2022 ini diserahkan pada Selasa (29/8/2023) di Gedung Manggala Wanabakti kompleks Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diterima secara langsung oleh Bupati Sukoharjo dan Ketua DPRD.

“Penghargaan ini merupakan yang kelima kalinya diterima oleh Kabupaten Sukoharjo,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agus Suprapto, Selasa (29/8/2023).

Agus melanjutkan, dari lima kali mendapat penghargaan, empat kali diperoleh secara berturut-turut yaitu tahun 2019, 2020, 2021 dan 2022 serta sebelumnya juga menerima penghargaan serupa pada tahun 2017.

“Tahun ini, Kabupaten Sukoharjo menerima tiga penghargaan sekaligus untuk kategori kabupaten sedang, yaitu Kepala Daerah (Bupati), Ketua DPRD, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten kategori kabupaten sedang,” katanya.

Nirwasita Tantra 2022 dinilai berdasarkan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup (IKPLHD) tahun 2021 yang berisi data kondisi lingkungan hidup, isu isu lingkungan hidup prioritas dan respon yang telah dilakukan oleh Pemkab Kabupaten Sukoharjo dalam mengatasi isu prioritas lingkungan hidup tersebut.

Agus juga mengatakan, penilaian sendiri meliputi dokumen IKPLHD juga memuat inovasi inovasi daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup, diantaranya: program kampung iklim daerah (Proklim), pengembangan ekowisata berbasis pengelolaan sampah dan wisata sungai, resik-resik sungai, program Konsolidasi Lahan Pertanian, integrated farming, pengelolaan sampah di TPS Desa melalui pengembangan Maggot lalat BSF dan pemanfaatan gas methane di TPA Mojorejo.

“Semoga penghargaan Nirwasita Tantra ini dapat lebih menyemangati masyarakat Kabupaten Sukoharjo untuk bersinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tambahnya. (*)

Gerakan Pangan Murah Berlanjut, Harga Kebutuhan Pokok Dibawah Pasaran

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di Balaidesa Kertonatan, Kecamatan Kartasura, Senin (28/8/2023).

SUKOHARJO – Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali dilanjutkan oleh Pemkab Sukoharjo. Program tersebut digelar bersama Bulog Surakarta dan Bank Indonesia (BI). Kali ini, program yang menyasar warga kurang mampu tersebut dilaksanakan di Balaidesa Kertonatan, Kecamatan Kartasura dan dihadiri langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Senin (28/8/2023).

Bupati mengatakan, GPM terus digelar Pemkab Sukoharjo dengan menyasar seluruh wilayah di Kabupaten Sukoharjo. GPM digelar dengan menyediakan beras, minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu yang dijual dengan harga dibawah pasaran.

“Gerakan Pangan Muraj ini digelar juga sebagai upaya pemerintah menekan kenaikan harga pangan dipasaran. Selain itu sekaligus bukti kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat terkait jaminan pangan,” ujarnya.

Untuk GPM di Balai Desa Kertonatan, Kecamatan Kartasura disediakan 3 ton beras, 360 paket berisi minyak goreng dan gula pasir dan 60 kilogram tepung terigu. Warga yang sudah mendapat kupon dapat membeli bahan pangan yang telah disediakan Bulog Surakarta. Untuk beras berisi 5 kilogram dijual dengan harga Rp42.500 minyak goreng Rp 13.500 per liter dan gula pasir Rp 14.000 per kilogram.

“Kalau untuk paketan, seharga Rp70.000 dan disambut antusias warga. Nantinya agenda serupa juga digelar di wilayah yang lain,” kata Bupati.

Semenytara itu, Perwakilan Bulog Surakarta, Andrew Ramadhan Shahab, menyampaikan Bulog Surakarta menyediakan beras 3 ton, paket berisi minyak goreng dan gula pasir sebanyak 360 paket, tepung terigu 60 kilogram.

“GPM ini digelar sebagai dasar untuk membantu masyarakat dalam penyediaan bahan pangan murah. Disisi lain sebagai upaya menekan kenaikan harga dipasaran. Termasuk pula bentuk pengendalian inflasi daerah,” ujarnya. (*)

Bupati Hadiri Jalan Sehat dan Karnaval di Sejumlah Wilayah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memberangkatkan jalan sehat dan karnaval di Kecamatan Baki, Minggu (27/8/2023).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri sejumlah acara jalan sehat dan karnaval di beberapa wilayah, Minggu (27/8/2023) pagi. Jalan sehat tersebut antara lain di Desa Trosemi Kecamatan Gatak, Desa Kadilangu dan Desa Kadilangu Kecamatan Baki, serta karnaval di Ngadirejo, Kecamatan Kartasura.

Acara jalan sehat dan karnaval tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Ke78 RI dan Peringatan Hari Lahir Ke-77 Kabupaten Sukoharjo.

Dikatakan Bupati, Hari Kemerdekaan merupakan hari bersejarah Bangsa Indonesia yang mana setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia memperingati kemerdekaan. Dengan semangat patriotisme menjadikan kita manusia yang mempunyai jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air. Peringatan HUT RI Ke-78 merupakan refleksi masa lalu untuk menumbuhkan semangat menghadapi masa depan dalam pembangunan yang berkesinambungan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada hadirin dan seluruh masyarakat Kabupaten Sukoharjo yang telah ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam memeriahkan Peringatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo yang ke-77 dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang Ke-78, salah satunya melalui jalan sehat dan karnaval ini,” ujarnya.

Menurut Bupati, berolahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga imunitas dan kesehatan tubuh. Ada beberapa cabang olahraga yang murah dan sehat yang bisa menjadi pilihan masyarakat seperti berjalan kaki, lari, bersepeda dan senam. Keempat olahraga tersebut bisa dilakukan secara perorangan maupun berkelompok.

“Untuk itu sekali lagi saya sangat mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Saya berharap kegiatan gerak jalan sehat seperti ini, dapat dijadikan sebagai momentum bagi kita bersama, untuk terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta kebersamaan, serta memperkokoh hubungan yang sinergis atara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Sukoharjo ini,” tambahnya. (*)

Gowes Jumat Pagi, Bupati Menyapa Warga Kecamatan Gatak

0
Agenda Gowes Jumat Pagi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Forkopimda di Kecamatan Gatak, Jumat (25/8/2023).

SUKOHARJO – Agenda Gowes Jumat Pagi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani kembali berjalan. Kali ini, agenda gowes dilaksanakan di Kecamatan Gatak. Gowes mengambil start dari start Halaman Kecamatan Gatak dan finish Balai Desa Sraten.

Bupati mengatakan, kegiatan gowes sudah menjadi agenda rutin setiap dua minggu sekali jika tida ada agenda. Menurutnya, Gowes dilaksanakan setiap hari Jumat pagi. Tidak hanya sekadar gowes saja, Bupati mengaku sekaligus melihat kiri kanan, memantau kondisi seperti jalan rusak, dan lainnya.

“Melihat-lihat kondisi sekitar dan sekaligus memberikan solusi jiga memang membutuhkan solusi dari pemerintah. Rutenya menarik karena melewati alaska,” kata Bupati.

Terkait agenda gowes tersebut, Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santoso menyampaikan bahwa agenda tersebut dibuat rutin setiap dua minggu sekali jika tidak ada agenda lain yang lebih penting.

“Dulu berawal dari agenda gowes di kompleks Kantor Setda Sukoharjo yang kemudian dibuat keliling di semua kecamatan,” ujarnya.

Budi mengatakan, lokasi gowes selalu berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan yang lain. “Jadi, nanti gowes dilaksanakan di 12 kecamatan. Kalau sudah semua, dimulai lagi dari awal,” ujarnya. (*)

Bupati Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Desa Gedangan Grogol

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri pagelaran wayang kulit di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kamis (24/8/2023) malam.

SUKOHARJO – Dalam rangka Memperingati HUT RI Ke-78 dan Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo yang Ke-77 Desa Gedangan Kecamatan Grogol menyelenggaraan Pagelaran Wayang Kulit, Kamis (24/8/2023). Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada hadirin dan seluruh masyarakat Kabupaten Sukoharjo khususnya Desa Gedangan Kecamatan Grogol, yang telah ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam memeriahkan Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang Ke-78 dan Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo yang ke-77,” ujar Bupati.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Pagelaran Wayang Kulit. Bupati memberi apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga Desa Gedangan Kecamatan Grogol yang masih peduli terhadap kelestarian kesenian kebanggaan bangsa kita yaitu kesenian wayang kulit.

“Seperti kita ketahui bersama, bahwa pewayangan merupakan suatu ensiklopedia yang hidup, tentang perilaku kehidupan manusia yang banyak mengandung falsafah hidup, etika, estetika, kesetiaan, pengabdian dan cinta tanah air,” lanjutnya.

Menurut Bupati, pakeliran jangan hanya dilihat sebagai tontonan semata, namun juga harus dijadikan sebagai tuntunan dan falsafah hidup, sehingga mampu menjadi dasar dalam pengabdian kepada masyarakat dan Bangsa Indonesia tercinta.

“Saya juga berharap dengan kegiatan ini dapat memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan, antar warga masyarakat, untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sukoharjo menuju Sukoharjo Yang Lebih Makmur lagi,” tambah Bupati.

Pagelaran Wayang kulit tersebut menampilkan Ki Dalang Indriyanto, Ki Dalang Bagus Baghaskoro Ni Dalang Paksi Rukmawati, Ki Dalang Redi Anggitomo, dan Dalang Cilik Evan dan Azka. (*)

Selesai Dibangun, Gedung Depo Arsip Sukoharjo Diresmikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menandatangani prasasti peresmian Gedung Depo Arsip, Kamis (24/8/2023).

SUKOHARJO – Pembangunan Depo Arsip Dinas Keaarsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sukoharjo telah selesai akhir 2022 lalu. Depo Arsip tersebut akhirnya diresmikan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kamis (24/8/2023).

“Depo arsip ini sangat penting karena arsip merekam informasi kegiatan atau peristiwa yang melekat pada wujud aslinya yang otentik, sah dan kredibel. Setelah masa kegunaan selesai akan menjadikan sejarah yang dapat dipergunakan sebagai bahan penelitian dalam ilmu pengetahuan,” ungkap Bupati.

Menurutnya, arsip merupakan catatan kehidupan kebangsaan yang perlu diabadikan, yakni sebagai bahan pertanggungan jawab kepada generasi mendatang dalam melanjutkan cita-cita generasi terdahulu.

“Arsip sebagai potret jati diri bangsa tentunya harus mendapatkan perhatian agar dikelola dengan baik,” lanjutnya.

“Oleh karena itu saya memberikan apresiasi atas Peresmian Gedung Depo Arsip ini. Saya berharap dengan adanya Gedung Depo Arsip ini, kita dapat menjaga dan merefleksikan perjalanan panjang Sukoharjo,” sambung Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh warga Sukoharjo untuk bergandengan tangan dalam menjadikan budaya baca dan literasi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari identitas sebagai masyarakat Sukoharjo yang cerdas, kreatif, dan inovatif.

“Mari kita jadikan Hari Jadi Sukoharjo ke-77 dan HUT RI ke-78 sebagai momentum awal untuk memperkuat semangat membaca dan literasi guna mencapai tujuan besar bersama, yaitu Indonesia yang maju dan berbudaya,” tamnbahnya.

Sedangkan Kepala Disarpus Sukoharjo, Proboningsih Dwidanarti, menyampaikan pembangunan Depo Arsip sebagai perwujudan komitmen Pemkab Sukoharjo, dalam rangka penyediaan Pusat Informasi dan Dokumentasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat dengan mudah, cepat dan tepat. Selain itu, juga sebagai sarana peningkatan pencapaian hasil penilaian Audit (Pengawasan) Kearsipan, yaitu sebagai salah satu fasilitasi dalam intrumen penilaian yang harus dipenuhi.

“Depo Arsip juga dalam upaya meningkatkan Indek Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Upaya Meningkatkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Masyarakat Sukoharjo,” ujarnya. (*)

Bupati Serahkan Estafet Tunas Kelapa Kepada Wakil Walikota Solo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan Estafet Tunas Kelapa kepada Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa, Rabu (23/8/2023) sore.

SUKOHARJO – Estafet Tunas Kelapa (ETK) sampai di Kabupaten Sukoharjo setelah sebelumnya diterima dari Kabupaten Wonogiri. Estafet Tunas Kelapa di Kabupaten Sukoharjo sendiri dimulai dari Balai Desa Gupit Kecamatan Nguter dan berakhir di kompleks The Park Mal Solo, Kecamatan Grogol.

Selanjutnya, ETK diserahkan kepada Kota Solo. Penyerahan ETK dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan diterima oleh Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa, Rabu (23/8/2023) sore.

Dalam serah terima ETK tersebut, terlihat Wakil Bupati Sukoharjo yang juga Ketua Kwarcab, Agus Santosa dan pejabat Forkopimda.

Seperti diketahui, Estafet Tunas Kelapa merupakan agenda yang digelar oleh Kwartir Daerah Jawa Tengah. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara Peringatan Hari Jadi Pramuka Ke-62 tahun 2023.

Tahun ini, peringatan Hari Pramuka mengambil tema “Mari Kita Wujudkan SDM yang Profesional dan Berwawasan Kebangsaan”. (*)

DPMD Gelar Pelatihan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Dibuka Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka acara Pelatihan LPM, Rabu (23/8/2023).

SUKOHARJO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar Pelatihan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10 dan dibuka oleh Bupati Etik Suryani, Rabu (23/8/2023).

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, LPM dibentuk atas prakarsa masyarakat dan sebagai mitra pemerintahan desa/kelurahan dalam menampung dan mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dibidang pembangunan. LPM mempunyai peran yang strategis dalam menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, mengerahkan swadaya gotong royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan serta menggali berbagai macam potensi ekonomi dan sosial desa.

“Pencapaian tujuan pemberdayaan masyarakat, dapat dikatakan berhasil apabila masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif disetiap pengambilan keputusan dalam kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat,” ungkap Bupati.

Oleh sebab itu, lanjutnya, bentuk partisipasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat perlu dipahami dengan baik. Untuk itu penguatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat/Kelurahan sangatlah penting mengingat aspirasi masyarakat merupakan kunci utama dalam pencapaian tujuan pembangunan.

Bupati melanjutkan, peningkatan kapasitas Lembaga Pemberdayaan ini merupakan tindak lanjut amanah Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga Adat Desa serta Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 89 Tahun 2020 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa.

Dengan pelatihan tersebut diharapankan LPM mampu menampung dan mewujudkan aspirasi serta kebutuhan masyarakat, tercipta suasana tentram, damai dan nyaman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, erta membantu pemerintah dalam hal percepatan pembangunan berbasis masyarakat agar tepat sasaran, tepat guna dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap kepada seluruh pengurus LPM agar selalu menciptakan sinergi yang baik dengan warga masyarakat dan pemerintah desa/Kelurahan, sehingga rencana pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, dalam upaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tambah Bupati.

Bupati Canangkan 37 Kampung Tangguh Anti Narkoba

0
Pencanangan Kampung Tangguh Anti Narkoa di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (22/8/2023)

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mencangnakan 37 Kampung Tangguh Anti Narkoba. Pencanangan yang digagas Polres Sukoharjo tersebut dipusatkan di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Selasa (22/8/2023). Hadir dalam acara tersebut segenap pejabat Forkopimda.

Bupati menyampaikan, seiring dengan adanya kemajuan teknologi dan bidang kehidupan lain, berkembang pula permasalahan sosial di masyarakat sebagai dampaknya.

“Salah satu dampaknya adalah maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba,” kata Bupati.

Menurutnya, untuk mengantisipasi masalah peredaran narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum saja, namun juga tugas seluruh masyarakat. Dalam upaya untuk menekan penurunan angka pemakai dan pengedar narkoba dibentuklah kampung tangguh anti narkoba dengan melibatkan peran masyarakat secara langsung.

“Dengan adanya kampung-kampung tangguh anti narkoba saya harap sinergi antara pemerintah dan warga mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari ancaman narkoba,” ujarnya.

Sedangkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit, menyampaikan jika pencanangan kampung tangguh anti narkoba di Kabupaten Sukoharjo merupakan upaya pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Sukoharjo. Selain itum juga untuk menghindarkan generasi muda terjerumus narkoba.

“Total ada 37 kampung yang dicanangkan sebagai kampung tangguh anti narkoba,” ujarnya.

Kapolres berharap dengan adanya kampung tangguh anti narkoba dapat menekan peredaran narkoba di Sukoharjo. “Acara ini merupakan langkah konkret upaya pemerintah daerah dan kepolisan Sukoharjo untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat,” ujarnya. (*)

Pembinaan Kelembagaan Petani Kecamatan Gatak, Bupati: Surplus Beras Harus Dipertahankan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan kepada kelompok tani di Kecamatan Gatak, Selasa (22/8/2023).

SUKOHARJO – Dalam rangka mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern di Kecamatan Gatak, pembinaan kelembagaan petani diperlukan. Seperti yang dilakukan di Balaidesa Wironanggan, Selasa (22/8/2023) dimana acara tersebut dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan dihadiri Wakil Bupati, Agus Santosa.

“Seperti kita ketahui bersama, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu penyangga pangan di Provinsi Jawa Tengah, meskipun luas wilayah Kabupaten Sukoharjo terkecil ke 2 (dua) setelah Kabupaten Kudus,” ujar Bupati.

Saat ini, lanjutnya, jumlah penduduk di Sukoharjo yang mempunyai mata pencaharian sebagai petani hanya 4,16% dari total jumlah. Dengan prosentase jumlah petani ini tentunya bukan hal yang mudah untuk tetap mempertahankan surplus beras di Kabupaten Sukoharjo.

Pada kondisi semakin meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan pangan juga semakin meningkat, namun kita dihadapkan pada keterbatasan lahan pertanian. Untuk itu harus dicari inovasi agar produksi pangan terus meningkat dan surplus beras dapat dipertahankan.

“Agar target surplus beras dapat kita capai, kuncinya adalah kolaborasi antar stakeholder, memperkuat jejaring kerja untuk meningkatkan produksi padi di Sukoharjo. Tercapainya swasembada pangan tidak bisa hanya dibebankan kepada petani, namun pemerintah, swasta, akademisi bahkan media masa ikut andil dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Sukoharjo,” tandasnya.

Terkait fenomena El Nino, ujar Bupati, dimana puncak kekeringan akan terjadi pada bulan September, Bupati berharap kepada semua petani untuk segera mempercepat proses tanam, memanfaatkan ketersediaan air, agar pada saat puncak El Nino nanti, fase pertumbuhan tanaman sudah tidak membutuhkan air.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyalurkan sejumlah bantuan untuk kelompok tani. Antara lain bantuan irigasi, jalan produksi pertanian, rehabilutasi jaringan irigasi tersier, kendaraan roda 3, cultivator, pompa air, dan lainnya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts